Pesanan PCB Jamdario

Pagi ini saya menerima paket PCB yang telah saya pesan seminggu yang lalu. Sebelumnya saya pernah kecewa berat saat memesan PCB, tetapi kekecewaan itu tidak menghalangi saya untuk mencoba memesan PCB di vendor lain. Kebetulan dari website-nya nampak profesional. Jadi saya pun memesan PCB Jamdario. Sayangnya memang harganya mahal, per PCB menjadi berharga hampir Rp 25rb (belum termasuk ongkir).

PCB Pesanan
PCB Pesanan

Setelah saya lihat ternyata hasilnya baik dan rapi. Memang sih tidak dilapisi cat hijau atau biru atau putih seperti kebanyakan PCB profesional, tetapi lumayanlah sudah dilapisi anti karat di jalur PCB-nya. Sedangkan lubang bor rapi dan tepat di tempat seharusnya. Saya terawang rangkap 4 ternyata lubangnya presisi. Berarti pengeborannya menggunakan bor CNC.

Hanya saja saya tidak menyertakan silk screen atau layer layout komponen yang semestinya dicetak di bagian atas PCB. Sebenarnya di Fritzing sudah ada fasilitasnya, tapi entah mengapa saya selalu gagal meng-export-nya ke PDF. Sedangkan kalau ke format Gerber bisa berhasil. Sayangnya tempat saya pesan PCB ini tidak menerima format Gerber.

Mungkin lain waktu saya akan pesan lengkap dengan layout komponen. Tapi sekarang mau nawar dulu, siapa tahu harganya bisa ditekan lagi, hehehe…

Memodelkan Desain PCB

Kalau Anda punya desain PCB, coba export desain ke format Gerber dan upload ke: 3D Gerber Viewer dan nikmati pemodelan dalam bentuk 3D. Anda bisa memutar-mutarnya untuk mengecek segala sesuatunya sudah baik dan siap untuk dibuat/dipesan PCB-nya dalam format Gerber.

Dewo LCD Clock
Dewo LCD Clock

Saya sendiri sudah mencobanya untuk memodelkan desain “Simple LCD Clock” yang merupakan seri penyederhanaan dari Jamdario. Sayangnya Fritzing hanya bisa mengekspor ke format Extended Gerber yang memisahkan setiap layer ke file terpisah. Jadi saya hanya bisa meng-upload 1 layer saja, yaitu bottom copper. Padahal semestinya silk dan drill layer ikut juga untuk menampilkan model PCB yang sebenarnya yg lengkap dengan lubang & layout komponen.

(Updated) Rupanya untuk mengunggah semua layer bisa, yaitu dengan meng-upload semua file layer. Hanya saja kok layer drill tidak tertampil, jadi PCB saya tidak berlubang. Hiks…

Yang jelas, 3D Gerber Viewer ini asyik banget karena model 3D bisa di-zoom dan diputar-putar. Seperti layaknya memegang PCB yang sudah jadi. Keren…

Kecewa Pesan PCB

Tempo hari saya menuliskan kalau saya memesan PCB (outsourcing) dari pada membuatnya sendiri. Setelah seminggu lebih menanti, akhirnya PCB pesanan tiba di meja saya. Hanya saja setelah melihat hasilnya, saya jadi kecewa berat. PCB dibuat ala kadarnya. Banyak lubang yang tidak tercover sempurna, bahkan kebanyakan rusak lingkarannya. Mungkin karena pengeboran yang tidak sempurna sehingga mengakibatkan ring rusak.

Ketika saya layangkan protes, pemiliknya meminta maaf dan mengakui kalau PCB tersebut terpaksa dia bikin sendiri, bukan oleh karyawannya, karena ada masalah internal di organisasi mereka. Dan pemilik usaha tersebut menawarkan diri untuk menggantinya.

Namun saya sudah terlanjur kecewa berat. Pertama, saya kecewa dengan lamanya pembuatan PCB ini. Sebelumnya mereka berjanji hanya membutuhkan waktu 4 hari saja. Tapi kemudian molor menjadi lebih dari 6 hari. Setiap hari saya cek tapi progres tidak jelas. Mungkin pada akhirnya PCB dikerjakan pemiliknya sendiri dengan tergesa-gesa.

