Dasar Malaysia Kambing!

Tadinya daku sudah berusaha menahan diri tidak menulis apa pun tentang konflik RI dgn Malaysia. Tapi ternyata daku tidak tahan lagi. Apalagi setelah membaca banyak status dari berbagai jejaring sosial yg isinya mencela SBY. Ya benar, keputusan pemerintah dalam mengatasi konflik ini dengan diplomasi seperti yg dituangkan dalam pidato presiden malam ini memang mengundang banyak cercaan. Selain dari lawan politiknya, juga dari banyak masyarakat.

Benar-benar memprihatinkan. Mengenai hal ini, daku cuma punya opini sederhana. Daku menganalogikannya begini: ada seekor kambing jantan nakal yang hobinya ngajak berantem mulu. Hobinya memamerkan tanduk panjang bergelung indah kebanggaannya. Seandainya saja kambing nakal ini diladeni secara kambing juga, pasti terjadi adu tanduk antara dua kambing. Hem… tidak heran kan kalau sering terjadi adu kambing?

Lha kita ini bukan kambing, Saudara-saudara! Dan Indonesia ini bukan negara kambing, Sobat-sobat! Ya kalau ketemu kambing jantan nakal kayak gini, mestinya kita bisa ngelus-ngelus, syukur-syukur berhasil menjinakkannya. Nanti kalau sudah jinak, kita bisa menyembelihnya dengan suka cita. Apalagi kalau waktunya pas perayaan. Ya, tho?

Continue reading

Posted in Bencana, Dewo, Iseng, Kepemimpinan, Korslet, Opini, Personal, Politik, Renungan, Sebel, Tragedi | Tagged , , , , | 10 Komentar

Kangen

Kangen keluarga …
Kangen main gitar …
Kangen kebebasan …

Tapi daku harus kuat!
Daku harus tetap bersemangat!
Demi keluarga!
Demi kebebasan!

Posted in Celoteh, Dewo, Iseng, Keluarga, Keseharian, Personal, Renungan | Tagged , | 19 Komentar

Merdekakan Dirimu Sendiri


Hem… rupanya sudah 65 tahun Indonesia merdeka. Puji syukur kepada Tuhan karena kita dapat menikmati kemerdekaan hasil cucuran darah para leluhur kita. Entah berapa ribu jiwa telah hilang demi menggapai kemerdekaan dan kesetaraan.

Namun apa daya, lihatlah ke dalam diri kita sendiri, apakah kita sudah merdeka?

Apakah hati kita sudah merdeka? Apakah hati kita ini masih diisi dengan kebencian, permusuhan, iri dan dengki?

Apakah jiwa kita sudah merdeka? Apakah pikiran kita masih dijajah oleh kepicikan, pikiran atau prasangka buruk dan kuasa-kuasa kegelapan? Atau malah kita menjadi penjajah bagi jiwa-jiwa yang lain? Atau sedemikian mudahkah kita mendzolimi jiwa-jiwa lain dengan menjajah hati nurani kita sendiri?

Lalu, apakah raga kita juga sudah merdeka? Apakah kita masih dijajah oleh konsumerisme, materialisme, keserakahan, nafsu negatif dan kemalasan?

Merdeka berarti lepas dari kungkungan penjajah. Merdekakan hidupmu! Bangunlah jiwamu! Kibarkan semangatmu, untuk MERDEKA selamanya.

Posted in Dewo, Keseharian, Opini, Personal, Renungan | Tagged , , | 6 Komentar

Lagu Perjuangan, Lagu Penyemangat

Apakah Anda punya lagu favorit untuk pembangkit semangat? Mestinya ada ya? Atau malah tidak punya?

Daku jadi ingat masa-masa remaja terutama di hari-hari menjelang hari peringatan kemerdekaan RI yg diperingati setiap tanggal 17 Agustus. Saat itu kami sering sekali menyetel lagu-lagu perjuangan. Dari yang lagu mars menghentak-hentak (bumi) sampai lagu-lagu perjuangan nan mendayu-dayu. Dari lagu “Garuda Pancasila” sampai lagu “Sepasang Mata Bola.”

