Menjalankan Browser Chrome/Chromium Model Kiosk

Selama ini kami memang selalu mengandalkan teknologi berbasis web dalam mengembangkan sistem. Termasuk membuat pernak-perniknya seperti antrian pendaftaran, antrian poli, anjungan pendaftaran mandiri, display informasi, dll.

Nah, tulisan ini akan menjelaskan bagaimana membuat sebuah PC atau Raspberry Pi yang digunakan sebagai display antrian yang secara otomatis akan menjalankan browser fullscreen dan otomatis dieksekusi saat booting.

Tampilan antrian akan nampak fullscreen (memenuhi display) tanpa address bar. Jadi seperti kiosk atau ATM. Seperti sebuah aplikasi desktop khusus, padahal hanya menggunakan browser chrome/chromium.

Caranya simple banget kok. Pertama kita buat sebuah file di folder ~/.config/autostart/. Tentu saja ini adalah folder user aktif. Karena PC/Raspberry Pi akan dijadikan kiosk, maka user default sebaiknya punya akses langsung ke desktop tanpa perlu proses login.

Di sini contohnya kita buat file kiosk.desktop. Caranya:

nano ~/.config/autostart/kiosk.desktop

Tuliskan isinya seperti berikut ini:

[Desktop Entry]
Type=Application
Name=Kiosk Antrian
Exec=chromium-browser --start-fullscreen --app=http://alamat/?querystring
X-GNOME-Autostart-Enabled=true

Isikan parameter --app sesuai kebutuhan. Kalau diperlukan parameter bisa menggunakan cara query string layaknya di browser. Contohnya jika ingin otomatis ke gmail bisa diisikan: --app=https://gmail.com.

Parameter --start-fullscreen membuat chromium berjalan fullscreen tanpa address bar.

Coba reboot PC atau Raspi. Apakah berhasil dijalankan?

Sudah gitu aja caranya. Mudah kan?

Iklan

Menyiksa Raspberry Pi 3

Kemarin saya membeli Raspberry Pi B versi 3. Sebenarnya saya dapat pinjaman RPi v3, tapi itu untuk lain proyek. Sedangkan RPi ini untuk eksperimen pribadi.

Di lain cerita, saya punya VM yang digunakan untuk agregat berita kesehatan & gaya hidup sehat di Hospitaloka. Spesifikasinya cuma 1 CPU, RAM 1 GB, Swap 1 GB dan storage SSD 20 GB. VM ini sudah saya pakai selama 2 tahun dan tidak ada masalah sampai sekarang.

Kalau dilihat dari “besaran” di spesifikasinya, tentu VM ini kalah dari Raspberry Pi 3 yang punya CPU 4 cores, clock 1.2 GHz, RAM 1 GB dan saya menambahkan SD Card 32 GB. Tentu saya jadi penasaran apakah RPi 3 mampu jadi server?

Saya pun menginstall OS Linux Jessie Lite lengkap dengan Apache2, PHP5 dan MySQL. Kemudian saya download script dan database agregat berita kesehatan. Ternyata beritanya sudah 160ribu lebih. Sebenarnya karena isinya ada 2, yaitu berita teknologi dan kesehatan. Sedangkan yang dipakai di Hospitaloka adalah yang kesehatan.
Baca selebihnya »

Shell Script vs PHP CLI

Saya memerlukan sebuah script kecil untuk memonitor jumlah antrian email yang tertunda tidak terkirim. Jika jumlahnya di atas 10 dan 50 email, maka script harus segera mengirimkan email ke saya supaya saya bisa segera melihat apa yang terjadi di server.

Soalnya beberapa kali server kami diserang malware yang mengakibatkan server kami menjadi server relay/spammer yang mengirimkan ribuan email spam dan kemudian di-block oleh server anti spam. Akibatnya email dari server kami ditolak oleh mail server yang menggunakan referensi dari server anti spam.

Tadinya saya mau bikin bash/shell script. Tapi rupanya saya perlu belajar sintaks-nya yang rada njelimet. Hampir sejam belajar dan merasa kok bahasanya bikin males. Untung bukan kertas, kalau kertas bisa saja saya sobek-sobek.
Baca selebihnya »

Virtualisasi Dengan Proxmox VE untuk Makassar

Server IBM seri X terbaru telah tiba di Makassar. Server ini cukup powerfull dengan 2 processor Xeon 8C E5-2640. Total memiliki 32 thread. Wow…

Berbekal spesifikasi yang mumpuni, saya mengusulkan untuk menggunakan virtualisasi. Paling tidak ada beberapa alasan mengapa saya mengusulkan penggunaan virtualisasi, yaitu:

  1. Memisahkan fungsi webserver (dan aplikasi) dengan database server ke 2 Virtual Machine. Jadi core prosesor terbagi untuk kedua fungsi tersebut.
  2. Dengan VM, maka proses backup dan recovery dapat dilakukan dengan cepat per-VM. Atau jika kelak migrasi mesin bisa dilakukan per image VM. Tidak perlu proses instalasi lagi.
  3. Bisa ditambahkan VM baru sesuai kebutuhan kelak di kemudian hari.

proxmox

Baca selebihnya »

OpenPOWER, are you ready?

Hari Kamis lalu kami berkesempatan hadir dalam acara IBM Meet The Experts 2015. Acara ini adalah kali ke-2 yang dilakukan oleh IBM di Indonesia. Kali ini acara dilakukan di Hotel JW Marriott. Topiknya adalah “OpenPOWER, are you ready?”

Berikut adalah daftar acaranya:

  1. Why Power with IBM Power
  2. ISV Success Stories
  3. ISV Support Structure
  4. Manage your database with TIBERO, an optimized solution on IBM PowerLinux
  5. Are you ready with IBM PowerLinux Solutions
  6. Porting Consideration
  7. POWER8 Live Demo

op1
Baca selebihnya »

Workshop IBM Power8

Kemarin kami mengikuti Workshop IBM Power8 di PT Avnet Datamation di Wisma BSG. Berikut adalah daftar acaranya:

1. Power System Introduction. Speaker: Ichsan Mulia Permata.
2. Aligning IT Capabilities for Enterprise Needs. Speaker: Nazario Pecho.
3. IBM Tools Demo. Speaker: Nazario Pecho.
4. Application Tuning Consideration. Speaker: Nazario Pecho.

power01

Sayangnya acara yang seharusnya 2 hari ini dipadatkan dalam 1 hari sehingga kami kurang dapat merasakan langsung power-nya. Namun demikian secara garis besar telah tergambar bahwa Power System dari IBM memang sangat powerful. Jika dibandingkan dengan server Intel Based, maka virtualisasi di Power Sytem mampu memaksa system berjalan di atas 70%. Bahkan telah dilakukan stress/load test sampai 100% tanpa membuat sistem down.

power02

Baca selebihnya »