Beli Sesuatu Yang Belum Dibutuhkan | Vlog

Seringkali saya membeli sesuatu yang belum saya butuhkan saat ini, terutama komponen elektronika. Alasannya sepele, saya membelinya karena lebih murah dari pada yang tersedia di pasar lokal. Saya memang sering membeli komponen langsung dari China. Kebetulan ada beberapa yang free ongkir.  Karena ongkir-nya free, tentu sampainya tidak menentu, alias lama. Kadang sampai lupa kalau saya membeli barang ini.

Seperti kali ini yang saya pun sudah lupa beli apa. Sepertinya sudah sebulan yang lalu belinya, tapi baru sampai sekarang. Berikut adalah videonya:

Isinya adalah modul PAM8403. Ini adalah modul amplifier kelas D yang punya daya penguatan 3 Watt. Sebelumnya saya menggunakan modul PAM8403 ini untuk melengkapi proyek radio saya. Saya suka dengan modul ini karena sangat ringkas dan efisien, tidak seperti modul amplifier kelas A atau B.

Saya belinya 30 pieces. Mengapa juga saya beli banyak-banyak ya? Ya karena penjualnya menjual per lot, per 10 pieces. Harga per lot ini pun murah. Karena dijual per lot (isi 10 pieces), harganya jadi lebih murah dari pada harga per satuan yang ada di pasaran lokal.

Waktu saya membelinya, saya berpikir kalau modul PAM8403 ini bakal bermanfaat di proyek-proyek mendatang, apalagi yang berkenaan dengan suara. Proyek saya yang bersuara sebelumnya ya hanya Radio, Radio Internet dan media player. Tapi ke depan bisa saja dipakai untuk proyek semacam Alexa, Google AIY Project, Voder, atau proyek sederhana seperti speaker aktif, speaker bluetooth, alarm, alat komunikasi, dan lain-lain. Nanti deh cari ide dulu, yang penting komponen sudah ada, hehehe…

TouchRadio Gagal?

{ Ini adalah sambungan dari tulisan sebelumnya: Ngoprek TouchRadio Yuk? }

Kemarin malam saya mencoba menyatukan beberapa komponen untuk merealisasikan TouchRadio, yaitu modul radio FM Tea5767 dan Amplifier PAM8403. Sayangnya berantakan karena saya salah menyambung kabel power yang berakibat rusaknya PAM8403, hahaha… Modul ini rupanya sensitif terhadap besar tegangan. Harus 5V.

Sedangkan Modul TEA5767 rusak karena kelamaan nyolder. Mungkin koneksi ke board inti TEA5767 lumer. Untungnya saya masih memiliki beberapa stok TEA5767 dan PAM8403 jadi proyek ini masih jalan.

Masalah timbul ketika menyambungkan TEA5767 yang membutuhkan pin A4 dan A5 untuk koneksi I2C (inter-integrated circuit, two wire interface). Sedangkan shield TFT 2.8″ juga membutuhkan A4 untuk reset. Jadi ketika library untuk ke-2 modul ini diaktifkan layarnya jadi putih semua. Saya coba menjalankan reset untuk TFT setelah setiap perintah ke TEA5767. Tapi jadi tidak nyaman. Setiap kali mengeset radio harus mengalami layar putih dulu baru kemudian muncul lagi tampilan di display TFT. Tentu bukan UX (user experience) yang menyenangkan.

Malam ini mendadak saya teringat kalau Arduino Leonardo memiliki pin tambahan SDA-SCL. Jadi saya pun mengganti board UNO ke Leonardo. Saya menyolder pin modul radio ke board Leonardo & meng-upload sketch TouchRadio. Ternyata gagal juga, teman-teman… #Gubrak.

Setelah saya googling, ternyata  pin SDA-SCL ini sama-sama terhubung ke pin microcontroller dimana A4-A5 juga terhubung. Jadi kedua set pin ini terhubung ke sumber yang sama. Hanya saja memang di Leonardo diberikan tambahan header. #GubrakLagi

Walau pun modul radio dan display sudah bisa berjalan saat ini, tapi pengalaman menggunakan TouchRadio jadi tidak nyaman. Buat apa kalau tidak nyaman dipakai? Apalagi saya belum menyambungkan modul RTC DS3231 yang sama-sama menggunakan SDA-SCL namun lebih intensif komunikasinya dengan microcontroller.

Hampir saja saya menggagalkan proyek TouchRadio ini dan menggantinya dengan proyek lain. Namun saya masih penasaran dengan hal ini. Mosok begitu saja gagal? Mesti ada solusinya. Saya tidak boleh menyerah!

Baiklah… biar pembaca penasaran seperti halnya saya saat ini yang SANGAT penasaran dengan solusinya, maka tulisan ini saya potong di sini dulu. Saya mau mencoba solusi yang terpikir saat ini. Anda juga boleh menuliskan ide solusi di bagian komentar. Siapa tahu kita bisa bertukar pikiran mengenai hal ini.