Mencurangi Google Adsense

Apakah Anda petani Google Adsense? Dulu saya juga.
Apakah Anda sukses bertani Google Adsense? Saya gagal, Sobat!
Dan kalau saya bisa gagal, maka Sobat-sobat juga bisa gagal!

Gagal memang lebih mudah dari pada berhasil ya? Hehehe…

Kenapa saya ngomong begini? Soalnya saya merasa kebijakan Google Adsense ini non-sense. Coba saya ceritakan asal mulanya ya?

Dulu saya pernah punya akun adsense. Bertahun-tahun tidak menghasilkan apa-apa. Padahal blog saya cukup ramai, bisa ribuan pengunjung per hari. Tapi tidak sedolar pun mampir di pundi-pundi saya.

Kenapa ya saya tidak bisa dapat sepeser pun? Padahal orang lain bisa dapat ribuan bahkan puluhan ribu dollar sebulan.

Jadi saya coba meng-klik iklan yang tayang di blog saya sendiri. Setelah beberapa lama, saya dapati pendapatan dari adsense bergerak. Tidak besar sih, belum sampai 100 dolar. Tapi cukup menggembirakan newbie kayak saya ini. Jadi saya terus klik iklan-iklan di blog.

Tidak beberapa lama kemudian saya dapat email dari Google Adsense yang isinya men-disable akun saya karena “invalid activity”. Saya dianggap menyalahi aturan karena meng-klik iklan yang tayang di blog saya sendiri. Hehehe… memang sih. Tadinya saya cuma mau nyoba sistem adsense ini bekerja apa tidak. Tapi kebablasan, hahaha…

Akun saya di-disable dan semua pendapatan saya hangus.

Saya coba untuk appeal tapi ditolak juga. Tidak ada cara untuk aktif lagi. Wah sialan nih.

Kurang lebih setahun setelah itu saya coba bikin akun adsense baru dengan email lain. Kebetulan saya dapat email dari youtube kalau video saya bisa di-monetize.

Sayangnya saya lupa kalau ada kebijakan di Google Adsense kalau kita tidak boleh punya 2 akun adsense. Dengan polosnya saya mengisi nama penerima dengan nama asli saya yang pernah saya pakai di akun adsense sebelumnya. Alhasil beberapa hari kemudian saya dapat email dari Google Adsense dan Youtube kalau akun saya di-disable, di-ban.

Kurang asem tenan.

Mosok saya harus bikin akun baru dengan nama penerima orang lain? Itu malah tambah nggak jujur ya?

Dari sini bisa ditarik kesimpulan kalau kebijakan Google Adsense ini non-sense. Inti sarinya adalah:

  1. Iklan selalu ditayangkan di website kita dan kita baru dapat uang setelah iklan di-klik pembaca. Beda dengan iklan di media TV atau radio ya? Dari sini jelas tampak bahwa iklan adsense sangat beruntung bisa menempatkan iklan tanpa banyak keluar uang.
  2. Kita tidak boleh mengklik iklan yg tayang di website atau channel youtube kita sendiri walau pun iklan tersebut sangat menarik hati kita. Menyebalkan kan? Ini seolah-olah ada orang titip jualan tapi kita tidak boleh menyentuh barang dagangannya.
  3. Sekalinya akun kita di-disable sepihak oleh google adsense, maka hampir tidak ada cara lain untuk membukanya lagi. Pendapatan yang sudah didapat akan hangus. Memang sih kita bisa buat akun baru dengan nama penerima yang berbeda. Tapi kalau ketahuan bisa jadi kasus baru, hehehe.

Nampaknya kebijakan Google Adsense sangat ketat namun menurut saya konyol juga. Mengapa saya bilang konyol? Karena kebijakan ini bisa kita kondisikan untuk orang lain. Caranya?

  1. Kita bisa kondisikan akun adsense orang lain sehingga seolah-olah terjadi invalid activity. Caranya dengan mensimulasikan klik. Tentu tidak akan terdeteksi klik oleh diri sendiri, tapi akan terdeteksi seperti pembelian klik. Ini salah satu aturan ketat di Google Adsense di mana kita tidak boleh membeli aktivitas klik iklan.
  2. Cara kedua adalah dengan membuka akun adsense baru dengan nama penerima yang sama dengan akun adsense punya orang lain. Ini langsung menjatuhkan dengan telak. Tentu kita harus tahu nama penerima dari akun adsense orang lain tersebut.

Membuat simulasi klik bisa dilakukan dengan mudah. Tidak perlu investasi server, cukup berbekal laptop dan koneksi internet yg stabil. Berikut saya berikan script tersebut:

Jepretan Layar 2015-03-01 pada 7.34.44 PM

Kita tinggal copy salah satu link iklan Adsense dari sebuah situs target kemudian paste di variabel url script tersebut kemudian jalankan script tersebut di browser. Maka seolah-olah kita meng-klik iklan tersebut, padahal kita melakukan via script saja.

Jika kita secara konsisten melakukan aksi simulasi klik, maka Google Adsense akan mendeteksi seolah-olah terjadi invalid activity, yaitu pembelian klik.

Sebelum menggunakan script tersebut, berikut ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.

  1. Selalu gunakan koneksi yang random dan IP Publik yang dinamis. Kita bisa menggunaka koneksi dari modem selular yang selalu memiliki IP berbeda saat memulai koneksi.
  2. Sebelum memulai aksi, selalu bersihkan cache/cookie di browser yang digunakan. Jadi kita tidak bisa terdeteksi akun google atau sosmed-nya.
  3. Lakukan konsisten setiap hari untuk 1 akun adsense. Namun supaya aman, cukup lakukan 3x sehari masing-masing 1-2 jam untuk simulasi klik ini. Tidak perlu berlebihan.
  4. Monitor website target, apakah tayangan iklannya sudah blank? Jika sudah, maka upaya Anda berhasil. Anda dapat mengganti target akun adsense yang lain.

Walau pun demikian ada catatan dari saya mengenai aksi ini.

  1. Ini masih teoritis, perlu proof of concept. Saya belum tuntas mencoba script tersebut untuk mendisable akun adsense orang lain. Hehehe… bertentangan juga dengan hati nurani. Tapi mungkin Anda akan mencobanya?
  2. Teori yang dipakai adalah dengan menerapkan aksi supaya seolah-olah akun adsense orang lain melanggar kebijakan Google Adsense dengan cara “invalid activity”.

Rasanya cukup sekian bahasan unek-unek saya tentang Google Adsense dimana saya telah gagal. Anda mungkin punya pendapat lain? Silakan dituliskan di komentar. Tapi saya tidak janji untuk membalasnya.

Sampai jumpa.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Code dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Mencurangi Google Adsense

  1. Lidya berkata:

    aku belum pernah daftar lagi mas sejak pertama di tolak

  2. bloggersejati berkata:

    Hahaha..anda seorang pecundang bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s