Polisi Cepek

Rasanya istilah “polisi cepek” muncul di era akhir 90an atau awal tahun 2000an ya? Polisi cepek bukanlah polisi beneran, dia adalah seseorang atau beberapa orang biasa yang membantu pengguna jalan untuk menyeberang atau putar balik di jalan raya yang sangat padat. Pengguna jalan yang merasa terbantu akan memberikan uang seratusan rupiah sebagai balas jasa telah dibantu menyeberang atau putar balik.

Sampai sekarang masih banyak juga praktek-praktek ini. Walau pun tentu imbalannya sudah lebih dari Rp 100 dan mungkin namanya sudah bukan “polisi cepek” lagi. Pengguna mobil yang terbantu mungkin sekarang memberikan pecahan logam 500 atau 1000 rupiah. Atau jika dengan uang kertas, mungkin 1000 atau 2000 atau bahkan 5000 rupiah.

Saya sendiri menghargai upaya mereka membantu mengatur jalan supaya tidak terlalu ruwet dan memberi mereka uang sekedarnya. Rasanya banyak pengguna jalan yang setuju dengan praktek mereka yang membantu pengguna jalan agar lebih lancar sekaligus mencairkan kemacetan. Tapi saya lihat banyak juga pengguna jalan yang cuek dan tidak memberi mereka uang.

Kalau Ibunda sih selalu semangat menyiapkan uang seadanya ketika melihat ada polisi cepek. Bahkan jika polisi cepeknya sudah tua pasti disiapkan uang lebih banyak dari pada biasanya. Ibunda berpikir sebaiknya memberi mereka uang karena mereka telah berusaha mencari uang dengan semampu yang mereka bisa. Dari pada mereka menjadi kriminal atau cuma mengemis lebih baik mereka bekerja menjadi polisi cepek yang bisa membantu para pengguna jalan.

Dan saya setuju dengan pendapat Ibunda.

Dipublikasi di Personal | Tag , , , , | 6 Komentar

Antrian Motorola Moto E di Lazada

Kali ini Lazada menawarkan pre-order untuk Moto E dengan harga Rp 1.299.000. Bisa dibilang sangat terjangkau bagi pendamba smartphone. Tapi apakah harganya layak? Mengingat sebelumnya Lazada menjual Xiaomi Redmi 1S dengan harga yang lebih mahal sedikit tapi memiliki spesifikasi jauh lebih baik.


{Foto dipinjam dari www.gsmarena.com}

Kalau kita simak spesifikasinya, jika dibandingkan dengan Xiaomi Redmi 1S, maka Moto E sangat inferior. Prosesornya menggunakan Qualcomm Snapdragon 200 yang “cuma” dual core 1.2 GHz Cortex A7 yang disandingkan dengan GPU Adreno 302. Coba dibandingkan dengan Redmi 1S yang berani mengusung prosesor Qualcomm Snapdragon 400 MSM8228 yang punya core 4 buah dengan clock 1.6 GHz Cortex A7 dan disanding dengan GPU Adreno 305.

Baca lebih lanjut…

Dipublikasi di Personal | Tag , , , , , , | 4 Komentar

Mawar Belang

mawar-belang

Kebetulan di taman Ibunda ada mawar yang sedang merekah. Tapi kok warna mawarnya tidak solid gitu ya? Belang antara putih dan merah muda. Keren sih. Tapi kesannya jadi kurang tegas :)

Dipublikasi di Personal | Tag , , , , | 1 Komentar

Dimakan Enak Gak, Sih?

mulwo

Ini foto buah Mulwa/Nona yang tumbuh di rumah Ibunda. Konon buah ini berkhasiat untuk mengobati kanker. Enak gak sih kalau dimakan? Besok pagi kalau tidak lupa akan saya petik 1 untuk dicoba :)

Dipublikasi di Personal | Tag , , , , | 11 Komentar

Benchmarking Xiaomi Redmi 1S dengan Antutu

Setelah mencoba beberapa hari dengan ketahanan baterai yang lumayan, saya pun mencoba melakukan benchmark Redmi 1S. Saya menggunakan program Antutu Benchmark 5 yang saya download dari Google Playstore.

Hasilnya keren, pada percobaan pertama Redmi 1S dapat skor 20146. Berikut screenshot-nya:

benchmark_redmi

Sayangnya percobaan ke-2 cuma dapat skor 18141. Hasil ini termasuk lumayan ya? Bisa mengalahkan beberapa smartphone dengan harga di atasnya.

Lanjut »

Dipublikasi di Personal | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Bunga Luntur?

Bunganya kok kayak luntur ya? Hehehe…

luntur

Dipublikasi di Personal | Tag , , , | 4 Komentar

Ngoprek Cubieboard 2

Semenjak galau, saya pun berburu Cubieboard 2. Saya sengaja tidak beli baru karena kalau beli baru bisa sangat mahal. Cukup yang second saja, asal masih bagus kondisinya. Hingga akhirnya saya berhasil mendapatkannya dari kaskus.

IMG_20140910_161536

Lanjutkan membaca »

Dipublikasi di Android, Gadget | Tag , , , | Tinggalkan komentar