Selamat Idul Fitri 1434H

Selamat Idul Fitri 1434H bagi yang merayakan. Mohon maaf lahir dan batin.

Selamat berlibur bagi yang mudik. Daku juga mudik loh! Ups, siapa yang tanya ya? Hehehe… Kali ini daku mudik lewat jalur udara. Kapok kalau mudik lewat jalur darat kayak tahun kemarin yang menghabiskan waktu lebih dari 20 jam di jalanan.

Sampai jumpa lagi

Sudah Dapat Tiket?

Awal minggu ini kami sedikit heboh karena ternyata daku belum memutuskan pulang kapan dan naik apa. Maklum, libur Lebaran sudah dekat. Seperti biasa, daku bakal pulang Semarang. Dan tidak berubah, biasanya tiket moda transportasi habis-bis-bis dipesan para mudikers jauh-jauh hari sebelumnya. Jadi memang sedikit terlambat bila kami baru memikirkannya minggu ini.

Namun ternyata kawan, daku masih beruntung karena dapat tiket pesawat. Memang sih harganya sudah melambung 2 kali lipat dari harga normal. Tapi dari pada memaksakan diri pulang naik mobil seperti tahun kemarin, bisa-bisa sampai Semarang gempor. Bukannya berlibur malah beristirahat. Maklum, perjalanan darat saat liburan bisa menghabiskan waktu lebih dari 20 jam perjalanan. Padahal kalau hari biasa cuma 10-12 jam.

Sedangkan tiket balik ke Jakarta belinya nanti saja kalau sudah gajian, hehehe… Semoga masih dapat seat.

Terima kasih Tuhan

Menghitung Konsumsi Bahan Bakar Marooney

Saat mudik ke Semarang kemarin daku menyempatkan diri menghitung konsumsi bahan bakar Marooney (Daihatsu Xenia 1000 cc) yang telah setia menemani kami. Cara menghitungnya mengikuti petunjuk dari Tabloid Otomotif, yaitu isi bensin sampai penuh, 0-kan tripmeter, mulai perjalanan, dan catat jarak tempuh saat akan isi ulang bensin. Isi ulang bensin harus penuh juga & dihitung berapa jumlahnya. Barulah konsumsi bbm bisa dihitung.

Kami berangkat dengan beban cukup banyak karena memboyong istri, 2 anak & 1 pembantu. Total 5 orang ditambah barang bawaan seabrek. Tahu sendiri kan kalau sama keluarga itu bawaannya bagaimana? Hehehe…

Perjalanan santai saja. Tidak gas-gasan, safety driving (xixixi… padahal belum pernah kursus safety driving) dan defensif. Intinya santai sajalah. Sempat beberapa kali berhenti untuk ke toilet tanpa mematikan mesin. Istirahat makan 2 kali. Puji Tuhan perjalanan lancar dan tidak pake macet. Ups, kena macet lumayan saat akan masuk Semarang. Tapi kemacetan ini terjadi setelah pengisian bensin, jadi tidak berdampak dalam penghitungan.

Hasilnya bagaimana? Saat mengisi ulang tercatat pengisian Rp 148,000 dan jarak tempuh 464 km. Dari sini bisa kita hitung biaya per km-nya:

Rp 148,000 / 464 km = Rp 318.97/km

Rp 148,000 itu berarti terisi: 148,000 / 4,500 = 32.89 liter. Jadi rasio pemakaian bbm-nya:

464 km / 32.89 l = 14.1 km/l

Kesimpulannya, biaya perjalanan kami: Rp 318.97 per km. Dan rasio pemakaian bbm: 14.1 km/liter. Wah, lumayan irit juga ya?

Mudik 2010

Wah, rasanya sudah tidak sabar lagi pengen mudik. Tidak seperti mudik tahun lalu yg memanfaatkan moda transportasi udara, kali ini daku akan mudik dengan melalui jalan darat. Rencananya sih bawa mobil sendiri. Memang nampaknya kok bakal capek banget secara jalanan bakal pamer paha (padat merayap tanpa harapan). Tapi apa mau dikata, libur lebaran tahun ini tidak terlalu bisa direncanakan dengan baik. Terutama karena daku banyak bertugas di Pekanbaru sehingga agak kesulitan mengatur jadwal pulang jauh-jauh hari sebelumnya.

Perjalanan Jakarta-Semarang PP sudah sering daku lakukan dengan berbagai moda transportasi. Tinggal jalur laut yang belum kucoba. Tapi mengingat daku ini orangnya sering mabukan (bukan mabok minuman keras loh!), kayaknya moda transportasi air harus dicoret tebal-tebal. Catatan paling seru ya pas mudik naik motor di tahun 2006. Puji Tuhan semuanya lancar dan perjalanan dapat dilalui dengan selamat. Padahal jaraknya sekitar 500 km loh! Pernah sih terlintas mengulangi petualangan naik motor, tapi tentunya pakai moge (motor gede). Kayaknya asyik banget ya? Hihihi…

Baca selebihnya »

Ga Pengen Hiatus

Libur Lebaran ini daku liburan cukup panjang karena pulang ke Semarang tanggal 17 malam dan baru balik lagi tanggal 23 malam. Tapi karena daku tidak membawa nobie, mungkin kegiatan nge-blog menjadi kurang optimal. Walau pun sudah dibekali Nokia 5800 XpressMusic yang lebih superior dibanding LG KT610 atau Soner G502 sekalipun, namun untuk menulis tetap saja kurang nyaman dibandingkan jika menulisnya lewat nobie. Paling baca dan komen di blog teman-teman saja. Dan tentunya kegiatan ber-email.

Atau mungkin photoblogging aja seperti yang biasa daku lakukan di blogspot. Soalnya tinggal jepret dan kirim foto-foto tersebut via email dan langsung tertampil di blogspot. Kan gambar (foto) memiliki sejuta makna. (*hehehe… kalau memaknainya bener sih tidak masalah ya?*) Kalau facebook dan main game Travian sih dipastikan jalan terus.

Intinya adalah daku tidak ingin hiatus. Apalagi sudah berkomitmen untuk terus kosisten menulis sekaligus menolak anggapan bahwa blog adalah trend sesaat.

Dalam posting ini kami sekeluarga sekaligus mengucapkan “Selamat Idul Fitri” bagi yang merayakannya. Semoga berkah & hikmah perayaan ini dapat menjadi terang dalam kehidupan kita semua. Amin.