Belajar Bokeh #DSLR

Rupanya membuat bokeh itu tidak sulit. Setelah saya baca-baca di “Apa Itu Bokeh? Lalu Bagaimana Membuatnya?” saya pun mempraktekkannya. Membuat bokeh yang “baik” ternyata tidak sulit loh! Ini dia hasil latihan membuat bokeh.

Horeee berhasil
Horeee berhasil

Foto di atas diambil dengan focus manual, apperture f/4,8 dan panjang focal 48,0 (35mm film), 32,0 lens. Saya menggunakan ISO 640.

Percobaan berikutnya
Percobaan berikutnya

Foto di atas diambil dengan focus otomatis dengan apperture f/5,6 dan panjang focal 82,0 (35mm film), 55,0 lens. ISO masih menggunakan 640.

Terima kasih MasAndank atas tips-nya.

14 pemikiran pada “Belajar Bokeh #DSLR

  1. Sori mas bro.. CMIIW, sepertinya itu bukan bokeh, itu lebih ke depth-of-field, coba googling lagi cari definisi bokeh yang sebenarnya.

    • Bener mas bro, banyak referensi yang salah mengartikan antara bokeh dan DOF. Bokeh memang baru akan muncul jika terjadi DOF. Tapi tidak semua DOF berarti bokeh. Kualitas bokeh ditentukan salah satunya dari jumlah blade diafragma didalam lensa nya. Semakin banyak jumlah blade nya, akan semakin bagus bokeh yang dihasilkan, yaitu pattern bokeh nya jadi berbentuk bulat bulat. Semua lensa pasti bisa menghasilkan DOF, tapi tidak semua lensa bisa menghasilkan area blur yang mumpuni sampe bisa disebut bokeh. Itu apa yang ane tau, kalo ternyata salah, mohon dimaklumi 😛

    • Wow, terima kasih masukannya, Mas Bro. Menurut definisi Mas Tenyom, berarti bokeh yang tingkat tinggi (good bokeh). Sedangkan menurut Mas Andank, bokeh itu sendiri bisa ada 3 kategori:

      1. Poor bokeh
      2. Neutral bokeh
      3. Good bokeh

      Bokeh sendiri dari bahasa Jepang yg diterjemahkan sebagai blur. Mungkin foto saya masih tingkat bad/neutral bokeh, xixixi…

      Oh iya, untuk membuat good bokeh perlu lensa tele yang mumpuni, yang harganya sangat mahal, hiks…

    • Ini mungkin bisa jadi referensi contoh yang benar-benar Bokeh, bukan sekedar depth-of-field.

      Dari gambar itu mas bro bisa lihat sendiri, seperti ada pemisahan antara si DOF dan si bokeh. Dan perlu diingat, DOF (atau area yang out-of-focus) tidak hanya terjadi dibelakang, tapi juga didepan object,

      So again, bokeh is not just a blurry images…

    • Betul mas bro.. yang di nikon itu emang terlalu over.. malah mengganggu object.. karena emang sample itu bener-bener mau menonjolkan Bokeh nya.

      Dan seperti sample yang sampeyan kasih link nya itu.. coba perhatikan.. area yang blur.. pasti samar-samar terlihat kan ada pola bulat bulat nya… itulah definisi bokeh yang ane pahami (atau salah pemahaman ane?), kalo gak muncul bulat-bulat itu, berarti gak ada bokeh nya, itu cuman blur / out-of-focus biasa.

      Seperti yang di awal post ane dah bilang.. bulat atau engga nya, tergantung dari jumlah blade dalam lensa nya, semakin banyak, semakin sempurna bulat nya, dan sebaliknya, dan bokeh pasti di-asosiasi-kan dengan bentuk bulat, kecuali sampeyan punya lensa yang penampang nya berbentuk segitiga atau kotak, nanti bokeh nya bisa berbentuk segitiga atau kotak juga hehehe….

      Oke mas bro, segitu aja “pemikiran ane”…. salam…

    • Makasih ya, Mas Bro. Akan saya pelajari cara buat bokeh yang bisa sampai bulet-bulet seperti itu. Memang sangat menarik jika bisa sampai seperti itu. Saya akan coba dengan lensa standard saya… Xixixi…

      Salam hangat, Mas Bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.