Main Game Tank Force

Belakangan saya lagi sering main game Tank Force. Kebetulan main dari Asus TUF sangat mengasyikkan dibandingkan jika main dari hape Android. Ya jelas sih karena layar laptop lebih besar jauh, yaitu 15″ dibandingkan hape yang cuma sekitar 6″.

Namun kemudian saya jadi berpikir, dahulu kala ketika masih masa masih remaja, saya dulu kadang main catur, monopoly, halma, dakon, kartu, dan banyak lagi mainan tradisional. Dulu harus benar-benar ketemu lawan main. Ya tentu saja seru banget karena bisa sambil becanda ria, makan-makan, dan lain-lain.

Sekarang di game online semacam Tank Force ini tidak perlu ketemu muka dengan teman atau lawan main. Cukup terkoneksi dengan internet, maka kawan dan lawan bisa ada di mana saja. Bahkan dari penjuru dunia yang tidak pernah kita dengar nama kotanya. Atau menyebutkannya pun tidak tau bagaimana ngomongnya.

Jaman sudah berubah. Dunia semakin datar (bukan dalam artian fisik loh ya, tapi secara jangkauan). Jarak semakin dekat. Semua berkat teknologi. Bagi yang belum sempat upgrade cara berpikir, sudah saatnya sekarang buruan upgrade. Jangan sampai gara-gara renang bisa jadi hamil, begitu kata seorang komisioner KPAI yang terhormat. Mungkin mikirnya terlalu kejauhan.

Bagi yang senang main game online, kamu bisa tengok channel game saya di:

Ya beginilah isi posting ala kadarnya, dari pada blog lama tidak ter-update. Mending promosi channel game, hahaha…

Sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Antara Kirana, Minecraft dan Raspberry Pi (Vlog)

Kirana itu suka main Minecraft. Kesempatan yg baik untuk memperkenalkannya pada Raspberry Pi yang kebetulan secara default sudah terinstall game Minecraft. Jadi oleh-oleh untuk Kirana di liburan ini adalah Raspberry Pi lengkap dengan Minecraft.

Bagaimana reaksi Kirana saat memainkan Minecraft di Raspberry Pi? Yuk kita simak vlog berikut ini.

Cerita Dari India Tentang Disrupsi di Dunia Kesehatan

Minggu lalu kami berkunjung ke Narayana Hospital, India. Beruntung kami dapat kesempatan ini dan diterima dengan sangat baik oleh manajemen Narayana Hospital. Dan kami pun banyak mendapatkan pengetahuan dari mereka.

Video di bawah adalah sedikit sharing cerita tentang disrupsi di dunia kesehatan yang ternyata sudah terjadi, namun berbeda dengan disrupsi teknologi di bidang lain yang merevolusi industri transportasi, travelling, perhotelan, perdagangan, dll.

Ada sedikit catatan juga tentang sistem eMR (electronic Medical Record). Sangat bagus masukan dari dr. Devi Prasyad Shetty yang memberikan petunjuk bagaimana mendesain sistem EMR yang baik. Terima kasih banyak Dr. Devi dan segenap personal yang telah berkenan berbagi pengetahuan kepada kami. Tuhan memberkati kalian semua.

Semoga sedikit kisah ini dapat berguna juga bagi Anda. Sampai jumpa di vlog berikutnya.

Bisakah iPhone 11 Untuk Membuat Vlog?

Kalau pertanyaannya cuma “Bisakah iPhone 11 digunakan untuk membuat Vlog?” Tentu jawabnya simple: Bisa.

Ya karena kamera di smartphone keluaran Apple ini memang sudah bagus banget. Tidak hanya untuk foto, tapi juga untuk video. Seharusnya merekam video dengan iPhone 11 (dan tentu saja varian Pro) akan sangat mudah dilakukan. Dan hasilnya bagus.

Tapi bukan itu yang saya maksud. Karena membuat vlog itu tidak hanya sekedar mengambil video, tapi juga harus meng-edit dan meng-upload langsung ke youtube. Dan ternyata bisa loh! Karena iPhone 11 sudah dibekali software editing video iMovie. Hanya saja kemampuan iMovie ini berbeda jauh dengan versi MacOS. Banyak fitur yang dipangkas. Namun paling tidak kita bisa menggunakannya untuk membuat video sederhana.

Nah, saya pun membuat video singkat tentang iBel Si Kucing Belang. Sederhana banget sih videonya. Sekedar nambahin title dan menggabung-gabung beberapa clip. Mestinya bisa ditambahin efek dan suara-suara, tapi saya memang sengaja membuatnya sederhana saja. Ini dia videonya: “Kisah iBel Si Kucing Belang”

Kesimpulannya, kita bisa bikin vlog hanya dengan bermodal iPhone 11. Sederhana, mudah dan cepat. Namun kalau mau bikin vlog profesional ya mestinya perlu komputer content creator beneran.