Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 12, 2009
Seperti sebelumnya, daku ingin meneruskan pesan dari Kartun Orang Batak yang sangat prihatin terhadap pencabutan izin gereja Katolik Santa Maria.
Dalam pengantarnya beliau mempertanyakan:
Berbagai alasan digunakan agar gereja tidak berdiri, saya jadi ingin tahu berapa tanda tangan yang diperlukan untuk membangun diskotik, panti pijat dan bar?
Pertanyaan yang membuat miris setiap hati yang merindukan tempat ibadah yang nyaman dan aman. Untuk berita lengkapnya, silakan kunjungi situs aslinya: “Pemkab Purwakarta Cabut Izin Gereja Katolik Stasi Santa Maria”
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 12, 2009
“Eh, di sini tidak ada kusir yang sedang debat.”
Begitu kurang lebih kataku saat seseorang mengomentari diskusi kami. Kenyataannya memang kami tidak sedang debat kusir. Menurutku, debat kusir itu adalah jika ada 2 pihak yang memiliki pendapat berbeda (bisa jadi bertolak belakang) yang terlibat dalam suatu diskusi tetapi dibiarkan berlarut-larut dan kemudian memanas.
Mungkin istilah ini tercipta lantaran dulu seringkali para kusir berdebat hingga berakhir panas. Daku membayangkan “akhir yang panas” ini misalnya berantem, bertengkar atau jadi saling bermusuhan. Maklum, mungkin para kusir ini diidentikkan dengan dunia yang keras.
Namun yang terjadi di antara kami tidaklah seperti itu. Karena ada seseorang yang mempunyai pendapat dan kemudian daku hadir untuk mempertanyakannya sampai ke tingkat yang detail. Yaaa, mungkin ada salah satu pihak yang panas, tapi tetap saja situasi terkendali. Minimal di diriku. Hehehe…
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 7, 2009
Baru-baru ini daku menjumpai sebuah situs yang menuliskan banyak hal yang tidak benar terhadap Yesus Kristus dan Kristiani. Bahkan gambar header di blog tersebut sangat melecehkan sosok Yesus Kristus.
URL: http://chodet22.wordpress.com/
Bukan yang pertama sebenarnya. Dan daku yakin bukan yang terakhir. Namun kebencian terhadap Yesus Kristus dan Kristiani sangat nampak walau pun dibalut tutur kata yang seolah ilmiah walau pun salah total. Pertanyaannya adalah: apakah yang terjadi jika pelecehan ini ditujukan kepada pihak sebaliknya? Daku yakin akan sangat parah dampaknya.
Oh ya, sekedar informasi, banyak tulisan-tulisan di blog tersebut yang sudah usang. Artinya sudah dijawab dengan baik di forum-forum. Namun sekali lagi, bahkan berulang kali, banyak pembenci Yesus Kristus dan Kristiani yang mengangkat topik-topik ini lagi seolah tidak pernah dijawab oleh Kristiani.
Syukurlah segala macam situs/blog pelecehan kepada Yesus Kristus yang merupakan tonggak gereja Kristiani tidak pernah menjadi negatif. Bagiku pribadi, justru blog/situs seperti ini menjadi hiburan tersendiri, karena daku bisa mentertawakan penulisnya dan tulisannya. Hahahaha…
~~~
Catatan: Jawaban untuk semua tulisan di blog tersebut ada di: FFI
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 3, 2009
Tidak sabar rasanya men-download Ubuntu 9.10. Maklum, versi 9.10 ini digadang-gadang lebih cepat, lebih smooth dan lebih indah. Dan apakah versi 9.10 ini bisa menandingi Vista Windows 7? Tambah tidak sabar jadinya.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 3, 2009
Senin kemarin (02/11/2009) adalah hari yang menyebalkan. Bukan karena macet seperti keluhan kebanyakan orang tentang hari Senin, tapi karena ada masalah kelistrikan dalam hidupku.
Yang pertama adalah matinya baterai remote alarm mobil. Jadi pagi itu daku tidak bisa memakai mobil. Mungkin karena liburan Jumat-Minggu sebelumnya remote ini tombolnya tertekan terus di tas yang kubawa ke Semarang. Kebetulan daku membawa tas biasa dan penuh sesak sehingga ada kemungkinan tombol remote-nya tertekan terus. Syukurlah masih bisa naik motor.
Yang kedua adalah sorenya saat daku berlatih (ceile…) eh, tepatnya bermain gitar (karena memang cuma main-main). Kok tiba-tiba efek Zoom G1X sering restart sendiri. Kupikir ada yang salah dengan adaptornya. Kuganti dengan adaptor generik masalahnya juga sama. Dan kemudian malah disertai suara meletup di amplifier Fender Frontman 15G. Ya sudah, karena suasananya tidak mendukung, maka kuakhiri sesi latihan.
Agak malam kemudian kok ada yang aneh, tiba-tiba lampu meredup dan menjadi terang lagi. Wah, kayaknya ada yang tidak beres dengan kelistrikan. Terus kukaitkan dengan bermasalahnya efek Zoom. Langsung saja kukeluarkan multimeter digital dan mengukur tegangan dari adaptor asli milik Zoom. Tahukah berapa yang ditunjukkan oleh multimeter? 15 volt! Dari adaptor generik malah 18 volt. Switch adaptor kustel ke 3 volt pun tetap mengeluarkan tegangan 18 volt. Aneh…
Dan berakhirlah hidup Zoom G1X-ku. Ketika kucoba menyalakan, efek ini tidak mau menyala. Hiks…
Masalah ketiga adalah saat tak lama kemudian listrik apartemen mati. Ya sudah, daku pun memilih tidur saja. Tentu jendela dibuka lebar-lebar karena puanasnya minta ampun. Kalau sudah mengalami masalah kelistrikan seperti ini, bahkan sampai merusak piranti elektronik, kita harus mengeluh kepada siapa? Kepada PLN? Hem… rasanya tidak mungkin.
