Selamat Merayakan Idul Fitri 1438H

Kami sekeluarga mengucapkan: “Selamat merayakan Idul Fitri 1438H bagi saudara, sahabat, teman, yang merayakannya. Mohon maaf lahir dan batin.”

Iklan

Dukungan Doa Bagi Pak Ahok

Hari ini Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis 2 tahun penjara karena dianggap menista agama. Jutaan rasa sedih yang mendalam dari kami semua yang begitu mengagumi sosok Pak Ahok. Rasanya tidak rela jika Pak Ahok harus menanggung hukuman itu sedangkan kami yakin kalau Pak Ahok tidak bermaksud melakukan penistaan.

Rasanya sangat sedih ketika tahu kalau salah satu putera terbaik negeri ini harus menjadi seorang pesakitan dan tercerabut hanya karena permainan politik berkedok agama semata. Ah kami orang kecil nan bodoh ini tidak tahu permainan apa yang dimainkan oleh elit di ketinggian sana. Yang kami tahu hanyalah bahwa beliau tidak sepatutnya mendapat hukuman itu. Tapi apalah daya kami, kami hanya mampu mengucap doa dari kejauhan, dari tempat tersembunyi pun tak bersuara dalam sunyi, namun kami yakin Tuhan di atas sana mendengar doa kami.

Kekaguman kami bukanlah karena fisik, namun karena teladan dan karya nyata yang sudah diberikan oleh Pak Ahok kepada negeri ini. Beliau telah berpegang teguh pada ajaran Kristiani seperti bertanggung jawab dan setia pada semua perkara (kecil mau pun besar), adil dan tidak korupsi, dedikasi yang tinggi, berintegritas, membantu masyarakat kecil dan yang sakit, tidak dendam atau membalas, tidak iri dan dengki, tidak mencelakakan orang lain, memaafkan/mengampuni, dan dalam prosesnya beliau turut bertumbuh dan berkembang dalam jati dirinya. Dengan membantu sesama, sebenarnya beliau membantu dirinya sendiri. Beliau berkembang menjadi sosok yang sangat baik sekarang. Jauh lebih baik dari Ahok yang sebelumnya. Ini sudah pasti hal yang sangat positif sehingga beliau layak dicintai sebagian besar masyarakat Indonesia.

Jika superhero biasanya memiliki kekuatan fisik yang lebih dari manusia biasa, maka Pak Ahok adalah superhero yang memiliki kebaikan, karya nyata dan teladan yang lebih dari manusia biasa. Ya, beliau memang seorang superhero, seorang pahlawan.

Namun beliau tercerabut sekarang. Saya yakin bukanlah waktu yang lama dan beliau akan kembali. Sementara itu beliau akan menjadi teladan yang baik sekaligus panduan bagi hukum di Indonesia supaya menjadi lebih baik. Sebuah harga yang mahal. Namun tidaklah sia-sia. Tiada pengorbanan yang sia-sia.

Kami akan terus berdoa sampai Pak Ahok terbebas dan kembali berkarya bagi masyarakat. Semoga Tuhan berkenan membantu Pak Ahok dan keluarganya melewati cobaan ini. Kami yakin Tuhan mempunyai rencana hebat di belakang ini semua. Seperti bumi dengan langit, demikianlah perbedaan rencana manusia dengan rencana Tuhan. Dan rencana Tuhan selalu menang dan selalu yang terbaik.

Paket Yakin Esok Sembuh

Saya kok sebel dengan pembedaan paket pengiriman seperti paket Reguler dan YES (Yakin Esok Sampai). Karena ternyata paket YES bisa sampai di tujuan ke esokan harinya, sedangkan reguler bisa 3 hari baru sampai. Itu pun kalau beruntung. Kadang 4 hari baru sampai.

Kalau memang jasa pengantarannya sama, petugasnya sama, tujuannya sama, mbok yao (jowo banget) paket yang reguler di-cangking (diangkut) sekalian. Jadi keesokan harinya paket reguler bisa sampai juga. Saya kok jadi berpikir paket yang reguler sengaja ditinggal dulu biar nanti-nanti saja kalau petugasnya luang baru kemudian diantarkan.

Ini sama sebelnya dulu ketika perusahaan pengiriman milik pemerintah yang sempat membuat pembedaan pengiriman menjadi 3, yaitu paket biasa, kilat dan kilat khusus. Mungkin besok dibuat paket kilat mengkilat yang diantarkan Gundala Putera Petir yang bisa 1 jam nyampai. Gubrak…

Ya… saya sebel, semestinya kalau memang bisa diantarkan dengan cepat secepat kilat, mengapa harus ditunda-tunda? Bukannya paket itu cukup dinilai dari besaran dimensi dan beratnya saja? Semestinya kecepatan pengantarannya sama!

Saya jadi membayangkan seandainya ada rumah sakit yang membuat paket seperti itu, misalnya paket biasa, paket cepat sembuh, paket yakin esok sembuh (YES).

