Berapa Biaya Yang Dibutuhkan Untuk Menjadikan Raspberry Pi 4B Sebagai Komputer Desktop?

Konon Raspberry Pi adalah sebuah komputer kecil yang ekonomis (baca: murah). Ya kalau di media selalu ditulis harganya cuma $35, $45 atau $55 tergantung Anda mau beli yang versi RAM-nya 1GB, 2GB atau 4GB.

Namun untuk menjadikannya sebuah komputer desktop yang sebenar-benarnya diperlukan beberapa piranti yang harus kita beli, seperti kartu MicroSD, kabel micro HDMI, power supply, monitor, keyboard & mouse, dan casing dengan kipas pendingin supaya aman dan tetap dingin. Jadi berapa total biaya yang dibutuhkan? Mari kita lihat video berikut ini yang menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk menjadikan Raspberry Pi 4B kita menjadi sebuah komputer desktop beneran.

Sebagai catatan, Raspberry Pi 4B ini sudah sangat baik performanya berkat prosesor yang lebih baik, RAM yang lebih baik dengan opsi kapasitas yang bisa dipilih tergantung kebutuhan dan kecepatan bus data yang lebih baik yang mengakibatkan kecepatan koneksi wifi dan ethernet jauh lebih cepat.

Semoga video ini bermanfaat. Jangan lupa subscribe jika belum dan aktifkan lonceng supaya Anda mendapat notifikasi jika ada video baru.

Terima kasih

Raspberry Pi Untuk Apa?

Kalau ada yang bertanya apa yang bisa dilakukan oleh Raspberry Pi? Untuk apa saja? Maka jawabnya akan banyak sekali. Raspberry Pi yang sering juga disebut sebagai SBC (single-board computer) itu seperti layaknya sebuah komputer, dia bisa melakukan banyak hal. Ditambah lagi fleksibilitas koneksinya yang seperti Arduino, menjadikannya bisa ditambahi piranti apa saja.

Mau dijadikan robot bisa, dijadikan drone bisa, dijadikan pengendali smarthome bisa, dijadikan server bisa, dijadikan face detection/recognition bisa, dan banyak lagi. Silakan google saja dengan keyword “Raspberry Pi projects”, maka akan ketemu banyak hal yang bisa dibuat dengan Raspberry Pi.

Kembali ke laptop… Kemarin ada teman jual Raspberry Pi 3B dengan harga murah. Langsung saja saya beli. Padahal saya sudah punya beberapa Raspi dan belum tahu mau dipakai apalagi. Makanya 2 paragraf di atas itu sejatinya pertanyaan buat saya sendiri, Raspi-nya mau dipakai apa lagi? Hahaha…

DWO_0261

Ini adalah beberapa Raspberry Pi yang saya miliki beserta peruntukannya:

  1. Raspberry Pi Original Model B. Ini Raspi pertama saya. Saat ini nganggur. Sudah saya tambahin LCD TFT dengan antar muka SPI.
  2. Raspberry Pi 3 Model B. Saya gunakan sebagai server IoT dengan alamat di http://zero-iot.com. Saat ini masih digunakan untuk penggunaan pribadi.
  3. Raspberry Pi Zero W. Digunakan sebagai sensor suhu dan kelembaban. Dalam waktu tidak lama akan meluncur ke teman yang memesannya.
  4. Raspberry Pi Zero W + DVB TV uHAT. Digunakan untuk server TVHeadEnd. Lihat posting saya sebelumnya di “Membeli DVB TV uHAT untuk Raspberry Pi” dan “Setup DVB TV uHAT di Raspberry Pi.”
  5. Raspberry Pi 3 Model B. Saya gunakan sebagai player untuk streaming dari TVHeadEnd sekaligus untuk kerja ringan mengelola server-server. Memang seringkali saya harus mengelola server di malam hari, terutama berkenaan dengan backup, replikasi dan setup yang seringkali butuh waktu lama. Jadi ketika proses saya tinggal tidur sambil berharap esok paginya proses telah selesai tanpa error.
  6. Raspberry Pi 3 Model B. Ini yang baru saya beli dari teman. Memang belum tahu kegunaannya untuk apa. Nanti cari ide dulu. Yang pasti sih saat ini saya jadikan cadangan. Oh iya, saya ada LCD HDMI khusus untuk Raspberry Pi. Tempo hari saya coba tapi karena terlalu kecil, cuma 3.5″, jadinya malah menyiksa mata karena kekecilan, hahaha…

Perkara SBC, sebenarnya saya juga punya CubieBoard versi 2 dan CHIP. Keduanya bagus kok. Tapi untuk fleksibilitas dan dukungan jelas Raspberry Pi lebih bisa diandalkan. Apalagi CHIP sudah tamat riwayatnya.

