Kembalinya Sisfo Kampus

Kemarin malam tiba-tiba saya mengetikkan “sisfokampus.com” di sebuah website registrar domain. Ternyata available. Hampir saja saya melompat karena girang. Karena domain ini saya tunggu bertahun-tahun sampai available. Karena meminta domain tersebut ke pemegangnya tidak membawa hasil baik.

Sedangkan domain “sisfokampus.net” sudah terpakai beberapa tahun oleh sebuah website jepang. Padahal sisfokampus.net ini situs penting bagi saya karena merupakan tonggak dimulainya perjuangan saya di bidang software development sekaligus mengkampanyekan penggunaan software open source.

Tahun 2003-2009 adalah masa perjuangan saya bersama Sisfo Kampus. Sebuah masa yang menyenangkan. Bukan persoalan materi, tetapi suatu kebanggaan tersendiri dimana Sisfo Kampus hadir di Indonesia dan dapat membantu banyak perguruan tinggi dalam mengelola operasionalnya. Sekaligus mengkampanyekan penggunaan software open source sebagai alternatif dari software berlisensi mahal. Saat itu pembajakan software sangat jamak terjadi di masyarakat. Dan rasanya dunia pendidikan tidak pantas melakukan pembajakan, ya tho?

Terdengar idealis ya? Tapi ternyata gerakan Sisfo Kampus ini disambut baik oleh masyarakat dan perguruan tinggi. Teringat dulu ketika saya harus banyak bepergian ke luar Jawa untuk melayani banyak perguruan tinggi, seperti ke Gorontalo, Makassar, Medan, Bengkulu, P. Bangka, Pontianak, Banjarmasin, Bali, dll.

Sayangnya saya harus melepas Sisfo Kampus pada awal tahun 2009. Dan sepertinya Sisfo Kampus tidak bisa langgeng. Jadi ketika domain Sisfo Kampus available, langsung saja saya beli. Saya belum punya bayangan mau diapain domain ini. Tetapi memilikinya lagi sudah menjadi kebahagian tersendiri bagi saya. Seperti sebuah nostalgia yang indah.

Tentu saja saya ingin punya gerakan untuk Sisfo Kampus. Tapi harus berbeda konsep dengan Sisfo Kampus terdahulu. Entah seperti apa konsepnya nanti. Sekarang saya harus bertapa dulu mencari ide.

Iklan

Suara Untuk Ponsel

Tadinya daku iseng mencari fitur pembaca di Ubuntu sampai akhirnya menemukan espeak yang sudah built in. Walau dari segi suara espeak bukanlah synthesizer yang sempurna, tapi fitur-fitur dari program ini cukup keren. Selain bisa mengubah kecepatan suara, tinggi-rendah suara (pitch), espeak juga memiliki beberapa pilihan aksen suara.

Yang kupikir paling keren adalah fasilitas untuk menyimpan suara pembaca ke file wav. Dengan demikian daku bisa membuat suara-suara yang tersimpan ke dalam file. Paling asyik adalah ketika suara-suara tadi kutransfer ke ponsel sehingga jika ada telepon masuk atau sms atau pun sekedar alarm, ponselku mengeluarkan suara manusia. Benar-benar lebih human friendly. Apalagi jika bahasa yang digunakan sangat sopan.

Oh iya, berikut adalah contoh suara-suara yang sudah kubuat:
› SMS: “Incoming message.”
› Telpon: “Where is the phone? I only heard the sound.”
› Alarm pagi: “Excuse me, Sir. You have to wake up now or you will be late.”

~~~
Link terkait:
espeak di SourceForge.net
Instalasi & Perintah2 espeak

Hari Pertama Memakai Ubuntu 8.10

Hari ini daku telah berhasil menginstal Ubuntu 8.10 setelah semalaman mendownload. Keren? So pasti. Tampaknya (visualisasinya) tidak begitu berbeda dengan versi 8.04. Tetapi coba lihat detailnya, maka kita akan menjumpai banyak perbedaan.

Peningkatan pertama yang daku rasakan adalah manajemen “Network Connection.” Kali ini koneksi dikategorikan menjadi 5 koneksi dalam bentuk tab. Tab-tab tersebut adalah: Wired, Wireless, Mobile Broadband, VPN dan DSL. Daku telah men-set untuk Wired, Wireless dan tentu saja Mobile Broadband. Yang terakhir ini adalah penunjang aktivitas nan mobile. Tentu saja daku masih mengandalkan modem Sierra Wireless AirCard 875 plus Indosat3G.

Seperti yang sudah-sudah, Ubuntu 8.10 memerlukan update dan tambahan software, terutama untuk memainkan file multimedia. Ini dikarenakan Ubuntu menghormati hak cipta dengan tidak mengikutsertakan paket software yang berlisensi atau pun yang belum jelas. Jadi untuk memainkan file MP3, flv dan beberapa format lain, terpaksa daku harus mendownload Gstreamer. Walau pun demikian, software-software tersebut gratis kok. Bisa langsung didownload dari Ubuntu kita.

Woke, daku mau explore lebih lanjut distro nan terkenal ini dulu.