Efeknya sangat bagus. Semangat jadi terkatrol. Pokoknya jadi semangat banget deh. Serasa semangat maju perang. Terutama saat mendengarkan lagu mars. Wuih…

Continue reading

Posted in Dewo, Musik, Opini, Personal | Tagged , , | 5 Komentar

13 Wasiat Terlarang (Inventori Otak Kanan)

Buku “13 Wasiat Terlarang! Dahsyat Dengan Otak Kanan” karangan Ippho Santosa PhG memang sangat menarik. Buku ini seolah menyadarkan daku. Setelah berkilas balik, ternyata daku itu seorang yg dominan otak kanan. Namun dalam perkembangannya daku terjebak dalam dunia otak kiri!

Ya, daku banyak sekali dipaksa hidup dalam dunia otak kiri. Dari lingkungan, pendidikan dan pekerjaan. Pantas saja seperti ada sesuatu yang hilang dalam hidup ini.

Continue reading

Posted in Bacaan, Berguna, Buku, Dewo, Keseharian, Opini, Personal, Resensi | Tagged , | 7 Komentar

Jangan Lagi Ada Petasan (Mercon)

Nampaknya bulan Ramadhan tidak pernah lepas dari benda pembuat keonaran yang seolah telah menjadi tradisi, yaitu petasan. Dan bulan Ramadhan tahun ini pun sudah ternoda dengan meledaknya sebuah mobil yang berisi petasan yang membawa korban 5 orang.

Ironis jika membaca bahwa bahwa banyak orang tua yang membiarkan anaknya bermain petasan. Hempf… Padahal jelas-jelas petasan ini sering memakan korban. Tidak hanya cacat fisik, tapi juga hilangnya nyawa.

“Orang tua membiarkan?” (Lanjutan) »

Posted in Dewo, Iseng, Konyol, Opini, Personal | Tagged , | 10 Komentar

Ketika Einstein Ketemu Mr Bean

{ Daku dapat kulakan humor. Sayang kalau tidak dituliskan di blog ini. Hihihi… lho kok sudah ketawa duluwan? }

Suatu ketika bertemulah Einstein & Mr Bean di sebuah kereta dalam perjalanan yang panjang. Untuk mengusir kebosanan, maka Einsten yang sangat terkenal jenius itu mengajak Mr Bean berteka-teki.

Einstein: “Mari kita main tebak-tebakan. Aku akan beri kamu pertanyaan. Kalau kamu tidak bisa menjawab pertanyaanku, maka kamu harus memberiku uang $5. Sebaliknya, jika aku tidak bisa menjawab pertanyaanmu, maka aku akan memberi kamu uang $500.”

Mr Bean: “Hem… oke!” tentu saja ini tawaran yang menarik bagi Mr Bean.

Continue reading

Posted in Dewo, Humor, Iseng, Lucu, Personal | Tagged , , , , | 8 Komentar

Kamera Pengintai (2)

(Serial Wedo Tesio. Cerita ini lanjutan dari “Kecewa Tayangan Erotis” dan “Kamera Pengintai”)

“Ehm, apakah Ibu tidak mencurigai orang lain di dalam perusahaan? Mungkin saja… ini kemungkinan saja ya, mungkin ada staf-staf Ibu yang lain yang seperti Bu Siska.” Wedo berusaha mengutarakan kecurigaannya dengan bahasa yang berhati-hati. Dia takut membuat Bu Siska tersinggung karena Wedo sudah mulai masuk ke wilayah pekerjaan Bu Gina.

“Ya bisa saja begitu. Tapi dengan bantuan kamu, saya pun belum tentu bisa mempercayai kamu.” Kali ini Wedo menangkap nada datar & sinis dari Bu Gina.

“Hanya saja, saya tidak memiliki kepentingan bisnis dengan materi pengintaian saya, Bu. Jadi semuanya tidak berarti bagi saya.” Kata Wedo berusaha menyakinkan.

