Selamat Paskah 2012

Bagi yang mengimani karya penebusan dan keselamatan Yesus Kristus, kami sekeluarga mengucapkan Selamat Paskah. Kita telah ditebus dan diselamatkan oleh-Nya.

Damai sejahtera dari-Nya telah diwariskan kepada kita. Berbahagialah orang yang berkenan kepada-Nya.

Inspirasi Hari Ini: Maaf Proaktif

Sebagai manusia sosial yang tidak sempurna, tentu ada kalanya kita menghadapi suatu masalah dengan sesama yang membuat hubungan menjadi renggang atau malah putus sama sekali. Dan hilanglah harmoni di antara sesama. Kalau di posting sebelumnya kita membahas “Maaf” dalam konteks kita yang bersalah dan kemudian mengucapkan kata “maaf”, maka kali ini kita akan membahas “Maaf yang Proaktif.”

Maaf yang proaktif adalah ucapan maaf dari kita saat kita menghadapi suatu masalah dengan sesama walau pun sebenarnya kita tidak bersalah. Maaf yang proaktif ini merupakan upaya pendamaian karena terjadi masalah pada hubungan dengan sesama.

Mungkin orang lain yang bersalah atau memusuhi kita, dan akibatnya hubungan kita dengannya menjadi tidak sehat. Namun apa salahnya kita meminta maaf duluan? Inilah “maaf yang proaktif.”

Baca selebihnya »

Inspirasi Hari Ini: Terima Kasih

Berapa kali dalam sehari kita mengucapkan kata “terima kasih”? Dalam konteks apa kita mengucapkan kata “terima kasih”? Kepada siapa kita mengucapkan kata “terima kasih”? Atau malah seringkali kita lupa mengucapkannya?

Bagi sebagian orang, mengucapkan kata “terima kasih” adalah suatu hal yang sulit. Bagi sebagian yang lain, ucapan “terima kasih” hanya diberikan kepada seseorang yang telah memberikan uang atau kado kepadanya. Atau diucapkan ketika orang lain berhasil membantu kita secara profesional.

Namun apakah kita mengucapkan “terima kasih” untuk ibu/istri yang telah menyiapkan makan pagi kita? Apakah kita mengucapkan “terima kasih” pada ibu/istri yang membangunkan kita pagi ini sehingga kita tidak terlambat pergi bekerja atau ke sekolah? Atau malah ngomel? Hihihi…

Apakah kita mengucapkan “terima kasih” kepada tukang ojek atau sopir angkot yang telah mengantarkan kita dengan selamat sampai tujuan? Apakah kita mengucapkan “terima kasih” kepada ibu kantin yang telah menyediakan kita makan?

Baca selebihnya »

Satu Tambah Satu Tidak Selalu Dua

1 + 1 = 2

Rasanya semua sepakat dengan pernyataan ini. Pun anak TK yang baru belajar berhitung. Maklum, penjumlahan ini merupakan pelajaran pertama bagi anak-anak balita yang baru belajar berhitung.

Namun pernyataan matematis ini bisa menjadi berbeda ketika kita membawanya ke ranah belief system. Mari kita tengok sekali lagi contoh matematis di atas. Kalau di Kristen, hitungannya menjadi:

1 + 1 = 1

Tidak percaya? Silakan buka Kitab Matius 19. Nampak di sana hitungannya jadi beda.

Ini adalah salah satu contoh belief system yang mengacu pada religi yang ternyata berbeda dengan matematika secara umum. Namun jika kita teliti lebih lanjut, logika pengambilan keputusan dari ayat di atas yang menghasilkan angka 1 ternyata dapat diterima secara logika. Jadi walau pun di ranah matematika hitungan dari religi tersebut salah, namun secara logika ayat-ayat tersebut dapat diterima.

Tapi boleh jadi belief system berbasis religi di atas akan memicu kontroversi bagi pihak lain yang tidak sepaham.

Baca selebihnya »