Kedua, kok ya teganya memberikan hasil yang buruk kepada pelanggannya. Saya bilang hasilnya buruk bin jelek bukan karena saya tidak menghargai hasil kerja mereka, tetapi karena selain tidak rapi, PCB ini tidak bisa dipakai. Catat: TIDAK BISA DIPAKAI. Selain karena ring hole yang rusak, ada jalur yang rusak atau tidak tersambung, juga karena pengeboran yang tidak rapi sehingga komponen semacam IC tidak bisa masuk dengan sempurna kecuali dengan membengkokkan kaki-kakinya.

Ketiga, ini sangat fatal, ternyata PCB yang dihasilkan adalah mirror. Jadi terbalik hasilnya. Weks… betul-betul tidak bisa dipakai.

Keempat, dengan melihat cara mereka menjalankan bisnis, saya tidak yakin pembuatan berikutnya menjadi lebih baik. Jelas ini kesimpulan sesaat dari saya saja, dan mungkin bisa salah. Tapi melihat poin 2 dan 3, rasanya saya tidak perlu memberikan kesempatan lagi kepada mereka.

Mungkin pengalaman outsourcing saya ini juga banyak dialami oleh rekan-rekan lain. Dari sini saya belajar beberapa hal, yaitu:

1) Harga menentukan kualitas. Terus terang saya memilihnya berdasarkan harga yang murah. Dan saya salah. Lebih baik saya mengeluarkan uang sedikit lebih banyak dari pada kehilangan semua uang yang saya anggap murah itu.

2) Memilih vendor yang proven. Kadang kala mahal itu perlu kalau memang hasilnya baik & terjamin. Walau ada alternatif murah, buat apa jika kemudian hasilnya tidak bisa dipakai? Jadinya malah membuang uang, waktu dan opportunity.

3) Memilih vendor yang membuat PCB dengan mesin. Bukannya saya tidak menghargai hasil kerja manusia, tetapi harus diakui bahwa kemampuan manusia itu sangat terbatas. Termasuk dalam membuat PCB dengan jalur yang kecil dan lubang yang berdempetan, yang semuanya butuh kejelian mata dan keterampilan khusus yang tidak semua orang miliki. Lebih baik jika semua kerumitan itu diserahkan kepada mesin yang baik dengan akurasi yang tinggi.

Sementara ini saya masih akan mencari vendor pembuat PCB lagi. Ada beberapa kandidat yang di iklannya menyebutkan kalau mereka membuat dengan teknologi tinggi, termasuk dengan CNC, dan menampilkan beberapa foto hasil produksinya. Menarik. Lebih mahal sih. Ah, jangan bicara masalah harga lagi. Takutnya membuat kecewa lagi.

Bukan Hari Keberuntungan

Dua hari ini bukan hari keberuntungan bagi saya. Soalnya saya mengalami 2 hari yang apes. Ketidakberuntungan saya dimulai kemarin. Kemarin rencananya saya mau fotocopy desain PCB di kertas transparan. Lha kok kertas transparansinya ketinggalan di apartemen. Tetap nekat, sepulang kerja saya mencari kios fotocopy. Dan ternyata sulit mencari kios fotocopy yang bisa copy di kertas transparans. Kurang lebih sudah 6 kios saya sambangi dan mereka tidak punya transparansinya.

Pada kios ke-6 akhirnya bisa. Tapi ternyata hasilnya jelek. Jalur PCB ada yang terputus atau jalurnya bolong. Saya mencoba minta copy sampai 5 kali tetap jelek semuanya. Hiks.

Sambil pulang berharap ada kios fotocopy lagi, siapa tahu lebih bagus. Benar saja, saya mendapatkan kios fotocopy yang cukup rame. Syukurlah bisa copy ke kertas transparans. Dari 3 copy yang bagus cuma 1. Lumayanlah.

