Tadinya daku sudah berusaha menahan diri tidak menulis apa pun tentang konflik RI dgn Malaysia. Tapi ternyata daku tidak tahan lagi. Apalagi setelah membaca banyak status dari berbagai jejaring sosial yg isinya mencela SBY. Ya benar, keputusan pemerintah dalam mengatasi konflik ini dengan diplomasi seperti yg dituangkan dalam pidato presiden malam ini memang mengundang banyak cercaan. Selain dari lawan politiknya, juga dari banyak masyarakat.
Benar-benar memprihatinkan. Mengenai hal ini, daku cuma punya opini sederhana. Daku menganalogikannya begini: ada seekor kambing jantan nakal yang hobinya ngajak berantem mulu. Hobinya memamerkan tanduk panjang bergelung indah kebanggaannya. Seandainya saja kambing nakal ini diladeni secara kambing juga, pasti terjadi adu tanduk antara dua kambing. Hem… tidak heran kan kalau sering terjadi adu kambing?
Lha kita ini bukan kambing, Saudara-saudara! Dan Indonesia ini bukan negara kambing, Sobat-sobat! Ya kalau ketemu kambing jantan nakal kayak gini, mestinya kita bisa ngelus-ngelus, syukur-syukur berhasil menjinakkannya. Nanti kalau sudah jinak, kita bisa menyembelihnya dengan suka cita. Apalagi kalau waktunya pas perayaan. Ya, tho?





