Nyobain 3 Lensa

Kemarin nemanin teman beli Nikon D5200. Tentu saja tidak kusia-siakan kesempatan ini untuk mencoba beberapa lensa. Siapa tahu ada yang cocok. Lensa yang daku coba adalah Nikkor Fix Lens 50mm f/1.8D (prime lens), Tamron 70-300mm f/4-5.6 dan Nikkor AF-S DX VR Zoom 55-200mm f/4-5.6G IF-ED. Berikut hasil coba-cobanya. Harap dimaklumi jika foto-fotonya masih belepotan, maklum newbie, xixixi…

Nikkor 50mm f/1.8D

Ulasan dari Ken Rockwell bisa dibaca di: “Nikon 50mm f/1.8 D”. Lensa ini termasuk yang berumur lama. Sayang auto fokusnya harus dari kamera yang punya motor auto fokus di body. Jadi D5100-ku tidak bisa memanfaatkan auto fokusnya, harus dilakukan secara manual dengan memutar ring-nya.

Bagaimana dengan bokehnya?

Bagaimana dengan bokehnya?

Keren kan bokehnya? Daku pakai mode Mode Aperture Priority dengan f/1.8, shutter speed 1/1600 detik, focal length lens 50mm dan ISO 6400. Hehehe, nampaknya ketinggian ISO-nya sehingga rada-rada noise. ISO ketinggian ini karena daku lupa ngeset ISO setelah sebelumnya coba-coba motret di kegelapan. Foto cuma daku resize tanpa edit warna.

Tamron AF 70-300mm f/4-5.6 Tele-Makro

Lensa ini keren juga karena ada mode khusus makro-nya. Review-nya bisa dilihat di: “Kekurangan dan Kelebihan Lensa Tamron 70-300 mm”. Yang daku sayangkan dari lensa ini adalah karena tidak ada fitur VR (vibration reduction). Karena lensa tele sangat memerlukan fitur VR atau IS (di Canon).

Nampaknya keren juga hasilnya

Nampaknya keren juga hasilnya

Masih pakai mode Aperture Priority dengan f/5.3, shutter speed 1/200 detik, focal length lensa 280mm dan ISO masih ketinggian karena lupa ngeset 6400. Untuk mengaktifkan mode makro perlu memutar focal length antara 280-300mm baru tuas makro bisa digeser. Dengan begitu perlu jarak yang cukup jauh dari obyek untuk bisa memainkan makro. Ada plus minusnya sih.

Nikkor 55-200mm AF-S f/4-5.6 IF-ED VR

Review dari Ken Rockwell bisa dilihat di: “Nikon 55-200mm VR”. Ini lensa yang sudah daku incar sebenarnya. Banyak yang merekomendasikan untuk melengkapi lensa kit 18-55mm VR bawaan D5100. Jadi kalau lensa kit standard sudah mentok zoom-nya bisa segera diganti 55-200.

Candid yuuuk?

Candid yuuuk?

Foto di atas masih menggunakan mode Aperture Priority dengan f/5.6, shutter speed 1/320 detik, focal length 200mm dengan ISO masih ketinggian (*hiks*) 6400. Lensanya asyik aja diajak candid. Untuk DOF (depth of field) juga mantab. Kayaknya perlu daku tulis di posting terpisah mengingat pada akhirnya daku memboyong lensa ini. Xixixi…

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, DSLR, Photography dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Nyobain 3 Lensa

  1. Lidya berkata:

    aduh si ibu gaya apa fotonya

  2. Ping balik: Kena Bisa Lensa Beracun | Emanuel Setio Dewo

  3. Ping balik: Lensa AF-S DX Nikkor 35mm f/1.8G | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s