Anda Pemarah?

Melihat situasi kondisi belakangan ini, nampaknya masyarakat kita itu mudah sekali marah. Sedikit-sedikit marah, sedikit-dikit marah, hingga akhirnya jadi marah berjemaah.

Saya jadi ingat nasehat teman lama tentang kemarahan. Suatu saat dia bertanya kepada saya bagaimana caranya menangkap kepiting? Bagi saya, kepiting besar dengan sepasang capit kuatnya adalah mengerikan. Terbayang kan sakitnya jika sampai tangan terjepit capit besarnya? Melihatnya saja sudah ngeri, apalagi disuruh menangkapnya? Hiii…

(Gambar diambil dari Wikipedia)
(Gambar diambil dari Wikipedia)

Teman saya cuma bilang, gampang kok cara menangkapnya! Saya pun penasaran bertanya bagaimana caranya.

Rupanya caranya mudah. Begini kata teman saya, ambil tongkat dan ganggu kepiting tersebut sampai dia marah. Ketika kepiting tersebut marah, dia akan mencapit tongkat dengan sangat kuatnya dan tidak akan melepaskannya. Yang kita lakukan kemudian terserah kita. Angkat tongkat tersebut dan masukkan ke kuali dan masak saja kepiting tersebut. Jadilah kepiting itu santapan nikmat.

Teman-teman… membuat marah orang itu ternyata gampang juga loooh… Dan ketika sudah marah, terserah Anda…

Iklan

Buku Motivasi Berhadiah

Ada 1 hal yang menarik yang saya perhatikan dari buku-buku motivasi, yaitu semakin banyaknya buku motivasional yang melampirkan hadiah atau bonus, baik langsung mau pun tidak langsung. Sependek yang saya tahu, fenomena pemberian bonus ini dipopulerkan di Indonesia oleh Tung Desem Waringin (TDW). Mohon koreksi jika saya salah (CMIIW).

Tentu saja hal ini sangat menarik bagi saya karena buku motivasi ini belum-belum sudah memotivasi kita untuk membelinya, dan tentu saja untuk kemudian membacanya. Jadi kita pun mendapatkan ilmu & motivasi plus hadiah atau bonus yang dilampirkannya. Menarik kan?

Iming-iming bonus atau hadiah ini pun tidak tanggung-tanggung karena secara mencolok menghias sampul buku-buku motivasional dan nilainya cukup menggiurkan. Bahkan ketika saya menayangkan foto buku “Percepatan Rejeki” langsung dikomentari oleh Pak Mars yang tertarik dengan bonus langsung Rp 900,000. Sampul buku karangan Ippho Santosa ini bisa jadi menipu karena buku ini tidak memberikan bonus uang sepeser pun. Harap dicatat, buku ini tidak memberikan uang sepeser pun kepada pembacanya. Sekali lagi, tidak! (*meniru gaya tulisan Ippho*)

Karena terkesan menipu, buku motivasional ini jadinya saya nilai tidak etis. Oke, sang penulis bisa saja berkelit dengan dalih apa pun, namun setiap orang yang membaca tulisan ini akan mengira kalau akan mendapatkan uang Rp 900,000 saat membeli buku ini.

Jauh berbeda dengan buku-buku karangan motivator lain yang lebih senior yang menyertakan kata-kata “SENILAI” yang bisa kita artikan kalau bonusnya bukanlah berupa uang namun apa pun yang nilainya sesuai nominal yang tercantum. Misalnya: “Bonus tiket senilai Rp 450,000”, “Bonus konsultasi senilai Rp 1,000,000”, dll. Dan kalau pun nominal bonusnya salah, paling tidak kita memiliki persepsi bahwa bonus itu dinilai sekian oleh penulisnya dan bonus bukanlah berupa uang tunai. Fair kan?