“Tidak meyakinkan. Dan tidak menjamin.” Kata Bu Gina masih datar. Aduh… bagaimana caranya menyakinkan Bu Gina ya? Tanya Wedo dalam hati.

“Kan semua hasil pengintaian akan saya laporkan ke Bu Gina. Tanpa ada yang saya tutup-tutupi. Jika perlu, saya akan menandatangani kontrak kerja secara profesional dengan Ibu.”

Bu Gina kemudian mengambil tas di sampingnya dan menaruhnya di meja.

“Lalu ini apa?” Tanya Bu Gina menunjukkan isi tasnya. Wedo melihat di dalamnya ada sepasang kamera pengintainya. Dan matanya tertumbuk ke sebuah pistol. Hah, Bu Gina punya pistol? Langsung saja Wedo mengkerut nyalinya. Ya karena kameranya yang ketahuan dan juga karena pistol itu. Tidak dinyana Bu Gina memiliki sebuah pistol. Melihat materialnya, nampaknya pistol itu pistol beneran. Seumur-umur Wedo belum pernah memegang pistol. Bahkan melihat pistol asli dalam jarak sedekat ini pun belum pernah.

Continue reading

Posted in Cerita Pendek, Cerpen, Dewo, Personal, Wedo Tesio | Tagged , , | 14 Komentar

Kamera Pengintai

(Cerpen Wedo Tesio. Baca cerita sebelumnya: “Kecewa Tayangan Erotis” Start-Finish: 08/08/2010)

Semalaman Wedo tidak bisa tidur. Pikirannya terganggu dengan peristiwa kemarin. Agak menyesal juga dia karena telah memasang 2 kamera pengintai yang harganya termasuk mahal itu. Tapi yang lebih mengganggu pikirannya adalah karena jika kamera itu ditemukan Bu Gina. Bisa-bisa jadi kasus. Bisa-bisa dia dituntut Bu Gina. Maka Wedo pun memikirkan bagaimana caranya supaya bisa mendapatkan kembali kameranya.

Terbersit di pikirannya untuk kembali ke apartemen Bu Gina. Tapi apa alasannya ya? Yang jelas sih tidak mungkin jika dia masuk ke sana diam-diam. Kan penjagaan di sana cukup ketat. Jadi Wedo harus memikirkan alasan supaya bisa masuk ke sana lagi.

Maka dengan nekad Wedo pun mengampil ponselnya dan menghubungi Bu Gina.

“Selamat pagi, Bu Gina,” sapa Wedo saat telponnya tersambung ke ponsel Bu Gina.

“Selamat pagi juga. Wedo ya?” Terdengar suara Bu Gina ringan, seolah tanpa beban. Mungkin Bu Gina belum mengetahui kamera pengintai Wedo? Ah, kesempatan, pikir Wedo.

Continue reading

Posted in Cerita Pendek, Cerpen, Dewo, Personal, Wedo Tesio | Tagged , | 9 Komentar

Racun Keong Racun

Pagi ini daku melihat berita video YouTube “Keong Racun” masih rame diberitakan. Bukan numpang terkenal kalau kemudian daku menulis tentang “Keong Racun” ini, tapi karena sebenarnya daku cukup prihatin. Tentu bukan prihatin kepada Jojo dan Shinta, tapi kepada beberapa hal yg mengikuti fenomena ini.

Pertama, rupanya cukup memprihatinkan bahwa sampai hari ini infotainment tetap memberitakannya. Hm… rasanya sudah beberapa minggu deh. Apa ngga bosen ya? Atau apakah tidak ada berita lain?

Kedua, rupanya penirunya sangat banyak. Dari yang culun abis sampai yg ke cute abis. Dari yang norak sampai ke yang norak banget. Hihihi… Lha yg membuat prihatin itu karena tidak adanya kreativitas. Kesannya cuma niru saja plus ingin mendompleng popularitas.

Continue reading

Posted in Dewo, Musik, Opini, Personal, Video | Tagged , , | 9 Komentar