Matic ke Manual

Biasanya saya kagok saat berganti mobil dari manual ke matic. Selalu mencari pedal kopling dan yang terinjak pedal rem. Jadilah ngerem mendadak.

Tapi kemarin terbalik. Liburan panjang Natal dan Tahun Baru saya habiskan di Semarang yang berarti saya banyak menggunakan mobil matic. Dan ketika saya balik ke Tangerang, saya rada bingung ketika tidak bisa memasukkan persneling. Tuas persneling sudah saya tarik juga tapi tidak bisa masuk giginya. Beberapa detik kemudian saya teringat kalau saya belum menginjak pedal kopling. Dengan sedikit tersenyum saya pun menginjak kopling dan memindah posisi persneling.

Tapi harus diakui, mengendarai mobil matic memang lebih nyaman dan tidak capek. Kelemahannya adalah cenderung lebih boros bahan bakarnya.

IIMS 2017, Sebuah Nostalgia…

IIMS (Indonesia International Motor Show) 2017 tidak hanya memamerkan mobil-mobil baru, tapi juga mobil-mobil lawas yang dimodifikasi mau pun yang direstorasi sehingga nampak seperti baru. Ketika mengunjungi area mobil-mobil lawas ini, mata saya terpaku pada sebuah mobil, yaitu Toyota Corona (atau Corolla ya?) yang dimodif keren banget, seperti model rally jaman dulu.

Saya jadi teringat ketika Papah dulu punya Toyota Corona 1978 yang bentuknya mirip foto di atas. Tidak dinyana bisa dimodif sekeren foto di atas. Papah dari dulu memang suka Corona/Corolla. Terakhir Papah punya All New Corolla 1996 yang punya desain timeless (menurutku sih).

Asyik juga ya punya hobi memelihara & merestorasi mobil tua yang klasik. Sayangnya saya tidak punya dana dan waktu yang cukup untuk hobi ini, xixixi…

Parkir Sembarangan

Wah kejadian parkir sembarang terulang lagi. Mobilku yang sedang parkir manis itu ditutup mobil Kijang Kapsul yang di-rem parkir sehingga tidak bisa didorong. Satpam sudah mencoba memanggil pemilik mobil ini lewat pengeras suara namun si empunya tidak datang juga.

parkir-sembarang

Untunglah Bapak yang nampak di foto ini baik hati, dengan optimisnya beliau memberi aba-aba parkir supaya mobilku bisa keluar. Berkali-kali maju mundur akhirnya mobilku bisa meliuk-liuk keluar dari halangan mobil Kijang ini.

Padahal daku pesimis loh, secara mobilku tertutup sama sekali. Tapi untung ada jarak antara mobil di kanan-kiri sehingga perlahan maju-mundur bergeser ke kanan untuk keluar.

Terima kasih ya, Pak…

Mobil Murah vs Jokowi

Ketika aturan mobil murah (LCGC, low cost green car) diluncurkan pemerintah, nampaknya tidak selalu disetujui oleh semua pihak. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jokowi yang berargumentasi kalau murahnya mobil ini bakal memperparah kondisi lalu lintas Jakarta yang sudah macet parah. Diskusi pihak yang setuju mobil murah dengan yang menentang sudah dilakukan dan masing-masing memiliki argumen yang masuk akal.

Di luar itu, saya yakin banyak masyarakat yang menyambut baik mobil murah ini. Walau pun kenyataannya tidak terlalu murah sehingga tidak semua kalangan masyarakat bisa membelinya. Namun sebagian lagi masyarakat yang mengimpikan punya mobil bisa sedikit punya harapan untuk memilikinya.

Saya teringat di suatu masa yang lampau ketika saya punya keinginan menggebu untuk memiliki mobil. Sayangnya mobil baru sangatlah mahal. Bahkan jika dicicilpun bakal memberatkan kehidupan kami sekeluarga. Alternatifnya membeli mobil bekas. Yang ternyata menimbulkan masalah tersendiri. Malahan jadi lebih sering membengkel dan menghabiskan uang saja.

Jadi dengan adanya kebijakan mobil murah ini, saya menyetujuinya. Walau pun saya belum tentu membelinya, tetapi saya yakin ada sebagian masyarakat yang mengimpikan untuk membelinya. Sungguh menyenangkan jika sesuatu yang diimpikan pada akhirnya bisa terwujud.

Tinggal bagaimana para pakar di pemerintahan DKI untuk memikirkan dampak yang ditimbulkannya. Hehehe…

Kucing yang Lucu (?)

Kucing yg Lucu
Kucing yg Lucu

“Eh ada kucing di atas mobil. Lucu ya?”

“Lucu Mbahmu???”

Lha kucing model gini ini yang sering membaret cat mobil. Teringat Marooney yang pernah saya tinggal tugas luar kota beberapa minggu. Saat pulang saya stress menjumpai kap mesin Marooney penuh dengan baretan kuku kucing. Dan di kolong mobil jadi kayak restoran kucing (baca: Terror Kucing). Dan kucing-kucing ini juga yang menyebabkan mobil Papah banyak baret & terkelupas. Hiks…