Honda (AHM) Ketahuan Bohongnya
Kalau ada pabrikan motor mengeluarkan motor baru, biasanya harganya lebih mahal dari pada motor sebelumnya. Selain karena biasanya motor baru mengusung teknologi lebih canggih dan perbaikan-perbaikan, juga untuk menjaga harga motor lama tetap stabil. Maksudnya motor lamanya tidak langsung drop harganya di pasaran motor bekas.
Tetapi keanehan terjadi di Honda. Kali ini AHM mengeluarkan motor baru yang harganya lebih murah dari pada motor lamanya. Tidak tanggung-tanggung, harganya lebih murah 500 ribu sampai 1 juta rupiah di beberapa variannya. Panic Strategy dari AHM? Hallow AHM!
Motor baru Honda ini berjuluk Honda New Supra X125 dan memiliki beberapa pilihan, yaitu New Supra X125 (SW dan CW) dan New Supra X125 PGMFI (CW).
Mari kita simak harga-harga motor baru Honda yang juga diulas di Tabloid Otomotif (edisi 20: XVII, 17 September 200) dan Tabloid MotorPlus (edisi 446, Sabtu 15 September 2007).
| Tipe | Harga | Potongan |
| Spoke Wheel (jari-jari) | Rp 13,6 juta | -500 ribu |
| CW | Rp 14,6 juta | -800 ribu |
| CW PGMFI | Rp 15,7 juta | -1 juta |
Nampak paling kenes adalah Supra X125 PGMFI yang harganya terpangkas 1 juta dari versi lawasnya. Padahal versi ini adalah versi paling mahal dan paling dibanggakan oleh Honda (dan fans-nya). Jejuluk motor injeksi paling irit yang disandang Supra X125 PGMFI jadi pembohongan publik ketika harga jualnya lebih mahal 2 juta dari kompetitor. Padahal dengan uang selisih 2 juta itu, masyarakat bisa membayar biaya konsumsi bahan bakar selama 1 sampai 2 tahun jika kita menggunakan motor produksi kompetitor Honda. Tidak percaya? Silakan baca: ini.
Struktur harga baru motor Honda ini konon adalah strategi AHM dalam mengejar prestasi penjualan Yamaha yang tahun ini mengungguli Honda. Buktinya dengan struktur harga baru ini AHM menargetkan penjualan 75 ribu per bulan untuk Supra X125 biasa dan 5 ribu per bulan untuk versi injeksi. Bagi saya, langkah Honda ini tampak seperti Panic Strategy saja. Dan dampaknya tentu saja amat-sangat negatif. Kenapa?
- Harga motor baru yang lebih murah akan menghancurkan harga motor bekas Honda. Masyarakat lebih baik membeli baru dari pada membeli bekas. Dan harga motor bekasnya yang selama ini stabil (walau pun masih kalah dari pada Yamaha) akan semakin terpuruk. Depresiasinya akan semakin memburuk.
- Masyarakat menjadi menilai bahwa Honda melakukan pembohongan publik. Supra X125 yang sudah dijual sejak September 2005 memiliki harga yang terlalu mahal (over price). Buktinya 2 tahun kemudian harga ini dipangkas antara 500 ribu sampai 1 juta rupiah.
- Kepercayaan masyarakat pada Honda menjadi berkurang, bahkan luntur. Image brand besar dengan produk hebat bakal sirna seketika. Masyarakat jadi tambah malas beli motor Honda. Mereka bisa saja khawatir membeli produknya sekarang. Alasan mereka syah-syah saja karena mereka khawatir tahun depan (atau 2 tahun lagi) harga motor versi barunya lebih murah. Dan jika mereka menjual motornya, maka harga bekasnya akan terjun payung. Jadi kepastian dan keuntungan masyarakat karena memiliki motor Honda bakal dipertanyakan dan diragukan.
Saya jadi teringat ketika saya menggunakan Honda Astrea Star 86. Motor ini adalah motor turun-temurun dari kakak, saya kemudian adik. Kami memilikinya kurang lebih 13 tahun. Dan ketika menjualnya, adik saya bisa menjual lebih mahal dari pada harga belinya. Nyaris 2 kali lipat harga beli pada tahun 1986! Bagaikan investasi yang menguntungkan.
Tetapi tampaknya pengalaman keluarga kami yang untung ini bakal sulit terulang lagi di masyarakat pengguna Honda. Justru karena strategi AHM yang penuh dengan kepanikan! Seharusnya AHM lebih smart dalam merumuskan strategi!
~~~
Gambar diculik dari Astra Honda Motor
Tiger? Kenceng? ngga salah tuh? Di jalan sering dilibas bebek diatas 125cc.
Tiger? Irit?
Tiger itu 1 liter = 30-35 km jarak tempuh
Ninja RR 1 liter = 30-33 km jarak tempuh.
Apanya yang irit, apanya yang kenceng?
Kalo mahal iya..
Rotten 150RR
Juni 15, 2009 at 1:46 am
Nyang kenceng Kantong Pemiliknya TAHU ?!!!!
Sepsianto (Yoseph)
Juni 26, 2009 at 6:48 am
no koment… sieun dihukum euy….
enday
Juni 19, 2009 at 11:34 am
Honda ya? saya itu penjual Sepeda Motor Honda (SMH) sih.. Jadi ya hrs Pro SMH. Harga OTR memang relatif lebih mahal dari kompetitor, klaim ganti spare part pun ampe 1 bulan, keuntungan jual SMH pun gak gede2 amat, persaingan retailnya pun di daerah DKI&Tangerang dah kurang sehat (diskon gede2). Byk produk baru (contoh Revo Series) yg memang punya kekurangan di sistem kunci. Kok jadi byk ngeluhnya ya?? ya memang Anda Harap Maklum (AHM) kali ya..
A'a Ogi
Juni 23, 2009 at 8:14 am
Honda tuh harusnya buat CBR 250R jangan hanya mengandalkan produk jadi dari Thailand,sekali-kali jadi pelopor donk!buktinya Honda punya Tiger N Mega Pro yg gk dijual di negara lain.Jadi bisa donk buat!tanpa embel2 Thailand
ardian
Juni 25, 2009 at 2:48 pm
pada berisik loe<kl mampu beli, beli! kl ga diem aja<bagamanapun honda selalu lebih unggul<liat dong daya tahanya 2-3th kemudian yg lain dah pada rontok,hahahah
acong
Juli 10, 2009 at 3:06 pm
setuju<yang jelek2in itu orang sirik"sirik tanda tak mampu"
acong
Juli 10, 2009 at 3:07 pm
Kalau menurut saya Honda mau berbaik hati kali ya? Ingin memberikan harga yg lebih terjangkau! Tapi ya harus diingat,makin murah harganya,maka kualitas makin a€***!
AHM= Anda Harap Maklum!
Iya juga ya?
Windi
Juli 11, 2009 at 2:22 pm
Mau berubah lha jelas-jelas wong namanya AHM, artinya
“Anda Harus Maklum” motor Honda mahal, body gak pernah keren-kerennya, Monoshock dari dulu ampe skrg cm dipasangin ama CS-1 mana bentuknya ky badak mau nanduk lagi.
Udahlah motor merk lain banyak, yang semakin didepan ada, inovasia tiada henti ada, sm Let’s time good rool lebih mantap.
Honda, ‘Anda Harus Maklum’ yah
mbah_ojek
Juli 13, 2009 at 9:10 am