Oke kita tinggalkan buku motivasi yang terkesan tidak etis dan kita membahas buku motivasi yang baik-baik saja. Karena ada 1 hal menarik lain yang ingin saya utarakan di sini, yaitu tentang seorang pengusaha dan motivator Bong Chandra. Saya memiliki 2 buku karangan Bong Chandra, yaitu “Unlimited Wealth. 17 Hari Menuju Kebebasan Finansial” dan “The Science of Luck. 12 Rahasia Menciptakan Keberuntungan Secara Ilmiah.” (*maaf, saya belum sempat menuliskan resensi kedua buku ini & beberapa buku lainnya, hehehe*) Bong Chandra ini sama-sama berangkat dari Batam seperti halnya Ippho Santosa dan Jaya Setiabudi yang sama-sama berprofesi sebagai pengusaha dan motivator.

Kedua buku karangan Bong Chandra ini saya nilai bagus banget. Sebagian dari isinya baru dan sangat memotivasi. Namun beberapa hal yang sudah pernah saya baca sebelumnya tetap dapat disajikan dengan menarik.

Kembali ke bonus… Kedua buku ini memberikan keterangan bonus yang lugas dan tidak menyesatkan. Selain mengandung kata “senilai”, buku ini juga memperinci bonus yang akan diterima pembelinya di sampul depan. Jadi tulisan bonus di sampul tidaklah menyesatkan.

Hal lain yang membuat saya semakin menghormati Bong Chandra adalah karena kedua buku ini royaltinya disumbangkan! Sekali lagi, DISUMBANGKAN! Pada buku “Unlimited Wealth” disebutkan kalau “100% royalti buku ini akan disumbangkan.” Sedangkan buku “The Science of Luck” dituliskan “120% royalti buku akan disumbangkan.” Pasti nombok ya? Bong Chandra pasti sudah sedemikian sejahtera & makmurnya sehingga bisa memberikan ilmu plus sumbangan yang cukup signifikan.

Anggap saja 100% dan 120% royalti ini benar-benar disumbangkan kepada pihak yang memang membutuhkan, saya jadi berpikir kalau saya membeli buku ini, berarti saya pun turut menyumbang. Saya pikir, inisiatif ini benar-benar mulia, karena mengajak kita turut menyumbang selain tentu saja kita mendapatkan ilmu dan motivasi dari buku ini. Mungkin kita tidak menyumbang dalam bentuk uang karena uang yang disumbangkan adalah hak milik Bong, namun kita telah menjadi saluran dari niat baik Bong Chandra.

Ini yang membuat saya sangat mengagumi Bong Chandra!

Penggemblengan 10,000 jam

Konon setiap orang sukses telah melalui 10,000 jam penggemblengan sehingga dirinya bisa memiliki kesuksesan atau prestasi seperti sekarang. Kita ambil contoh Valentino Rossi, dia bisa memenangkan kelas 125 cc, 250 cc dan MotoGP karena telah melalui penggemblengan yang sangat panjang. Sekedar informasi, Vale memulai pelatihannya sejak umur 5 tahun. Amat-sangat muda. Jadi tidak heran jika dia begitu hebat dan penuh prestasi.

Demikian dengan atlet lain seperti Tiger Wood, David Beckham, dll. Tidak hanya di dunia olah raga, di dunia entertainment pun begitu. Kalau kita ambil contoh penyanyi lokal, kita bisa merujuk kepada Agnes Monica. Kita bisa melihat begitu suksesnya Agnes di dunia tarik suara. Namun kita tidak dapat memungkiri bahwa di balik kesuksesannya sekarang, dia telah melewati masa penggemblengan yang lama yang terus dilakukan secara konsisten. Kita bisa yakin kalau Agnes pun telah melampaui masa penggemblengan 10,000 jam.

Masa 10,000 jam ini memang bukan angka mutlak. Namun banyak orang dan pengamat yakin bahwa angka ini adalah suatu batas psikologis untuk mendukung kesuksesan seseorang. Dan hampir setiap orang yang sukses dapat kita telusuri bahwa mereka telah melampaui batas penggemblengan 10,000 jam ini.

Read More »

Cara Bangun Dari Duduk

Belakangan daku sering mengamati bagaimana orang bangkit dari duduknya. Ada yang bangkit dengan ogah-ogahan, males-malesan, bahkan ada yg utk bangkit saja perlu dibantu topangan tangan. Ironis sebenarnya, karena orang-orang yang daku amati masih muda dan secara fisik nampak sehat.

