Janjian Yuk?

Kebetulan daku sedang mengerjakan modul Appointment Online untuk RS kami. Kemudian kami ngobrol ngalor-ngidul mengenai telfon, yang mana sekarang sudah demikian canggihnya sehingga disebut smartphone. Seperti kita ketahui, kehadiran smartphone ini memudahkan kita dalam berkomunikasi, berkoordinasi, dll. Salah satunya adalah untuk appointment atau janjian.

Obrolan kami bukan mengenai kecanggihannya, tapi justru ketiadaan sarana ini di masa lampau. Bagi sebagian orang angkatan tua seperti kami, tentu mengalami di suatu masa di mana alat komunikasi belum melimpah seperti sekarang.

Kalau pun ada, masih model engkol. Itu pun tidak semua orang punya. Mau nelpon si A tapi si A belum punya telfon. Hihihi…

Lantas bagaimana jika kita ada perlu sama orang lain? Biasanya sih langsung datang ke rumahnya. Surpraaaiiisss… (*gubrak*). Sehingga tidak jarang seruan terkejut keluar dari orang yang kita tuju saat melihat kita sudah di depan pintunya. (*apalagi kalau mau nagih hutang, hehehe*)

Baca selebihnya »

Iklan

Stupidphone Nge-Charge Smartphone

Walau pun namanya Smartphone, tapi kalau baterainya habis dia akan jadi stupidphone juga. Lha wong ngga bisa dipakai apa-apa. Ya tho? Banyak teman yang akhirnya membeli powerbank untuk mendukung hidup Si Smartphone. Terutama bagi teman-teman yang banyak bepergian dan sulit mendapatkan akses listrik untuk mengisi ulang baterai Smartphone-nya.

Tapi tunggu… daku lihat banyak pemilik smartphone yang ternyata membawa pula Smartphone ke-2 atau ke-3nya. Ada pula yang tetap mempertahankan Stupidphone-nya. Ah jadi teringat Stupidphone-ku yang sudah berapa minggu tidak di-charge.

Lalu daku pun membayangkan jika Smartphone utama kehabisan daya, dia bisa di-charge oleh ponsel cadangannya. Jadi dari pada membawa piranti tambahan bernama Powerbank, lebih baik kita membawa Smartphone atau Stupidphone cadangan yang bisa mengisi Smartphone utama. Asyik kan? (*Ehm, lebih asyik jika Smartphone utama kita bisa hidup lebih dari seminggu. Karena menghemat bukanlah solusi yg baik. Ya tho?*)

Browsing Dari Tablet PC dan Smartphone

Semenjak memiliki Tablet & kemudian smartphone Android, saya lebih suka browsing dari Tablet/Smartphone. Mungkin tampilannya tidak sebagus dan selincah jika browsing dari notebook/PC. Namun saya menyukainya karena 1 hal, yaitu bisa membaca beberapa situs berita dalam versi mobile.

Beberapa situs berita seperti Kompas dan Detik memang menyediakan 2 versi situsnya, yaitu versi desktop dan versi mobile. Versi desktop biasa kita lihat saat kita membacanya dari PC atau notebook.

Versi desktop akan dipenuhi iklan, baik statik mau pun bergerak (animasi). Layout dari berita juga terlalu kompleks, seolah ingin menampilkan semua berita ke dalam 1 halaman. Diperparah dengan penampilan foto-foto penunjang berita yang dipaksakan ditampilkan padahal belum tentu kita tertarik untuk membaca beritanya.

Baca selebihnya »

Smartphone & Stupidphone

Kalau ada smartphone berarti ada pula stupidphone. Nah, saya punya keduanya. Namun yang perlu saya garis bawahi adalah smartphone saya ini seringkali bertingkah stupid. Contoh, baterainya boros banget, mungkin sehari perlu 3x nge-charge. Kalau tidak di-charge, dia akan ngambeg, tidak bisa dipakai karena mati. Kalau sudah mati, dia jadi kayak smartphone yang stupiddd…

Dan lagi, dia itu tidak smart-smart banget. Katanya bisa ini-itu, kecepatannya segini-segitu, tapi seringkali mikirnya kelamaan. Beberapa kali saya restart paksa (cabut baterai) karena mikirnya kelamaan bahkan sering sampai hang.

