Desain UI/UX Nurse Call System 2019

Sebenarnya ide ini sudah dicoba untuk dikembangkan sejak 2015-2016, namun sayangnya belum sempat terealisasi dan sampai sekarang masih mangkrak (baca: Demo Prototype Nurse Call System). Hingga akhirnya saya mencoba mendesain ulang UI/UX untuk Nurse Call System tersebut tentu dengan desain yang lebih modern. Di bawah ini adalah contoh videonya :

Rencananya piranti ini dibangun menggunakan Raspberry Pi Zero W dengan display TFT 5″ resolusi tinggi ditambah dengan kontroler untuk beberapa tombol dan rotary switch. Rotary switch dikelilingi oleh LED RGB yang akan menyala sesuai kebutuhan, hijau jika keadaan baik, merah jika ada panggilan atau emergency, biru jika pasien melakukan pemesanan, oranye jika ada panggilan komunikasi dari perawat di nurse station, dan lain-lain. Oh iya, tentu saja tombol tekan konvensional tetap disertakan. Gunanya untuk pemanggilan darurat tanpa melalui antarmuka piranti ini.

Baca selebihnya »

Iklan

Say It with Light! (Revision 1)

Ini adalah catatan saya dalam mendesain “Say It with Light!”. Setelah mempertimbangkan beberapa hal untuk memenuhi prinsip murah, meriah dan mudah, maka saya pun me-redesain rangkaian dengan menggunakan ATmega8 dari Atmel. Saya sangat berterima kasih kepada Atmel yang telah mengirimkan sample dari beberapa microcontrollernya.

Tampilan prototype "Say it with Light!" revisi 1
Tampilan prototype “Say it with Light!” revisi 1

Menggunakan chip ATmega8 justru mempermudah saya dalam mendesain “Say It with Light!” karena ATmega8 telah menyediakan 20 pin bebas setelah dikurangi beberapa pin yang digunakan untuk kebutuhan internal Arduino. Sedangkan “Say It with Light!” cuma butuh 17 pin I/O dengan perincian 16 pin untuk pengaturan display dot matrix dan 1 pin untuk tombol pengubah tampilan.

Cukup menggunakan 1 chip
Cukup menggunakan 1 chip

Ke-16 pin ini dibutuhkan untuk mengendalikan display dot matrix secara langsung. Pendekatan ini memang tidak efisien karena sebenarnya kita cukup menggunakan 3 pin pengendali jika menggunakan 2 buah Shift Register seperti ketika mendesain dengan ATtiny85. Kelemahan lain adalah ketika memprogramnya karena butuh pengelolaan pin yang lebih banyak.

Rangkaian rev 1 lengkap dengan komponen pasif pendukung
Rangkaian rev 1 lengkap dengan komponen pasif pendukung

Di balik ketidakefisienan ini, teknik pengendalian langsung justru punya kelebihan, yaitu proses penampilan jadi lebih cepat karena tidak perlu diproses chip external. Tampilan jadi tampak lebih terang dan stabil. Bebas flicker walau pun saya tambah perintah delayMicroseconds. Pada code ATtiny85 saya tidak menambahkan delay tapi tampilan tetap flicker.

Dengan ATmega8 lebih stabil
Dengan ATmega8 lebih stabil

Saya mendesain ATmega8 untuk bekerja dengan clock external memanfaatkan crystal 16 MHz. Kecepatan proses jadi lebih cepat 16× (atau lebih?) dari pada desain dgn ATtiny85. Sebenarnya ATtiny85 bisa bekerja sampai 20 MHz tapi itu sama saja memboroskan pin I/O-nya untuk dipakai dengan crystal external. Jadi desain tempo hari cuma mengandalkan clock internal ATtiny85 yang cuma 1 MHz.

Dari segi memori ternyata antara ATmega8 dan ATtiny85 sama-sama punya 8 KB ISP (in-system self-programmable flash program memory). Wow, ATtiny85 memang hebat ya? Jadi dalam hal kapasitas program sejajar. Hanya saja ada kelemahan dalam pemrograman ATtiny85 terutama jika kita menggunakan IDE Arduino, yaitu karena ATtiny85 tidak bisa mengakomodasi array 2 dimensi. Jadi penyimpanan text yang akan ditampilkan disimpan dalam array linear. Sedangkan jika menggunakan ATmega8 hal ini tidak masalah (tentu setelah burning bootloader Arduino).

