Tahu Pong Semarang

Daku pernah membahas Tahu Gimbal di beberapa posting terdahulu (#1 dan #2) dan nyaris saja daku menuliskan lagi perihal makanan yang boleh dikata makanan favoritku ini (*hayah tenane*). Entahlah, daku memang menyukai masakan ini. Ngangenin soalnya. Dulu pernah ada penjual Tahu Gimbal di Tanjung Duren. Tapi entah mengapa keberadaannya menghilang begitu saja bagaikan ditelan angin sehingga perlu ditanyakan pada rumput yang bergoyang (*bletaaak*).

Tahu Pong
Tahu Pong

Namun supaya tidak bosen dengan ulasan Tahu Gimbal, kini daku akan memposting makanan yang tidak kalah asyiknya. Bahan baku utamanya sama, yaitu TAHU. Makanan yang termasuk khas Semarang ini dijuluki “Tahu Pong.” Entah mengapa diberi julukan Tahu Pong. Mungkin karena tahu yang dimasak ini menjadi gembung dan tengahnya melompong-pong-pong seperti kepompong kosong. Jadilah namanya Tahu Pong. Jelas ini pengawuranku saja, Saudara-saudara. Hehehe…

Read More »

Iklan

Adu Nyali

Benar-benar menegangkan. Sampai sekarang masih deg-degan. Benar-benar adu nyali yang sesungguhnya dengan pertaruhan nyawa.

Ceritanya tadi daku, Sisi & Kirana menjelajah beberapa mini market. Stok air galon rupanya habis di beberapa mini market sehingga kami harus ke mini market yg lebih jauh. Syukurlah setelah beberapa saat kami bisa mendapatkan mini market yang menjualnya.

Karena jalanan masih agak sepi & karena tidak jauh dari rumah, kami tidak menggunakan seat belt. Hal yang sangat jarang daku lakukan sebelumnya. Dan mungkin pengabaian ini bisa saja berakibat fatal!

Terbukti saat kami pulang dan melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba dari arah depan sebuah mobil yang melaju kencang berpindah jalur seakan-akan sengaja mau menabrak kami. Daku segera saja menembakkan lampu jauh untuk memberi peringatan. Namun mobil itu cuek & sudah semakin dekat sehingga daku segera menghindar ke jalur kanan. Benar-benar nyaris karena jaraknya tinggal dikit lagi. Puji Tuhan lajur kanan sepi & di belakangku tidak ada kendaraan lain yang bisa saja jadi korban mobil songong ini.

Segera saja kukoreksi arah mobilku kembali ke lajur kiri. Kulihat dari spion mobil songong itu kemudian menepi ke luar jalan sambil mengerem mendadak. Puji Tuhan tidak terjadi kecelakaan. Benar-benar deg-degan karena kami semua tidak pakai sabuk pengaman. Dan lagi Kirana duduk di bangku tengah juga tanpa tempat duduk khusus utk bayi. Benar-benar tidak bisa terbayangkan seandainya daku tidak segera mengantisipasi dgn berkelit berpindah jalur ke kanan. Seandainya daku ngerem & berhenti atau berkelit ke arah kiri pun bisa jadi tidak seberuntung itu!

