Balapan Belajar Cloud

Senangnya mengamati proses pembelajaran & setup server cloud antara tim B (RS AB Bekasi) dengan tim T (RS AB Tangerang). Sebenarnya ada 1 tim lagi, yaitu Tim P (RS AB Pekanbaru), sayangnya karena keterbatasan pengetahuan SDM IT di sana yang mengakibatkan mereka tidak bisa ikutan.

Aku sendiri sebenarnya membantu Tim B dan kami belum berhasil menambahkan node ke MAAS. Padahal node sudah berhasil di-install via cloud controller.

Sedangkan tim T kebalikannya. Mereka sudah berhasil mendaftarkan node di MAAS tetapi belum bisa install node via controller. Tibalah saatnya untuk menggabungkan kedua tim.

Jika sudah berhasil mengkonfigurasi cloud, tantangan berikutnya sudah menanti, yaitu untuk menginstall aplikasi dan servis di cloud. Tentu saja setelah itu harus melakukan benchmarking atas sistem cloud.

Ayo maju terus Tim!!!

Server Down (Lagi)

Barusan server down. Kok ya down-nya pas saya ada di Pekanbaru. Bulan lalu juga down pas saya di Pekanbaru. Barusan lagi. Seolah tahu kalau saya di sini dan mulai melancarkan aksi ngambeg. Hehehe…

Bulan lalu server ngambeg karena MySQL server crash. Entah mengapa, tidak diketahui penyebabnya. Alhasil harus install ulang MySQL Server. Sekalian saja perbaharui sisop-nya, dari Ubuntu 10.10 yg sudah tidak di-support ke Ubuntu 12.04 LTS. Setelah itu sekalian mengaktifkan replikasi yang sempat terhenti lebih dari setahun.

Kali ini tiba-tiba server hang dan tidak bisa restart. Ketika dinyalakan X server tidak mau aktif seolah ada masalah di driver-nya. Syukurlah bisa masuk ke console, jadi bisa dicek semua service-nya. Semua jalan kecuali X server dan MySQL Server. Ternyata ada pesan error karena drive full alias sudah tidak space lagi di harddisk. Kok bisa ya? Padahal biasanya sistem tidak lebih dari 50 GB. Sedangkan kapasitas harddisk dgn RAID5 sekitar 350 GB. Langsung saja saya hunting file-file besar.

Ternyata ada file log yang besarnya haudzubillah. Mungkin 300 GB secara angkanya banyak banget tanpa separator ribuan. Begitu dihapus X Server & MySQL Server bisa dijalankan dengan lancar. Oh ya, sekedar catatan, file log ini berjudul .xsession.errors. Saya akan mencoba memantau ukuran file log ini beberapa hari ke depan. Jika memang terus membesar, berarti harus ada langkah antisipasi.

Mumpung sedang diperbaiki, sekalian saja update server. Setelah itu server dapat kembali bekerja dengan baik. Wah malam minggu yang sibuk. Dan kini hujan lebat… Untung tadi tidak jadi main ke Riau Expo, hehehe…

Rencana Membuat Cluster

Dalam waktu dekat ini kami ingin membuat cluster. Untuk menekan tingginya biaya, kami berencana membuat cluster dengan 4 PC. Bukan dengan komputer server beneran, karena server mahalnya minta ampun. Bayangkan saja, 1 server dengan prosesor Xeon saja bisa di atas Rp 15juta.

Tentu saja dipilih PC dengan spesifikasi tinggi. Kami menentukan spek PC dengan prosesor intel i7 2600 dengan clock 3.4GHz. Processor ini memiliki 4 cores (8 threads). Daku kira spek ini sudah mencukupi.

Yang berbeda adalah karena kami ingin merakitnya sendiri. Kami tidak membeli jadi PC tersebut. Tetapi membeli prosesor, motherboard, RAM, harddisk, power supply, fan, dll secara terpisah. Selain ingin ngirit tapi hasil maksimal, kami terinspirasi dari komputer Helmer (baca: “Building home linux render cluster”). Benar-benar sangat inspiratif dimana cluster yang terdiri dari 6 PC ini dibangun di dalam casing IKEA Helmer Cabinet. Hemat tempat.

Hasilnya luar biasa, kekuatan & kecepatannya sudah terbuktikan sesuai cerita di situs tersebut. Malahan sang pembuat memiliki rencana lebih gila dengan menyusun versi Helmer II dengan prosesor AMD Buldozer yang memili 16 cores. Jika terdiri dari 6 processor seperti Helmer I, maka Helmer II bakal memiliki total 96 cores. Mantabs… Yang harus diacungi jempol adalah karena PC cluster tersebut rakitan sendiri dari PC kinerja tinggi.

Sangat sesuai dengan tujuan awal pembuatan cluster, yaitu penggabungan beberapa komputer dengan biaya rendah untuk mencapai kinerja & ketahanan tinggi.

Enaknya Punya Server Serba Unlimited

Pagi ini (09/05/2011) ngecek status server. Dan ternyata walau pun baru tanggal 9 Monthly Bandwidth Transfer-nya sudah 780.46 MB. Sedangkan Disk Space Usage sudah mencapai 1675.97 MB. Syukurlah server yang digunakan untuk menangani website & email perusahaan ini serba unlimited. Jadi tidak perlu khawatir dengan masalah storage dan bandwidth transfer. Dan semoga baik-baik saja selamanya. Laporan selesai (*haiyah chaiya chaiya*)

Server
Server