Dalam pemrograman “Say It with Light!” Rev 1 (dgn ATmega8) ini saya menambahkan beberapa pesan yang bisa ditampilkan, misalnya icon smile, animasi panah (ceritanya untuk nembak hati), Y/N (untuk menjawab), dan beberapa icon lain yang sedang saya coba apakah bisa ditampilkan dengan baik atau tidak. Saat ini code ukurannya cuma 2,5 KB dari sekitar 7,2 KB yg tersedia. Berarti masih punya ruang untuk pesan-pesan lain yang ingin ditampilkan.

Saat ini saya sedang mendesain PCB untuk membuat permanen prototype “Say It with Light!” revisi 1. Kali ini desain PCB tidak terpaku dengan sambungan urut karena tidak menggunakan Shift Register tapi langsung dari pin ATmega8. Ini berarti desain PCB bisa diatur sambungan antara ATmega8 dengan pin display dot matrix berdasarkan kedekatan pin. Jadi bisa didesain jalur yang terdekat dan terbaik. Sisanya tinggal mapping di code. Hasilnya desain saya kali ini tidak ada jumper-nya. Horeee…

Sementara ini dulu catatan desain prototype “Say It with Light!” revisi 1. Jika ada masukan, silakan dituangkan dalam box komentar di bawah.

Salam ngoprek

Prototype Garduino ala Dewo versi 1

Rupanya sudah beberapa hari prototype Garduino ala dewo saya tinggal tugas dinas ke Pekanbaru. Entah bagaimana sekarang keadaannya. Semoga dia bisa bekerja dengan baik menyirami tanaman sesuai kelembaban tanah di pot.

Prototype ini masih belum sempurna, secara masih ada kekurangannya, yaitu belum adanya Grow Light untuk membantu fotosintesa. Alasannya adalah karena saya baru punya 1 relay dan belum punya Grow Light. Nantinya akan saya lengkapi. Sementara ini saya ingin menunjukkan komponen apa saja yang ada di Prototype versi 1 ini.

Prototype Garduino ala Dewo versi 1
Prototype Garduino ala Dewo versi 1

Berikut adalah penjelasan sesuai dengan nomer di gambar di atas.

1. Tanaman

Tampak pada gambar, nomer 1 adalah tanaman saya yang sangat menderita karena saya tidak telaten dalam merawatnya. Lebih menderita lagi karena saya lupa nama tanamannya. Sungguh keterlaluan ya?

Tapi penderitaannya semoga berakhir saat Garduino ini bisa berjalan dengan baik.

2. Prototype Garduino

Di sinilah otak dari proyek gardening ini. Saya menggunakan Arduino Leonardo ditambah Protoshield yang saya desain untuk beberapa sensor dan 1 relay. Kemudian semuanya diprogram bekerja untuk proyek gardening.

Arduino + Protoshield
Arduino + Protoshield

Oh iya, ada beberapa proteksi yang saya tambahkan di program Garduino ala Dewo, yaitu:

  • Proteksi lama pompa menyala. Saya membatasi penyalaan pompa maksimum 10 menit.
  • Proteksi jeda penyalaan pompa. Interval antara penyalaan pertama dengan penyalaan berikutnya harus lebih dari 10 menit.
  • Proteksi kelembaban tanah. Garduino hanya akan menyalakan pompa saat kelembaban terbaca di bawah 500 dan akan segera dimatikan jika kelembaban terbaca 600. Rentang nilai ini masih experimental, bisa saja kita ubah ambang bawah menjadi 400 dan ambang atas tetap di angka 600.

Proteksi ini dilakukan supaya tidak terjadi genangan atau kebanjiran, pompa air tidak terlalu lama menyala sehingga kepanasan (terutama jika air di box habis) dan supaya terjadi penghematan air.

3. Soil Moisture Sensor

Ini adalah sensor utama dari Garduino ini. Tugasnya untuk mengindera kelembaban tanah di pot. Nilai kelembaban ini akan dievaluasi oleh Garduino. Jika nilainya di bawah 500, maka Garduino akan menyalakan pompa dengan kondisi jeda antar penyiraman sebelumnya telah tercapai, yaitu jeda 10 menit.

Soil Moisture Sensor in action
Soil Moisture Sensor in action

Sebenarnya ada solusi selain menggunakan sensor Soil Moisture ini, yaitu dengan sepasang paku. Hanya saja saya menggunakan sensor Soil Moisture ini demi akurasi pembacaan kelembaban tanah. Karena jika menggunakan sepasang paku, kita harus menghitung secara manual tegangan yang dihasilkan oleh sepasang paku tersebut.