ATM ABC Siwalan

Kalau membaca “siwalan” di judul, itu bukan typo. Tapi sengaja saya tulis “siwalan”. Soalnya kalau saya tulis “sialan” kok kayaknya kasar banget, hehehe…

Kejadian bermula ketika saya mau mengambil uang di ATM sebuah bank ternama, sebut saja ABC (supaya gampang saja, soalnya kalau pakai nama XYZ kok rasanya sulit tertebak #gubrak). Saya pilih pengambilan nominal 500ribu. Ironisnya saat uang keluar, uang langsung tersembur. Ini ATM kurang ajar banget ya? Itu kan uang saya, suka-suka saya mau ambil, eh kok ngasihnya dilempar kayak gitu? Cuma selembar yang masih terjepit di ATM.

Kontan saja saya segera mengumpulkan sebaran uang tersebut dengan terburu-buru, soalnya ATM tidak di dalam box jadi uang tersebar begitu saja. Saat semua terkumpul dan saya lihat kanan-kiri sudah tidak ada lembaran yang tersisa, kemudian uang saya hitung. Ternyata cuma 450ribu. Kurang 50ribu.

Seorang Mbak yang antri ATM juga tidak melihat lembaran yang tersisa di lantai. Bahkan dia ikut membantu cari tapi tidak ketemu.

Saya cek mutasi saldo via e-banking saldonya sudah berkurang 500ribu. Saya pikir yang 50ribu tertelan dan masuk rekening lagi, ternyata tidak. Jadi terpaksa saya relakan uang 50ribu itu hilang.

Foto Bareng Pak Ahok

Kemarin saya dan Tim IT Corp mengikuti acara pembukaan IBM Linux Challenge 2016 yang diselenggarakan di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta. Setelah itu acara ditutup dengan makan malam. Acara memang agak dipercepat karena setelah itu akan ada acara lain dimana Pak Ahok akan hadir.

Tampaknya teman-teman IBM dan peserta yang lain tidak segera pulang walau pun acara makan selesai. Rupanya mereka menunggu kedatangan Pak Ahok. Benar saja, kira-kira jam 6 kurang lima belas menit Pak Ahok datang dan segera diserbu teman-teman dan didaulat untuk foto bersama. Pak Ahok pun meminta agar foto dilakukan berombongan saja supaya cepat mengingat begitu banyaknya orang yang antusias foto bersama.

Saya hanya bingung, pengen ikut foto tapi siapa yang motoin? Karena Tim IT Corp sedang solat Maghrib. Jadi saya pun mencolek seseorang yang saya kenal untuk memotretkan. Jadi setelah beberapa rombongan selesai saya segera meminta teman untuk memotret saya bersama Pak Ahok. Orang-orang di sekitar yang mengganggu saya usir saja, hahaha… Jadilah saya foto berdua dengan Pak Ahok.

Memperhatikan foto Pak Ahok, saya jadi sadar kalau senyumnya tulus, tidak seperti pejabat lain. Dan lagi beliau nampak sabar dan sopan menghadapi kami-kami yang mencuri waktunya untuk foto bersama sambil menjawab beberapa pertanyaan, padahal beliau kan akan ada acara dan tampaknya sibuk banget.

Ini dia foto-fotonya. Terima kasih Pak Ahok. Yang jelas setelah itu saya jadi terinspirasi dan sangat bersemangat.

Jalan Diseret

Pernah dengar suara sepatu berhak tinggi (high heel) atau sepatu dengan sol keras? Cetok-cetok-cetok… Kalau kebetulan sedang konsentrasi tinggi suara ini sering membuyarkan konsentrasi. Syukurlah lama-lama daku bisa beradaptasi dengan suara sepatu ini.

Tapi yang sampai sekarang belum bisa daku adaptasi adalah ketika ada orang yang jalannya diseret dan sepatunya menimbulkan suara yang tidak nyaman di telinga. Padahal saat kulihat orang yang berjalan tersebut masih muda dan sehat. Tampak tidak ada masalah dengan kesehatannya.

Dari beberapa orang yang jalannya diseret, daku perhatikan orangnya memang tampak loyo, lambat dan seringkali wajahnya kuyu. Semakin daku perhatikan dari hari ke hari, kok jalannya tetap diseret? Mungkin sudah jadi kebiasaan?

Jadi berpikir, apakah jalan diseret ini berhubungan dengan vitalitas seseorang? Apakah yang jalannya diseret dan berisik itu berarti orangnya lambat, loyo, dan malas? Atau tidak ada hubungannya? Atau hanya karena kebiasaan saja? Yang jelas, beberapa orang yang jalannya diseret daku perhatikan tidak ada masalah dengan kesehatan. Hanya saja, ada beberapa kesamaan dari mereka, yaitu lambat & terkesan loyo.