Mengapa kok tiba-tiba daku banyak mengamati cara orang bangkit dari duduknya? Karena ternyata kita bisa menilai orang tersebut dengan vitalitasnya. Apakah seseorang itu punya vitalitas yang tinggi atau malah loyo. Paling nampak & merupakan pengamatan secara diam-diam ya dari cara berdirinya dari duduk. Sebenarnya masih ada cara lain melihat vitalitas seseorang selain dari cara berdirinya, yaitu dari semangat hidup yg bisa dibaca dari bicaranya atau pemikirannya, kecepatan jalan, kelincahan atau bahkan dari hal-hal kecil yang nampak seperti tatapan & tarikan alisnya.

Read More »

Bakar Kapal

{ Ketika akan memposting artikel ini, daku merasa kalau ada pecinta kapal yang akan sebel padaku karena ada acara bakar-bakaran kapal di sini. Namun artikel yang juga dimuat di IndoConsulting dan di Usaha (Menyesatkan Pekerja & Memotivasi Pengusaha) ini akan tetap daku posting di sini. Maafkan daku karena telah mengecewakan para pecinta kapal. }

Cerita ini kudapat dari seorang motivator terkenal. Dan akan kuceritakan kembali di sini. Tentu dengan gaya bahasaku sendiri yaaa… Ceritanya tentang kehebatan Napoleon Bonaparte yang tidak pernah kalah dalam perang. Sedemikian hebatnya pasukan Napoleon ini begitu menarik untuk kita pelajari bersama.

Lalu apa yang membuat superioritas pasukan Napoleon? Ternyata setiap menyerang suatu pulau, sesaat setelah mendarat, Napoleon menyuruh pasukan untuk membakar kapalnya. No way to return. Hanya ada 2 opsi tersisa, pasukan harus menang, atau kalah dan mati semua. Atas strategi ini, pasukan menjadi sangat termotivasi untuk menang, terutama karena mereka tidak ingin mati. Tidak heran pasukannya selalu menang dalam peperangan.

Read More »

Pemalas Yang Sibuk

Konon orang yang sangat sibuk itu bisa dikategorikan sebagai pemalas. Lha kok bisa? Bukannya orang sibuk itu rajin bekerja atau belajar sehingga dia sibuk? Namun ternyata tidak begitu. Karena orang sibuk itu:

1) Terlalu sibuk dengan dunianya (bekerja atau belajar) sehingga tidak dapat menyisihkan waktu untuk hal-hal lain. Jadi untuk hal-hal lain di luar kesibukannya itu, dia bisa disebut sebagai pemalas.

2) Tidak menyediakan waktu untuk memikirkan dan mengembangkan metode bekerja atau belajarnya. Seharusnya jika dia merasa sudah terlalu sibuk dengan pekerjaannya, maka itu berarti ada yg salah. Bisa jadi dia tidak mengembangkan metode bekerja yang efektif & efisien.

Read More »

Dasar Cacingan

Mungkin sekarang sudah tidak jaman cacingan kali ya? Selain sekarang anak-anak (dan orang dewasa) mainnya tidak di kotor-kotor lagi, juga karena obat cacing sekarang melimpah & terjangkau. Sudah gitu cespleng. Sekali minum cacingnya langsung luruh. Hehehe… kalau ngga salah obat cacing jaman dulu itu benar-benar bisa mengeluarkan cacing utuh-utuh.

Tapi kali ini daku tidak akan membahas sakit cacing & obatnya. Melainkan tentang seseorang yang bisa disebut “Cacingan”. Ini bukan lagi perkara orang itu ada cacing di tubuhnya, tetapi karena orang tersebut tidak berani atau tidak mau melakukan sesuatu yang sebenarnya mudah dan biasa. Atau mungkin karena orang tersebut terlalu takut untuk melakukannya.

Contohnya begini:

A) “Eh ada lomba nyanyi tuh. Suara kamu kan bagus. Ikutan ya?”

B) “Engga ah, malu…”

Read More »