ABG Semprultura

Sungguh menyebalkan… Ketika sore hari menulis postingan berjudul “Jalan Pantura Rusak” yang isinya berupa keprihatinan jalan rusak dan resiko pengendara motor, eh malamnya Marooney diserempet motor yg dikendarai ABG. Habis nyerempet si ABG langsung kabur begitu saja meninggalkan Marooney dengan bemper mangap. Dasar ABG semprul.

Syukurlah Marooney di-cover asuransi. Tadi siang sudah lapor ke pihak asuransi, tinggal kapan membawanya untuk diperiksa & dirujuk ke bengkel untuk diperbaiki. Sayangnya tadi saat kulihat bemper kok jadi tambah mangap ya? Hiks…

Jangan-jangan ini ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya ya? Ah, tahyul, hehehe… Yang jelas kita memang harus super duper hati-hati lagi. Jika sudah hati-hati tapi tetap kejadian, ya mungkin memang harus sudah begitu jalannya. Hiks…

Dimudahkan

Semenjak bluey dijual, daku malah bingung sendiri. Mau kemana-mana males, karena naik motor itu tidak nyaman. Lagi pula tidak bisa pergi jauh-jauh dengan cuaca amburadul seperti sekarang ini. Sedangkan Marooney memang di-plot untuk operasional Sisi dan anak-anak.

Setelah merenungkan dan diskusi panjang-lebar, tinggi-rendah, lebar-sempit (*bletak*) secara intensif dengan Sisi dan keluarga, akhirnya kami memutuskan beli mobil lagi.

Tadinya sih mau nyari mobil 2nd aja. Tapi setelah dipikir-pikir, beli mobil 2nd itu beresiko juga. Teringat pengalaman-pengalaman beli mobil 2nd sebelumnya yang pada akhirnya sering mbengkel atau tidak puas, sehingga akhirnya kami memutuskan membeli Marooney secara gres. Berhubung sedang banyak pengeluaran akhirnya kami memutuskan beli baru yang harganya murah.

Karena tidak punya uang untuk beli cash, kami pun membelinya dengan cara kredit. Tidak dinyana, banyak sekali kemudahan yang kami terima. Tadinya sudah males ngurus perihal perkreditan, tapi nyatanya semuanya dibantu oleh salesnya. Dari prasyarat yang kurang, dibantu bikin KTP, AJB, dll. Sudah begitu dikasih diskon 8 juta plus bonus anti karat dan kaca film. Plus mau dipinjemin plat bantuan selama menunggu STNK. Hayooo… siapa yang tidak ngiler?

Tentu saja segala penawaran dan kemudahan itu langsung daku sikat. Tinggal mengalokasikan uang utk cicilan setiap bulan. Puji Tuhan tahun ini gaji naik lumayan. Horeee…

Terima kasih Tuhan

Menghitung Konsumsi Bahan Bakar Marooney

Saat mudik ke Semarang kemarin daku menyempatkan diri menghitung konsumsi bahan bakar Marooney (Daihatsu Xenia 1000 cc) yang telah setia menemani kami. Cara menghitungnya mengikuti petunjuk dari Tabloid Otomotif, yaitu isi bensin sampai penuh, 0-kan tripmeter, mulai perjalanan, dan catat jarak tempuh saat akan isi ulang bensin. Isi ulang bensin harus penuh juga & dihitung berapa jumlahnya. Barulah konsumsi bbm bisa dihitung.

Kami berangkat dengan beban cukup banyak karena memboyong istri, 2 anak & 1 pembantu. Total 5 orang ditambah barang bawaan seabrek. Tahu sendiri kan kalau sama keluarga itu bawaannya bagaimana? Hehehe…

Perjalanan santai saja. Tidak gas-gasan, safety driving (xixixi… padahal belum pernah kursus safety driving) dan defensif. Intinya santai sajalah. Sempat beberapa kali berhenti untuk ke toilet tanpa mematikan mesin. Istirahat makan 2 kali. Puji Tuhan perjalanan lancar dan tidak pake macet. Ups, kena macet lumayan saat akan masuk Semarang. Tapi kemacetan ini terjadi setelah pengisian bensin, jadi tidak berdampak dalam penghitungan.

Hasilnya bagaimana? Saat mengisi ulang tercatat pengisian Rp 148,000 dan jarak tempuh 464 km. Dari sini bisa kita hitung biaya per km-nya:

Rp 148,000 / 464 km = Rp 318.97/km

Rp 148,000 itu berarti terisi: 148,000 / 4,500 = 32.89 liter. Jadi rasio pemakaian bbm-nya:

464 km / 32.89 l = 14.1 km/l

Kesimpulannya, biaya perjalanan kami: Rp 318.97 per km. Dan rasio pemakaian bbm: 14.1 km/liter. Wah, lumayan irit juga ya?