Pulang apartemen langsung mempersiapkan segalanya. Saya memotong PCB dengan mesin bor tapi menggunakan kepala pemotong. Kelihatannya lancar sampai ketika pemotongan berakhir adaptornya meledak. Listrik di apartemen pun padam. Terpaksa ke bawah minta engineer untuk menyalakannya lagi. Dan kegiatan ngoprek pun berakhir.

Hari ini masih melanjutkan ketidakberuntungan saya. Sore ini rencananya saya membuat adaptor sendiri pengganti adaptor yang meledak kemarin. Kebetulan saya punya trafo 500mA yang entah kapan saya belinya. Mungkin 2 tahun lalu. Sampai sekarang belum terpakai. Jadi saya pun mencoba merakitnya menjadi catu daya (power supply).

Sebenarnya rangkaian catu daya ini adalah rangkaian yang sederhana. Mungkin sekarang anak-anak SMP sudah diajarkan untuk membuatnya. Saya pun dengan lancar membuatnya. Nyaris hafal di luar kepala.

Namun ternyata kesederhanaannya itu tidak menjamin kesuksesan perakitan. Setelah semuanya terpasang dan saya test dengan multimeter tidak ada jalur korsleting, saya pun mencoba mencolokkannya ke listrik. Dan… meleduk lagi. Hiks… Kok ya rangkaian sederhana gitu hasilnya meleduk. (*gubrak*) Syukurlah tidak memadamkan listrik apartemen. Tapi rangkaian sudah tidak tertolong, jadi saya buang saja.

Setelah itu saya mencoba mengisi waktu dengan mentransfer desain ke PCB dengan setrika full hot. Hasilnya jelek. Transparansi mlenyeh. Hasil transferan bergeser. Dan jalur mbleber. Ehm, kemarin-kemarin lancar loh. Mungkin karena saya memotong transparansi menjadi kecil? Kemarin-kemarin transparansinya tidak saya potong.

Coba lagi bikin dengan mentransfer dari kertas biasa, bukan dari kertas transparansi. Eh hasilnya tidak jelas. Mungkin kurang lama menyetrikanya. Dan sudah bergeser jalurnya. Wah ternyata 2 hari ini bukan keberuntungan saya.

Sebenarnya sejak kemarin sudah memikirkan untuk menyerahkan pembuatan PCB ke jasa pembuatan PCB. Saya menemukan 3 jasa pembuatan. Sayangnya pemesanan harus dalam kuantitas yang banyak. Ada yang harus lebih dari 10. Untunglah ada yang minimal 5 copy. Saya akan mencoba memesannya ke sana. Memang jatuhnya lebih mahal dari pada bikin sendiri. Tapi PCB buatan profesional pasti lebih rapi. Maklum, kemarin-kemarin bikin PCB sendiri hasilnya tidak rapi.

Jadinya saya memilih jasa outsourcing dalam pembuatan PCB. Tapi saya jangan di-demo yaaa???

Membuat Efek Gitar Sendiri

Selain main gitarnya sudah karatan, rupanya keterampilanku berelektronikaku pun sudah karatan. Sudah tidak seteliti, secermat & sesabar dulu lagi. Maklum, kedua hobi ini sudah kutinggalkan selama belasan tahun.

Bermula ketika daku menemukan skema efek gitar yang tidak terlalu rumit dan semua komponennya tersedia di pasaran (tepatnya toko elektronika di Tangerang), yaitu MXR Distortion Plus yang bila dimodif sedikit bisa menjadi DOD 250. Wah menarik sekali. Dan kurasa daku bisa membuatnya. Langsung saja daku belanja semua keperluan untuk membangunnya.

Komponen MXR+
Komponen MXR+

Namun ternyata apa yang nampaknya sederhana itu tidak selamanya mudah untuk direalisasikan. Apalagi saat daku memilih cara hacker alias jalan pintas, yaitu membangunnya dengan menggunakan Perf Board (perforated board). Sekedar informasi, Perf Board ini adalah PCB yang sudah berlubang-lubang tapi tidak memiliki sambungan antar komponen. Untuk menyambungnya, kita perlu membuatnya sendiri, bisa menggunakan kawat kecil, kabel, atau sejenisnya.

Baca selebihnya »