4. Digital Humidity & Temperature Sensor dan Ambient Light Sensor

Sensor suhu dan kelembaban digital ini adalah tambahan saja. Tugasnya untuk mengindera suhu dan kelembaban udara sekitar. Pada proyek Garduino ini saya menambahkan kode untuk memberikan alert dengan pengedipan LED jika suhu udara sekitar lebih dari 27 derajat celcius, yang mana pada akhirnya ternyata menyala terus karena suhu ruangan selalu di atas 27 derajat celcius, hehehe…

Digital Humidity & Temperature Sensor dan Ambient Light Sensor
Digital Humidity & Temperature Sensor dan Ambient Light Sensor

Sedangkan sensor Ambient Light ini termasuk penting dalam mengindera intensitas cahaya sekitar tanaman. Semestinya dia dapat dimanfaatkan untuk memicu penyalaan Grow Light. Jika pembacaan intensitas cahaya kurang, maka Garduino bisa memicu relay untuk menyalakan Grow Light.

Nantinya akan saya pasang 1 relay dan lampu grow light untuk mengakomodasi hal ini.

5. Relay untuk Pompa

Ini sebuah relay yang lucu, karena saya memasukkannya ke dalam tempat bumbu. Ini saya lakukan untuk proteksi, supaya terjadi isolasi antara Garduino yang bekerja dengan tegangan rendah dengan relay yang akan memicu peralatan dengan tegangan tinggi.

Relay yg imut
Relay yg imut

Selain itu tempat bumbu ini akan melindungi kita dari bahaya kesetrum atau korsleting. Tentu saja lebih aman jika ada percikan air dari pompa atau kontainer.

6. Box Air

Box ini berisi air dan pompa air mini. Box ini saya ambil dari lemari plastik milik Kirana. (*Hehehe… pinjem dulu ya, Dik?*) Sedangkan pot saya letakkan di atasnya. Oh iya, saya menaruh pot di atas sebuah tatakan dari tempat penampungan botol serba guna.

Pompa air akuarium mini
Pompa air akuarium mini

Pompa air mini diletakkan di dalam box air ini. Yang perlu diperhatikan adalah karena pompa ini berdaya rendah, maka daya semprotnya juga rendah. Dia harus diletakkan sedekat mungkin dengan pot.

Selang penyiraman
Selang penyiraman

Selang penyiraman dibuat melingkar dan dilubang-lubangi supaya bisa lebih merata penyiramannya.

Pompa air mini di dalam box air
Pompa air mini di dalam box air

Pompa air mini dilekatkan pada dinding box air. Saya belum bisa mengetahui air sebanyak itu bisa bertahan untuk berapa hari penyiraman. Tapi jika penyiraman dilakukan hanya saat tanah kekeringan, mungkin air segitu akan awet.

Penutup

Rupanya saya memanfaatkan banyak barang seadanya dari sekitar saya, hehehe… Jadinya rapi kan? Hehehe…

Tulisan terkait:
~ Unboxing Arduino Leonardo
~ Oh Tanamanku, Yes Arduinoku
~ Apa itu Arduino?
~ Belanja Elektronik
~ Bikin Prototype dengan Protoshield
~ Ngoprek Sensor Temperature & Humidity (DHT11)
~ Ngoprek Soil Moisture Sensor & Relay
~ Ngoprek Sensor Ambient Light
~ Membuat PCB untuk Proyek Garduino (Simple Version)
~ Menghitung Biaya Prototype Garduino
~ Memproduksi Garduino
~ Garduino is up and running
~ Video Simple Garduino (Gardening Arduino)
~ Apa Saja Manfaat Garduino?
~ Kopdar Dadakan dengan Blogger Chik4
~ Gardening with ATtiny

Belum Ada Judul

Ini adalah draft (memang lagu bisa draft?) atau prototype sebuah lagu. Masih belum selesai dan masih perlu diperbaiki, terutama permainan gitarnya (hiks). Walau pun demikian daku merasa perlu meng-upload-nya. Terutama sebagai arsip. Atau bisa juga dapat masukan dari para sahabat tentang alur ceritanya, eh, alur lagunya. Siapa tahu bisa jadi proyek kolaborasi. Hihihi…

Baca selebihnya »