Mendesain Antrian Poliklinik/Spesialis (1)

Setelah puas bermain dengan seven segment mungil (baca: Membuat Jam Breadboard Kurang Dari 30 Menit, Jam 7, Ngoprek 7-Segment Mungil Tanpa Datasheet, Digital Temperature with ATtiny85 & LM35, Bermain dengan Seven Segment), tibalah saatnya saya menggunakan Seven Segment untuk proyek yang berguna bagi perusahaan.

7-segment 4"
7-segment 4″

Kali ini saya mendesain tampilan antrian Poli Spesialis atau dokter. Supaya tampilan angka antrian bisa dilihat dari jarak jauh, kami menggunakan 7-segment berukuran 4 inchi. Ada sih yang lebih besar sampai 20 inchi, tapi rasanya 4 inchi sudah cukup terlihat baik dari jarak agak jauh.

Pertama kali yang harus saya lakukan adalah mendesain PCB. Jujur saja, saat saya mendesain, saya cuma mengandalkan teori dan pengalaman. Saya tidak menguji sirkuitnya terlebih dahulu di breadboard untuk kemudian didesain PCB-nya. Saya langsung mendesainnya menggunakan Fritzing dan memesan PCB di Multikarya. Benar-benar nekad ya?

Baca selebihnya »

Ngoprek 7-Segmen Mungil Tanpa Datasheet

Saya iseng membeli 2 buah LED 7-segment mungil yang masing-masing punya 2 digit. Ukurannya lebih mungil dari pada 7-segment yang saya pakai di Jambredbrod (Jam 7). Namun walau pun lebih mungil dan lebih sedikit jumlah digitnya, 7-segment ini lebih ruwet dari pada yang sebelumnya.

Hiks, tanpa datasheet
Hiks, tanpa datasheet

Yang pertama adalah karena saya tidak menemukan datasheet-nya di internet. Satu-satunya informasi yang saya peroleh dari situs penjualnya adalah bahwa dia common anode.

Yang kedua adalah karena jumlah pin-nya lebih banyak dari pada 7-segment 4 digit yang sebelumnya. Dari sini sudah bisa ditebak bahwa masing-masing digit pin-nya terpisah. Keuntungannya adalah karena kita bisa membuat rangkaian tanpa scanning yang membuat tampilan jadi stabil. Cukup dengan buffer atau shift register per digit yang akan di-refresh bit-nya saat angka/nilai yang akan ditampilkan berubah.

Kekurangannya adalah kalau kita ingin menggunakan teknik scanning digit, itu berarti kita harus merangkaikan sendiri katode-nya antara digit pertama dengan kedua (dan dengan digit berikutnya). Yang mana jika ini dilakukan dengan kabel/jumper di breadboard tentu sangat merepotkan. Mesti bikin PCB supaya tidak ruwet kabelnya.

Penggunaan teknik scanning adalah demi penghematan secara hardware karena tidak diperlukan chip shift register untuk masing-masing digit. Cukup menggunakan 1 shift register saja.

Skema SL 1263HS
Skema SL 1263HS

Saya pun mencoba menemukan pin Anode untuk digit pertama dan kedua. Setelah ketemu, maka saya pun mencari pin segment untuk masing-masing digit. Saya mencatat masing-masing pin dan menggambarkan skemanya dengan Fritizing. Di atas adalah skematiknya. Siapa tahu skema di atas berguna bagi teman-teman.

Tampilan stabil dgn shift register per digit
Tampilan stabil dgn shift register per digit

Saya mencoba menghubungkan digit pertama dengan shift register. Hubungan dijalin secara lurus, pin Q0 shiftregister ke segmen A, Q1 ke B, dst. Setelah mencoba satu per satu barulah bisa dikonstruksikan penyalaan bit untuk masing-masing angka. Yang perlu diperhatikan adalah karena ini common anode, maka pin masing-masing segmen perlu di-set 0 supaya LED segmen menyala. Detail bisa dilihat di source code di bawah ini.

Baca selebihnya »

Belajar Display Dot Matrix

Setelah sebelumnya belajar 7-segments tibalah saatnya saya belajar display dot-matrix. Kali ini lebih kompleks dari pada 7-segments karena kita harus mengatur 64 LED (utk 1 panel ukuran 8×8). Pengaturan ke-64 LED ini dilakukan di ke-16 pin-nya.

Seperti biasa, kita harus mencari datasheet-nya. Dot matrix yang saya punya kodenya 1088BS. Setelah googling nemu file datasheet dengan judul ULM-1088AXBX.pdf (sayangnya saya tidak catat URL-nya). Di dalamnya ada spesifikasi beberapa tipe dot matrix dari seri 1088. Termasuk di antaranya 1088BS.

Skema 1088BX
Skema 1088BX

Dari datasheet, 1088BS adalah dot matrix dengan LED tipe HIGH RED yang terbuat dari GaAsP atau GaP (*ini singkatan dari unsur kimia. Saya sih sudah lupa, hehehe*). Dan konfigurasinya common anode.

Saya pun mengetest pin & nyala LED, apakah sesuai dengan datasheet? Dan ternyata cocok, horeee… Pengecekan ini mesti dilakukan karena dot matrix saya tidak diketahui produsennya. Cuma ada tulisan China & kode 1088BS. Beda dengan datasheet yang saya peroleh yang lebih detail informasi produsen, tipe dan seri.

Pengetesan berlangsung dengan baik. Tibalah saatnya wiring (pengkabelan) di breadboard. Seperti halnya saat wiring di 7-segments, saya menambahkan resistor 1K Ohm untuk membatasi arus ke dot matrix. Saya masih mengandalkan Arduino Nano andalan untuk pembelajaran ini.

Untuk pengetesan, saya membuat program sederhana untuk scanning LED. Dan tentu saja mencoba membuat sebuah pola, yaitu panah. Pembuatan pola masih sederhana saja dengan kode 0 dan 1 di posisi LED yang dimaksud.

Berikut foto dari proses belajar dot-matrix. Sayang di foto nyala LED-nya tidak nyata. Mestinya LED menyala merah terang. Mungkin saya yang belum bisa memotret ya? Hehehe… Ini persis dengan foto 7-segment kemarin yang juga tidak nampak warna merahnya. Padahal tertangkap di mata merah terang.

Bentuk panah. Mestinya menyala merah menyala. Di foto nampak putih.
Bentuk panah. Mestinya menyala merah menyala. Di foto nampak putih.

Baca selebihnya »