Ada yang mengalami masalah ironis tentang kelistrikan sepertiku?
~~~
Update 21:50 Setelah diganti baterai remote, ternyata alarm tetap tidak respons. Langsung saja kubuka pintunya. Dan alarm tidak respons. Tadinya daku sempat khawatir kalau alarm tidak dimatikan, maka alarm akan berteriak-teriak. Tapi ternyata tidak.
Lalu tegangan aki kuukur dengan multimeter. Ternyata tegangannya hanya 0,04 volt. Alias tekor bin modar. Hem… harus beli aki nih. Tapi kayaknya memang sudah seharusnya ganti aki. Soalnya sudah buluk banget akinya. Hehehe…
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 2, 2009
Rasanya kok pengen mengeluarkan sumpah serapah saat ditelpon pengelola hosting Forum Autisme Indonesia (FAI) yang memberitahukan kalau server mereka rusak dan tidak dapat mengembalikan semua data karena harddisk mereka rusak. Tadinya mereka berkelit kalau itu adalah Force Majeur, tapi daku pun menolak kelitan itu karena kalau FM itu karena bencana alam atau hal-hal lain yang tidak bisa dihindari seperti bom dan lain-lain.
Dan daku pun mencecar kalau seharusnya ada backup di mesin terpisah sehingga saat server tersebut rusak, backup-nya masih ada. Ternyata harddisk backup-nya ya di server tersebut. Banyak hal yang kuselidiki, namun apa boleh dikata, sang pengelola tidak bisa berbuat apa-apa lagi kecuali hanya menawarkan restore backup dari pelanggannya. Katanya kerusakan ini juga mempengaruhi 600 pelanggan yang lain. Weks…
Padahal FAI sudah jalan 2 tahun ini. Artikelnya termasuk aktif sumbangan dari para orang tua dengan anak berkebutuhan khusus. Kontributor terbesar adalah dari Ibu Any Bagwanto dan Pak Riswanto. Untuk saat ini daku baru memberikan kabar duka-cita ini kepada Bu Any.
Syukurlah Bu Any bisa menerima berita duka ini bahkan menawarkan konsep baru untuk FAI. Gayung bersambut sebenarnya, karena daku pun ingin memiliki konsep baru untuk FAI. Mungkin formatnya lebih cenderung seperti majalah dengan fitur-fitur yang lebih kaya.
Oke, kami pun berjanji untuk me-rework FAI. Tentu harus lebih baik dari sekarang.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 2, 2009
Liburan kemarin daku dan istri belanja di sebuah super kampret market. Setelah urusan bayar membayar selesai, daku pun memeriksa struk belanjaan. Di situ tertulis kalau kami mendapatkan hadiah langsung jika belanja Rp. 200.000 dan berlaku kelipatannya. Aha… karena kami belanja cukup banyak, maka kami pun berhak mendapatkan 4 hadiah langsung.
Daku pun mendatangi bagian hadiah. Di sana cukup banyak juga yang antri. Rupanya sebelum mendapat hadiah, para pengunjung diberi kesempatan untuk memilih hadiah. Namun sebelum hadiah tersebut diberikan, pengunjung harus menjawab pertanyaan dulu. Weks…
Kontan saja daku bertanya kepada mbak petugasnya:
“Mbak, ini hadiah langsung kan?” Tanyaku sambil menunjukkan struk yang menuliskan kalau daku berhak mendapatkan hadiah langsung sebanyak kelipatan 200ribu.
Posted by: Emanuel Setio Dewo on: November 1, 2009
Syukurlah bulan Oktober ada sedikit SHU (Sisa Hasil Usaha). Namun bukannya ditabung malah kugunakan untuk membeli efek gitar. Untungnya istri tidak protes. Hehehe…
Dan perburuan pun dilakukan. Tadinya mau beli stompbox, tapi kurasa kok kurang praktis karena satu stompbox biasanya cuma 1 sampai 2 tone/efek. Jadi kalau ingin punya banyak tone atau efek, maka harus punya banyak stompbox. Jatuhnya bakal mahal banget. Belum lagi ruwetnya kabel yang bersliweran. Alhasil kriterianya menyempit menjadi berburu multi efek digital.
Pilihan sebenarnya banyak, dari Line 6, Korg, Boss, Behringer, Zoom, dll. Lalu dipilihlah yang paling murah sehingga tinggallah merek Zoom. Serinya ada 707II, G1/G1X dan G2/G2.1u. Sayangnya 707II adalah produk lama dan sudah discontinued, sedangkan G2 dan G2.1u masih sangat mahal. Ada juga yang jual second, tapi pasti langsung laku jika harganya miring. Sementara daku merasa sayang jika harus beli efek kemahalan. Maka kemudian daku pun berburu G1X. Yang second saja. Selain pasti lebih murah, juga ternyata G1X baru susah dicari di pasaran. Kalau pun ada, cuma yang seri G1 yang tidak memiliki expression pedal.
Peninggalan