Mini 360 DC-DC Adjustable Step Down

Selama ini saya selalu mengandalkan LM7805 sebagai regulator tegangan untuk proyek elektronika saya (Arduino, Wemos, Raspberry, CHIP, dll). Rupanya saya memang orang old fashion, ketinggalan jaman. Hari gini masih pakai regulator linear. Sebenarnya saya sudah lama tau kalau ada teknologi lain dalam hal pengaturan tegangan ini, tapi saya masih mengandalkan teknologi linear ini sampai sekarang (Referensi: datasheet LM7800). Ya dulu memang harganya lebih terjangkau. Tapi sekarang malah terbalik, hahaha…

Jadi kali ini saya ingin mencoba menggunakan teknologi pengaturan yang berbeda, yaitu pengatur tegangan dengan mekanisme switching yang di jaman sekarang malah lebih terjangkau tapi lebih efisien dalam hal efisiensi regulasi tegangannya. Saya pun membeli 2 model pengatur tegangan switching. Kalau mau baca bedanya antara regulator linear dengan switching bisa baca di: What is the Difference Between Linear and Switching Regulators?

Model pertama adalah LM2596 (Referensi: datasheet LM2596) yang di tokonya diberi judul: “LM2596 DC-DC Adjustable Step Down Power Supply 4.5-35V to 1.25-30.” Modul ini menggunakan IC LM2596. Jika dibandingkan dengan modul LM7805 akan terlihat lebih kecil sedikit. Itu karena LM7805 perlu heatsink, sedangkan LM2596 tidak perlu.

Sedangkan model kedua diberi judul oleh tokonya sebagai: “Mini 360 Small Adjustable DC Step Down 2A 5V-23V TO 1V-17V” yang menggunakan IC regulator MPS MP2307DN. Hanya saja, bentuk Mini 360 ini bener-bener mungil. Tadi waktu unboxing saya sempat terkesima. Rupanya lebih kecil dari yang saya bayangkan. Apalagi di tokonya dituliskan kalau modul ini mampu memberikan output 1.8A. Itu angka yang cukup besar loh! Bandingkan saja dengan LM7805 yang outputnya antara 1-1.2A saja (di datasheet tertulis bisa mengeluarkan arus maksimal 1.5A). Itu pun bakal panas banget.

Sebenarnya saya juga pengen beli Regulator DC-DC Step Up atau dikenal juga sebagai booster. Bisa digunakan ketika proyek elektronika menggunakan daya dari baterai. Ada juga modul yang menggabungkan booster dengan charger baterai juga. Tentu tambah menarik dan praktis. Tapi dalam waktu dekat ini sepertinya saya tidak membuat proyek elektronika yang ditenagai baterai. Jadi teringat wemos dan CHIP yang sudah punya sirkuit booster dan charger secara build-in. Praktis banget ya kalau ngoprek pakai Wemos dan CHIP?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.