Selain Raspberry Pi yang sudah saya miliki, sebenarnya saya juga ingin mencoba Raspberry Pi 3 Model A+ dan OrangePi Zero. Tapi nanti sajalah kalau memang sudah ada rencana mau digunakan untuk apa. Mengenai OrangePi Zero sebenarnya bisa jadi alternatif lebih murah dibanding Raspi Zero W yang saat ini saya gunakan sebagai sensor IoT.

Saya tahu bahwa saya menggunakan Raspberry Pi bukan untuk hal-hal yang luar biasa. Pengen sih bisa menggunakannya untuk hal-hal yang luar biasa seperti untuk drone, robot, image/audio processor, smart home, video surveillance atau hal heboh lainnya. Tapi ya lagi-lagi masih terkendala budget dan waktu, hahaha…

Membeli DVB TV µHAT untuk Raspberry Pi

Begitu tahu ada sebuah HAT baru untuk Raspberry Pi, yaitu DVB TV µHAT, mata saya langsung berbinar-binar. Ini sebuah HAT untuk Raspberry Pi yang sangat menarik. Saya pun langsung memesannya di ModMyPi (karena sayangnya Pimori tidak menyediakan pengiriman ke Indonesia). Berikut adalah link untuk pembeliannya: Raspberry Pi TV HAT (DVB-T & DVB-T2 uHAT).

Berhubung dikirim langsung dari UK, maka HAT ini baru sampai setelah hampir sebulan. Benar-benar sebuah penantian yang melelahkan dan semakin menambah rasa penasaran. Tapi begitu sampai tidaklah kecewa! Ini benar-benar keren.

Mengapa saya sangat tertarik dengan µHAT ini? Bukankah ada STB (set top box) yang jauh lebih murah? Sebagai informasi, harga STB termurah saat ini adalah Rp 200ribu. Bandingkan jika harus beli µHAT + ongkir, Raspberry Pi (B atau Zero W), micro SDCard, power supply, jatuhnya bisa berkali lipat harganya. Ini dia alasan saya:

  1. Tentu saja karena saya penasaran dengan µHAT ini. Sebelumnya saya sudah mencoba membuat Radio Internet dengan CHIP, sampai-sampai saya membuat sendiri shield/HAT untuk CHIP (baca: Internet Radio). Tentu saja saya sangat penasaran apakah Raspberry Pi bisa dijadikan engine Smart TV!
  2. Saya punya beberapa Raspberry Pi 3B dan Zero yang siap dijadikan eksperimen. Ini akan menambah fungsionalitas Raspberry Pi itu sendiri.
  3. Saya sangat tertarik dengan konsep server streaming. Ini artinya saya bisa menonton TV digital dari piranti apa saja, misalnya di smartphone, tablet/ipad, laptop/macbook, termasuk di Raspberry Pi.
  4. Alasan berikutnya adalah karena saya tidak punya TV dengan kemampuan penerimaan siaran digital (DVB-T/T2). Namun saya ingin menikmati siaran digital yang jernih itu. Sedangkan membeli TV DVB rasanya tidak mungkin karena sudah tidak ada tempat lagi di apartemen. Kalau di rumah Semarang sih sudah ada TV Digital.

Saya sudah mencobanya seminggu ini. Dan hasilnya memang keren dan jernih. Bisa merekam siaran secara terjadwal juga. Detail akan saya ceritakan kemudian ya. Karena tulisan ini sebagai pengantar saja.

Di bawah ini sumber bacaan untuk memulai menggunakan DVB uHAT dan konfigurasinya.

Nantikan lanjutan ceritanya ya… Salam.