Baiklah, mungkin smartphone saya bukanlah yang ter-smart. Mungkin perlu cari model baru yang lebih smart. Tapi selama baterainya cuma mampu beberapa jam, ya masalahnya tetap sama: smart tapi suka ngambeg, stupid juga jadinya.

Sedangkan stupidphone saya berlaku sebaliknya. Dia low-profile sampai-sampai saya sering lupa kalau saya punya dia. Terus terang jarang saya pakai kecuali hanya untuk terima telpon dari kantor.

Ditambah baterainya yang awet. Sekali ngisi bisa tahan seminggu lebih. Malah seringkali saya lupa sudah berapa lama tidak di-charge. Beberapa kali saya tidak sadar kalau stupidphone saya ini sudah mati karena kehabisan daya. Saya lupa mengecek baterainya, mungkin sudah 3 minggu tidak saya charge.

Di sisi lain, dia memang benar-benar stupid. Dia hanya bisa telepon dan sms. Dia tidak bisa nyambung ke internet. Tambah stupid karena keypad-nya tidak enak ditekan. Sekali tekan bisa 2 tombol tertekan sekaligus.

Satu-satunya kepintaran dia adalah karena layarnya sudah berwarna walau pun resolusinya rendah sekali. Namun saya harus puji dia karena daya tahan baterainya. Satu-satunya masalah hanyalah karena kadang dia restart sendiri. Tapi yang jelas dia jarang sekali ngambeg karena kehabisan daya.

Suatu waktu saya pernah ingin sekali mengganti stupidphone saya ini dengan smartphone. Tapi kok bisa jadi malah tambah merepotkan saya dengan masalah baterai. Maklum, semakin pintar sebuah smartphone semakin boros dayanya. Kalau punya 2 smartphone berarti harus mengelola 2 hidup smartphone. Repot.

Teman-teman banyak yang pakai powerbank atau mobile-charger atau istilah-istilah keren yang lain. Bagi saya, solusi tersebut merepotkan saja. Saya ingin praktis, tapi jadinya ketambahan barang bawaan. Belum lagi powerbank seperti itu harus di-charge juga. Ogah, saya males repot.

Saya sering berkelakar ke teman-teman yang punya beberapa smartphone, mendingan bawa aki sekalian biar bisa nge-charge beberapa smartphone-nya sekaligus.

Ini curhat saya, apa curhat Anda?

Netbook, Communicator Atau PDA?

Liburan sudah tinggal menghitung hari saja. Dan itu berarti libur panjang yang memuaskan dahaga setiap pekerja yang workaholic yang di dalamnya terhitung diriku.

Libur akhir tahun ini tidak sekedar libur tahunan karena diriku juga menantikan kehadiran/kelahiran buah hati kami yang kedua. Diprediksi kurang lebih tanggal 28 Desember ini. Mohon doa supaya istri dapat melahirkan dengan selamat dan anak kedua kami baik/normal adanya.

Namun rasanya ada yang kurang jika di tengah kesibukan liburan & kelahiran ini daku tidak terkoneksi ke internet yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup ini. Rasanya bakal asyik jika liburan ini dibekali gadget yang tepat yang memungkinkan terkoneksi ke internet secara praktis. Tetapi bukan lewat ponsel yang sangat terbatas keleluasaan dalam beraktivitas di dunia maya itu. Nampaknya harus ada gadget yang lebih dari itu namun tetap praktis.

Nah, gadget ini bisa berupa netbook atau communicator atau PDA/Smartphone. Tentu syarat utamanya adalah bisa terkoneksi ke dunia maya secara cepat, praktis, namun tetap leluasa dan tidak terbatas. Untuk itu perlu adanya layar yang lega (mungkin dengan resolusi VGA), kecepatan 3G dan bila memungkinkan ada keypad QWERTY alias keyboard.

Baca selebihnya »