Modal Nekat

Seberapa sering Anda memutuskan sesuatu hanya dengan bermodal nekad? Kadangkala nekad itu perlu. Dan nekad itu biasanya tidak ada hitungan matematisnya. Kalau pun ada, mungkin malah cenderung untung-untungan dengan dasar perhitungan probabilitas, hehehe…

Tapi ini sering terjadi loh. Dan dalam banyak situasi itu perlu. Malah cenderung didorong untuk nekad. Coba saja tanya para pelaku spekulan, pedagang, dll.

Di lain pihak, di kehidupan normal, berpikir panjang lebar, tinggi rendah, lebar sempit, tinggi pendek, (*bletak*) menjadi semacam sistematika berhitung baku yang rasanya sudah masuk dalam kurikulum kehidupan ini. Tidak dapat disangkal, dalam kenyataan, orang dengan pola pikir matang ini justru sering ketinggalan dari orang yang hanya bermodal nekad. Kalau pun menang, mungkin orang tipe ini memiliki daya komputasi yang super cepat, dan segera mengambil keputusan yang tepat. Tapi jarang sekali kan?

Sedangkan penganut modal nekad telah jauh melangkah dan belajar dari kesalahan yang dilakukan sebelumnya dalam mengambil keputusan.

Sudah nekad-kah Anda selama ini?

Iklan