Sebenarnya pengen bungkus 1, tapi...

IIMS 2017, Suzuki GSX-R 150

Saat berkunjung ke IIMS tempo hari, saya bersemangat ingin melihat sosok Suzuki GSX R150 yang belum lama diluncurkan oleh Suzuki. Sebelumnya saya sudah melihat stand penjualan di beberapa mall namun hanya menjumpai GSX-S 150, versi naked-nya GSX-R. Jadi saya senang ketika menemukan booth Suzuki yang memajang GSX-R walau pun cuma 1 unit berwarna merah. Oh ya, booth Suzuki digabung antara mobil dengan motor.

Wah GSX-R dijagain dengan ketat, eh, senyum
Wah GSX-R dijagain dengan ketat, eh, senyum

Ternyata GSX-R penampilannya lumayan lah. Saya pun menjajal naik ke GSX-R yang dipajang itu. Cukuplah ketinggiannya dengan badan saya yang tidak proporsional ini.

Read More »

Iklan

Nonton TV Launching Suzuki IGNIS

Lagi iseng nonton TransTV, ternyata sedang ada acara launching Suzuki Ignis. Saya pernah melihat sosoknya di gelaran GIIAS pada Agustus 2016 lalu. Bentuknya memang keren sih, seperti masuk ke jenis cross over yang kesannya tangguh dan bisa menjelajah medan yang sedikit tidak bersahabat.

Sayangnya cuma satu, mobil ini termasuk kecil. Dimensinya mirip dengan Suzuki Splash. Jadi termasuk city car imut yang berbentuk cross over. Coba deh lihat video di bawah ini yang menunjukkan lekuk tubuh Suzuki Ignis.

Sepertinya sih cocok banget bagi anak muda atau mahasiswa yang punya tubuh tidak terlalu besar atau jangkung tapi senang bertualang atau menjelajah banyak daerah. Dimensinya pas banget untuk membelah kota dan tentu saja jadi mudah untuk parkir. Harganya juga cukup menarik dengan kisaran 140 sampai 170 juta rupiah.

Tapi kalau melihat pameran GIIAS 2016 kemarin, ada produk konsep yang sepertinya layak untuk ditunggu, yaitu Mitsubishi XM. Menurut saya, mobil ini keren banget. Apalagi menurut desas-desus XM diposisikan sebagai penantang Avanza/Xenia yang berarti harganya ada di rentang +/- 200 juta rupiah. Dengan bentuk yang dinamis seperti XM, sepertinya XM bakal menjadi trend baru. Coba deh lihat sosok dari Mitsubishi XM di bawah ini.

Mobil Murah vs Jokowi

Ketika aturan mobil murah (LCGC, low cost green car) diluncurkan pemerintah, nampaknya tidak selalu disetujui oleh semua pihak. Salah satunya adalah Gubernur DKI Jokowi yang berargumentasi kalau murahnya mobil ini bakal memperparah kondisi lalu lintas Jakarta yang sudah macet parah. Diskusi pihak yang setuju mobil murah dengan yang menentang sudah dilakukan dan masing-masing memiliki argumen yang masuk akal.

Di luar itu, saya yakin banyak masyarakat yang menyambut baik mobil murah ini. Walau pun kenyataannya tidak terlalu murah sehingga tidak semua kalangan masyarakat bisa membelinya. Namun sebagian lagi masyarakat yang mengimpikan punya mobil bisa sedikit punya harapan untuk memilikinya.

Saya teringat di suatu masa yang lampau ketika saya punya keinginan menggebu untuk memiliki mobil. Sayangnya mobil baru sangatlah mahal. Bahkan jika dicicilpun bakal memberatkan kehidupan kami sekeluarga. Alternatifnya membeli mobil bekas. Yang ternyata menimbulkan masalah tersendiri. Malahan jadi lebih sering membengkel dan menghabiskan uang saja.

Jadi dengan adanya kebijakan mobil murah ini, saya menyetujuinya. Walau pun saya belum tentu membelinya, tetapi saya yakin ada sebagian masyarakat yang mengimpikan untuk membelinya. Sungguh menyenangkan jika sesuatu yang diimpikan pada akhirnya bisa terwujud.

Tinggal bagaimana para pakar di pemerintahan DKI untuk memikirkan dampak yang ditimbulkannya. Hehehe…

Inreyen

Selasa lalu saat pulang dari meeting di Bekasi daku iseng mencatat perjalan di GPS jadi-jadian (Nokia 5800 + Garmin). Hasilnya adalah: total jarak tempuh 68.7 km, total waktu 1:39 jam, waktu mengemudi 1:31 jam, waktu berhenti 8:24 menit, kecepatan rata-rata 41.4 km/jam, rata-rata kecepatan mengemudi 45.3 km/jam, dan kecepatan maksimal 111 km/jam. Hehehe… iseng banget yak?

Catatan GPS

Read More »

Ritual di Toyota Prius Hybrid

Saat daku Test Drive Toyota Prius Hybrid tempo hari, sebenarnya ada yang harus kuakui, yaitu bahwa itulah saat pertama kalinya daku menyetir mobil matik. Hahaha… padahal sudah sejak kecil bisa nyetir, tapi untuk urusan transmisi matik, inilah pertama kalinya. Kalau numpang mobil matik sih sering banget.

Maklum, selama ini kami sekeluarga selalu menggunakan mobil bertransmisi manual sampai sekarang. Pernah juga daku berkeinginan punya mobil matik, tapi akhirnya yang kebeli mobil manual lagi.

Sejatinya mobil matik punya banyak keunggulan walau pun di sisi lain tetap saja ada kekurangannya. Kalau kita mengutamakan kenyamanan berkendara, maka matik adalah pilihan terbaik. Apalagi jika kita sering berhadapan dengan kemacetan di Jakarta yg bisa bikin tua di jalan.

Walau pun demikian, sebenarnya daku sedikit-sedikit sudah belajar pakai kendaraan matik melalui Suzuki Skywave-ku. Memang enak kok, tinggal nge-gas dan nge-rem aja.

Oh iya, balik lagi ke mobil matik, untunglah saat test drive tempo hari Bro Mbelgedez memberikan instruksi singkat cara mengendarainya. Pada Toyota Prius, ada ritual yang harus dilakukan sebelum kita melarikan mobil secepat-cepatnya. Berikut ini adalah catatan ritual tersebut:
Read More »