Terima kasih Tuhan.

~~~
Note:
* Mobil songong ini berpindah jalur dengan sengaja. Jalannya lurus ke arah kami dengan kecepatan di atas 40 km/jam.

* Mobil songong ini sebelum berpindah jalur telah melewati sebuah tikungan patah sehingga tidak mungkin sopirnya ngantuk atau rem blong. Malah kulihat ada akselerasi.

* Setelah upaya menabrakkan diri gagal, mobil songong memilih keluar jalan dan ngerem mendadak. Tuh kan, remnya berfungsi.

Transit

Horeeee… hari ini daku pulang Semarang. Tentu saja setelah ijin karena Paskah kemarin tetap bekerja di client. Sayangnya tidak ada penerbangan langsung dari Pekanbaru ke Semarang. Jadi harus transit Jakarta.

Syukurlah perjalanan diteruskan dengan perusahaan penerbangan yang sama dan jedanya cuma sejam. Soalnya kalo penerbangannya beda atau jeda pesawat berikutnya terlalu lama, maka kita harus repot ngurus bagasi, tiket, dll.

Pernah repot transit? Daku pernah. Dari penerbangan yang beda sampai jeda penerbangan berikutnya yang berjam2.

Tapi daku pernah jumpa penumpang lain yang rupanya sangat nelangsa karena harus beberapa kali transit. Jedanya pun luar biasa lama sehingga penerbangan dari ujung Timur Indonesia ke bagian tengah harus ditempuh dalam 2 hari. Sampainya pun sudah malam. Dari ceritanya, penerbangan di daerahnya cuma ada 3x dalam seminggu. Itu pun kerap batal. Tentu saja harga tiketnya selangit. Hiks, jadi trenyuh dengernya.

Jadi, tetap nikmati! Banyak orang yang tidak seberuntung & senyaman kita.

Foto Holden Premier

Hari Minggu kemarin saat kopdar dengan beberapa blogger (blogger keluarga sih. hehehe), lha kok tiba-tiba kami menemukan foto Holden Premier yang pernah daku singgung saat posting tidur sambil nyopir. Kebetulan sangad. Soalnya mobil itu sangat bersejarah bagi kami.

Langsung saja foto sealbum daku bawa dan daku scan. Inilah foto Holden Premier bersejarah tersebut. Plat-nya masih merah. Setelah itu dibeli papah & ganti plat hitam.

Holden Premier
Holden Premier

Di dalam mobil ada Papah, Ibu, Mas Tinon, Mbak Dewi dan tentu saja daku, selaku sopir keluarga. Eh, yang motret siapa ya?

Tukul Kopdar

image

Mendadak sore tadi Semarang cuacanya jadi adem. Bahkan sempat gerimis, seolah turut mendramatisir suasana. Mungkin karena ada 2 orang cool sedang kopdar (kopi darat) di Semarang. Yang satu baru saja mendarat setelah bertugas di Soe. Sedangkan yang satu lagi sudah lebih dulu mendarat di Semarang kemarin malam setelah bertugas seminggu di Makasar.

Dinginnya cuaca tidak menghalangi keduanya untuk menenggak root bear dengan float krim. Maklum, orang cool (hayah). Inilah quick photo mereka.

Read More »

Tol Kanci Semakin Panjang

Kurang lebih sudah setengah tahun tidak merasakan perjalanan darat ke Semarang. Dan ketika liburan Waisak kemarin daku & keluarga lewat jalan darat, ada satu hal yang menarik dalam perjalanan ini, yaitu tambah panjangnya Tol Kanci. Sekarang tol ini berakhir di Tanjung, Brebes. Dan melihat jalurnya yang masih dikerjakan, mungkin tol ini bakal lanjut sampai Tegal.

Gerbang Tol Mertapada
Gerbang Tol Mertapada

Jika benar demikian, rasanya perjalanan ke Jawa Tengah bakal lebih nyaman lagi. Tapi jangan kaget saat membayar di gerbang tol Mertapada karena biayanya Rp21,000. Tidak lebih mahal dari tol Cipularang sih, tapi sempet kaget juga, soalnya 2 gerbang sebelumnya cuman Rp4,000. Hihihi… baru pertama kali soalnya, jadi tanpa persiapan uang tol.

Pemandangan sekitar masih asri, didominasi perkebunan jagung dan tebu. Tidak lupa perkebunan ini dihiasi SUTET (saluran udara tegangan ekstra tinggi) PLN. Weks…

Sayang daku tidak sempat berhenti dan memotretnya. Soalnya tancap gas terus, mumpung masih mulus jalannya…

Demo Untuk SBY, Kebanjiran dan Jual Mobil (Sekalian Nulisnya)

Selagi nonton TV yang sedang heboh menayangkan demo disana-sini yang mengecam kinerja Presiden SBY dan Boediono dalam 100 hari pemerintahannya, daku malah mendapat berita heboh yang lain. Yaitu tentang banjir di perumahan Graha Wahid, Semarang. Peristiwa ini jadi heboh banget karena di sanalah keluargaku bermukim.

Tentu saja daku tidak langsung percaya karena Graha Wahid termasuk di lokasi yang tinggi. Berkali-kali hujan yang mengakibatkan banjir di Semarang belum pernah membuat Graha Wahid kebanjiran. Daku jadi percaya saat Sisi mengirimkan foto banjir yang menggenang di ruang tamu setinggi mata kaki.

Weks… Kalau di dalam rumah saja setinggi mata kaki, maka di luar seberapa tingginya ya? Kemudian Sisi menggambarkan kalau di jalanan banjir sampai melampaui ban mobil sedan.

Read More »