Shell Script vs PHP CLI

Saya memerlukan sebuah script kecil untuk memonitor jumlah antrian email yang tertunda tidak terkirim. Jika jumlahnya di atas 10 dan 50 email, maka script harus segera mengirimkan email ke saya supaya saya bisa segera melihat apa yang terjadi di server.

Soalnya beberapa kali server kami diserang malware yang mengakibatkan server kami menjadi server relay/spammer yang mengirimkan ribuan email spam dan kemudian di-block oleh server anti spam. Akibatnya email dari server kami ditolak oleh mail server yang menggunakan referensi dari server anti spam.

Tadinya saya mau bikin bash/shell script. Tapi rupanya saya perlu belajar sintaks-nya yang rada njelimet. Hampir sejam belajar dan merasa kok bahasanya bikin males. Untung bukan kertas, kalau kertas bisa saja saya sobek-sobek.
Baca selebihnya »

Virtualisasi Dengan Proxmox VE untuk Makassar

Server IBM seri X terbaru telah tiba di Makassar. Server ini cukup powerfull dengan 2 processor Xeon 8C E5-2640. Total memiliki 32 thread. Wow…

Berbekal spesifikasi yang mumpuni, saya mengusulkan untuk menggunakan virtualisasi. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa saya mengusulkan penggunaan virtualisasi, yaitu:

  1. Memisahkan fungsi webserver (dan aplikasi) dengan database server ke 2 Virtual Machine. Jadi core prosesor terbagi untuk kedua fungsi tersebut.
  2. Dengan VM, maka proses backup dan recovery dapat dilakukan dengan cepat per-VM. Atau jika kelak migrasi mesin bisa dilakukan per image VM. Tidak perlu proses instalasi lagi.
  3. Bisa ditambahkan VM baru sesuai kebutuhan kelak di kemudian hari.

proxmox

Baca selebihnya »

Tech Talk: Optimasi dan Tuning Server

Sekali-kali ngomongin pekerjaan ya? Biar blog ini lebih nampak serius (*hayah*). Maka perkenankanlah saya menulis tech talk. Oh iya, tulisan ini juga dimuat di studewo.com.

Salah satu masalah yang kami hadapi saat ini adalah semakin melambatnya sistem, terutama di saat beban puncak di jam-jam tertentu. Sebenarnya kami sudah memiliki server yang cukup powerful, namun ternyata itu saja tidak cukup. Lalu kami pun berdiskusi dengan salah seorang konsultan sistem. Setelah berdiskusi dengan beliau, kami pun menganalisa sistem bersama tim.

Optimasi server

Kita perlu mengoptimasi peletakan beberapa folder sistem di partisi terpisah. Itu pun perlu diurutkan dengan mempertimbangkan harddisk mekanis yang memiliki kecepatan tertinggi dengan metode sequential. Partisi yang perlu dibuat dengan urutan: system, home, DB (khusus), var, swap.

Tentu hal ini tidak berlaku jika menggunakan SSD, karena SSD tidak memiliki komponen mekanis. Lebih lanjut, berdasarkan pengalaman, perlu ditentukan penggunaan RAID yang paling cepat dan aman. Tempo hari kami berhasil mengkonfigurasikan RAID50 yang kecepatannya 2x konfigurasi RAID5 biasa.

Baca selebihnya »

Nyicipin Teknologi Cloud

Senangnya dapat kesempatan nyicipin teknologi cloud. Ini upaya ke-2 setelah sebelumnya saya mencoba server cloud milik ubuntu. Kali ini saya diberi kesempatan oleh teman saya selama 2 minggu. Asyik…

Dashboard Cloud
Dashboard Cloud

Kami dapat virtual server dengan spesifikasi clock 2 GHz, RAM 4 GB dan kapasitas storage 99 GB. Lumayan kan? Rencananya saya mau gunakan untuk uji coba modul appointment. Mungkin minggu depan akan saya coba untuk sistem informasi Rumah Sakit.

Asal tidak dihack sama Pink
Asal tidak dihack sama Pink

Saat ini saya sedang install LAMPP, phpmyadmin, setup Samba & FTPD, Email server dan Webmin. Apalagi ya? Sementara itu dulu deh. Besok kalau ada perkembangan akan kutuliskan lagi.

Terima kasih untuk Bro Budi, Bro Adrian YW dan Limasindo.

Server Oh Server

Hampir 2 minggu ini kami mengurusi server Co-Location yang kami letakkan di IDC Duren Tiga. Bermula dari niat meng-upgrade Sisop, Backup dan konfigurasi email, jadinya malah berantakan. Karena keesokan harinya server down, tidak bisa booting. Nah loh!

Yuk ngoprek server
Yuk ngoprek server

Akhirnya server pun kami tarik dari Data Center. Yang rusak adalah RAID Controller. Terpaksa kami memangkas fitur yang sebenarnya bagus itu. Jadi kami hanya menggunakan SATA. Kebetulan kami memang tidak menggunakan konfigurasi RAID. Anehnya board server tidak menyediakan ekstensi power. Terpaksa kami membuat sendiri kabel power untuk memberi tenaga bagi harddisk SATA kami. Untungnya berhasil, jadi kami tidak perlu mencari sparepart RAID Controller.

Server & RAID Controller yg rusak
Server & RAID Controller yg rusak

Baca selebihnya »