Ponselku Nyala Lagi

Ada pengalaman unik yang kualami dengan salah satu gadgetku, yaitu Nokia 1209. Ponsel murah-meriah ini mengalami peristiwa yang tidak senonoh, yaitu dicemplungin Axel ke panci sayuran 3 hari yang lalu. Setelah dikeringkan ponsel masih bisa nyala, tapi sejam kemudian timbul pesan SIM Card Error. Langsung saja kumatikan dan kuperiksa SIM card dan baterainya. Habis itu ngambek tidak mau nyala lagi. Weks…

Sempat bimbang mau beli ponsel lagi, tapi kok ya kebutuhan masih banyak. Sedangkan jika tidak beli, nomer yang terpasang saat ini adalah nomer bisnis. Alhasil daku menunda pembelian ponsel walau pun tetap saja nyari-nyari kandidat ponsel baru. Terbayang Communicator deh… Hehehe…

Sementara daku belum beli ponsel, daku menggantungkan diri pada nomer di Soner G502. Sedangkan nomer bisnis sesekali kupasangkan di K530i milik Sisi. Maklum, mengganti nomer di G502 adalah siksaan tersendiri karena harus mengeset tanggal dan jam setiap kali mencabut baterai karena ternyata G502 tidak menyimpan di memori permanennya.

Tapi sore ini daku mengalami hal yang unik saat mengkutak-katik ponsel naas ini. Setelah dikutak-katik lagi, ternyata ponsel bisa nyala. Saat menyala pertama kalinya memang ponsel error karena tidak mengenali SIM card. Tapi setelah berupaya beberapa saat, ponsel bisa nyala dan bisa mengenali SIM card. Wah, luar biasa girangnya diriku.

Alhasil daku senang karena bisa berhemat dengan tidak membeli gadget baru. Tapi ada sedihnya karena tidak jadi meminang communicator. *halah*

Preview: Video Blogging Oleh Mantenboshi

Sore ini saya dan beberapa blogger diundang oleh Mantenboshi untuk menghadiri demo video blogging. Pendekatan layanan video blogging yang didemokan oleh Mantenboshi memang agak sedikit berbeda. Oleh karenanya tim Mantenboshi menyebutnya sebagai cara alternatif untuk video blogging.

Mekanisme yang digunakan oleh Mantenboshi adalah dengan memanfaatkan fitur video call pada jaringan 3G/3.5G. Untuk sementara ini baru pelanggan Indosat yang dapat menikmati fasilitas ini. Tapi dalam 2 bulan ke depan diharapkan pelanggan dari operator lain seperti Telkomsel akan dapat menikmati fasilitas ini.

diskusi_3g_mantenboshi

(Foto dari kiri ke kanan: Dewo, Prasetya M. Brata, Riri Satria, Christian, Enda Nasution, Gerald Hutagalung, dan Arnold Pandapotan)

Baca selebihnya »

Review: Indosat 3G Broadband

Tulisan ini masuk ke dalam kategori Blogger’s Test & Review. Bagi vendor yang ingin me-review produknya dapat menghubungi Dewo (0819 3250 9003) atau Lina (0819 3250 9001).

Baru malam ini saya sempat menuliskan review koneksi Indosat 3G Broadband ini. Padahal saya sudah menggunakan koneksi nan gegas ini hampir seminggu.

Sebenarnya saya agak bingung dengan tulisan-tulisan yang tertera di paket Indosat 3G Broadband yang saya terima. Di paketnya tertera banyak sekali tulisan “3G”, tetapi di kartunya tertera “3.5G”. Lalu mana yang benar, 3G atau 3.5G?

Maklum, kedua istilah ini menunjukkan kecepatan yang berbeda. 3G dengan jaringan UMTS secara teoritis mampu menghantarkan data dengan kecepatan 384 Kbps, sedangkan 3.5G dengan jaringan HSDPA mampu menghantarkan data sampai 3.6 Mbps. Bahkan sekarang kecepatannya mampu mencapai 7.2 Mbps untuk download.

Nah, dari pada bingung, lebih baik kita coba saja kecepatannya secara langsung. Pengetesan kali ini masih mengandalkan pengukur kecepatan dari SpeedTest. Tetapi agak berbeda dengan test yang sudah-sudah, kali ini saya tidak menggunakan Ubuntu dengan K530, tetapi menggunakan Windows XP dengan Sony Ericsson G502 sebagai modemnya. Penggunaan G502 cukup tepat karena ponsel ini sudah dapat memanfaatkan jaringan HSDPA sehingga saya bisa mengetes kecepatan maksimal paket Indosat 3G Broadband.

Baca selebihnya »

Review: Sony Ericsson G502

(Tulisan ini masuk ke dalam kategori Blogger’s Review.
Bagi vendor yang berminat me-review-kan produk dapat mengirimkan produknya untuk di-review.
Silakan menghubungi Dewo (0819 3250 9003, 0818 772626) untuk informasi lebih lanjut)

Sebelumnya ponsel Soner G502 sudah di-review oleh Bos Madzab Bocor Alus (Mbelgedez). Tapi kali ini saya akan me-review-nya dari sudut pandang yang berbeda, selain lebih teknis, juga lebih detail.

Oh iya, review kali ini memiliki format berbeda, yaitu adanya bagian “The Story Behind” yang akan menceritakan apa saja yang terjadi di balik tulisan review ini. Diharapkan bab “The Story Behind” ini dapat memberikan pengantar bagi setiap review.

The Story Behind

Sebenarnya ponsel Soner G502 ini dibeli dalam hari yang sama saat saya membelikan Ibu Nokia 5000 hari Jumat kemarin (05/09/2008). Cuma saja jamnya berbeda. Saya membelikan Ibu siang hari sedangkan G502 baru saya beli malamnya.

Dan yang asyik adalah karena saya dan Bune membeli seri ponsel yang sama. Tadinya saya berharap mendapatkan warna hitam, tapi ternyata warna hitam tidak ada stoknya. Akhirnya kami sama-sama mendapatkan warna Brilliant Hazel.

Sempat khawatir jika kami tertukar ponsel. Maklum, kami sering menghadiri meeting bersama dan sering teledor menaruh ponsel. Kalau sampai tertukar, bisa-bisa terjadi perang dunia ke-3. Hehehe…

Pada saat kami membeli G502 harganya sudah turun ke Rp. 1.625.000. Berbeda saat di-review oleh Bro Mbelgedez yang masih seharga Rp. 1.740.000. Sedangkan saat tanya harga K530, rupanya ponsel ini masih manteng di harga Rp 1.550.000. Masih sama seperti saat saya beli beberapa bulan yang lalu.

Baca selebihnya »