Memulai Start Up

Saya teringat ketika tahun 2003 saya memulai Sisfo Kampus. Jujur saja, itu bukan start up pertama saya, tetapi kedua. Usaha pertama saya gagal total ketika saya masih di Semarang. Kalau kemudian Sisfo Kampus berkembang dengan baik, itu karena saya kepepet. Tidak ada jalan mundur atau berpaling selain memperjuangkan kelangsungan hidup Sisfo Kampus.

Peralatan tempur pekerja IT
Peralatan tempur pekerja IT

Kini sudah lewat 10 tahun dan saya ingin membuat usaha di usia saya yang tidak bisa dibilang muda. Namun tidak ada kata terlambat tho? Kali ini tidak ada unsur kepepet, murni hanya karena saya ingin membuat hal baru. Sesuatu yang saya mulai tanpa dasar motivasi yang kuat. Lalu apakah akan berhasil? Jujur, saya sendiri tidak terlalu yakin. Namun saya punya semangat untuk memulainya. Kalau tidak dicoba, kita tidak akan tahu apakah berhasil atau tidak, tho? Jadi saya pun memulainya.

Idenya sederhana sekali kok. Namun saya kira dari kesederhanaannya itulah bisa jadi dengan mudah diterima masyarakat. Sayangnya saya belum bisa bicara banyak tentang idenya. Mungkin kalau sudah ada versi beta barulah ditulis lagi detailnya.

Doakan berhasil yaaa… Terima kasih.

Iklan

Libur Telah Usai

Hiks, rasanya kok masih pengen libur… Saat libur 2 minggu kemarin saya benar-benar menikmatinya bersama keluarga walau pun kadang masih ngurusin beberapa pekerjaan. Lantas jadi berpikir, enak kali ya jika setiap hari kita libur (baca: terbebas dari pekerjaan) tetapi tetap punya penghasilan? Penghasilannya besar tentu saja, xixixi…

Menurut teori kekayaan, kita mesti sudah di kuadran investor, xixixi… Mungkin masih jauh saat ini. Tapi bukan berarti tidak mungkin loh!

Sayangnya membangun atau mengakuisisi asset sekarang bukanlah hal yang mudah. Selain harga property sekarang sangat mahal, juga peraturan yang mengharuskan DP minimal 30%. Demikian juga untuk mendirikan perusahaan. Tentu sangat memberatkan bagi kebanyakan masyarakat (termasuk saya, hiks).

Loh kok jadi ngomongin asset to? Dasar ndak fokus, xixixi… Maklum, ini posting pertama di 2014 setelah libur 2 minggu. Sudah setahun ngga nulis blog, hehehe…

BTW, selamat tahun baru… Semoga kita semua semakin sukses di tahun ini.

Ngebom Nyamuk

Weh, membunuh nyamuk dengan bom? Ini tentu lebay sangad. Namun yang harus diakui, langkah ini ternyata berhasil. Nyamuk di rumah Anda bakal mampus tuntas. Mungkin nyamuk-nyamuk di rumah tetangga juga akan ikut terbasmi. Tentu langkah ini akan membawa efek samping yg dahsyat, yaitu hancurnya rumah Anda dan mungkin juga rumah tetangga Anda. (*ya iyalah*)

Nah, kalau Bunda membahas kelebayan ini, maka daku akan membahas efektivitas dan efisiensi dari apa yang kita lakukan.

Contoh di atas tentu akan diamini bahwa cara membunuh nyamuk dengan bom adalah suatu tindakan yang efektif, karena cara ini berhasil membunuh nyamuk. Tapi apakah tindakan di atas termasuk yang efisien? Tentu kita akan sepakat menjawab: TIDAK. Anda tentu tahu apa alasannya, tho?

Baca selebihnya »

Bakar Kapal

{ Ketika akan memposting artikel ini, daku merasa kalau ada pecinta kapal yang akan sebel padaku karena ada acara bakar-bakaran kapal di sini. Namun artikel yang juga dimuat di IndoConsulting dan di Usaha (Menyesatkan Pekerja & Memotivasi Pengusaha) ini akan tetap daku posting di sini. Maafkan daku karena telah mengecewakan para pecinta kapal. }

Cerita ini kudapat dari seorang motivator terkenal. Dan akan kuceritakan kembali di sini. Tentu dengan gaya bahasaku sendiri yaaa… Ceritanya tentang kehebatan Napoleon Bonaparte yang tidak pernah kalah dalam perang. Sedemikian hebatnya pasukan Napoleon ini begitu menarik untuk kita pelajari bersama.

Lalu apa yang membuat superioritas pasukan Napoleon? Ternyata setiap menyerang suatu pulau, sesaat setelah mendarat, Napoleon menyuruh pasukan untuk membakar kapalnya. No way to return. Hanya ada 2 opsi tersisa, pasukan harus menang, atau kalah dan mati semua. Atas strategi ini, pasukan menjadi sangat termotivasi untuk menang, terutama karena mereka tidak ingin mati. Tidak heran pasukannya selalu menang dalam peperangan.

Baca selebihnya »