Melawan Disrupsi Bisnis di Bidang Kesehatan (1)

Kalau kita lihat beberapa tahun belakangan ini, maka kita bisa mengamati beberapa disrupsi bisnis di beberapa bidang. Sebut saja dengan hadirnya ojek online yang mengganggu bisnis ojek pangkalan; taxi online yang mengganggu bisnis taxi konvensional; e-commerce yang mengganggu bisnis perdagangan, retail dan bahkan distribusi; agen tiket perjalanan online yang mengganggu agen tiket konvensional; penginapan online (Airbnb) yang mulai mengganggu bisnis perhotelan.

Kalau dicermati, semua disrupsi bisnis ini dilakukan oleh perusahaan teknologi yang tidak memiliki sumber daya di bidang tersebut. Sebut saja Gojek yang merupakan pemain ojek online. Gojek ini tidak memiliki armada sepeda motor. Pengemudi yang menjadi mitralah yang memiliki sepeda motornya. Demikian juga dengan Uber atau Grab yang tidak memiliki armada taxi, tapi pengemudilah yang mengusahakan sendiri mobilnya.

Mengapa kita perlu mencermati para pemain disruptif ini?

Kita perlu mencermatinya karena para pemain ini bisa dikatakan “sadis”. Dengan penguasaan teknologi yang prima, mereka bisa menghancurkan bisnis konvensional tanpa ampun. Lihat saja ketika Gojek hadir, maka bermunculanlah banyak ojek online dengan harga kompetitif dan layanan door to door yang kemudian membuat ojek pangkalan tidak laku lagi. Atau lihat saja Uber, Grab dan GoCar yang membuat banyak perusahaan taxi seperti hidup segan mati pun enggan.

Read More »

Iklan