Batal Belanja Karena di-Ban

Saya ini orangnya males, lebih sering belanja via online. Dari pada pusing nyari sendiri ke toko-toko, mending kan beli online. Seperti ketika tempo hari mau beli tinta printer black dan tri-color, saya mau beli dari “B”, salah satu toko online terbesar. Masalahnya adalah saya lupa password-nya. Maklum, berapa ratus (*lebay*) pin dan password yang mesti diingat.

Yang lebih menjengkelkan, ketika saya klik link “Lupa password” dengan harapan mendapat email pengingat, ternyata email pengingat tidak segera saya terima. Tentu saja saya berusaha memasukkan password seingatnya.

Keesokannya email pengingat baru saya terima. Email yang sangat terlambat. Dan ketika saya coba login, akun saya di-ban. Kayaknya karena saya terlalu banyak mencoba untuk login dengan password salah.

banned

Karena saya butuh tinta itu segera, mau tidak mau saya beralih ke toko online lain, sebut saja “L”. Kok ya ternyata harganya lebih murah untuk tinta tri-color. Sudah gitu gratis ongkos kirim.

Sehari berselang setelah pesanan diverifikasi, paket tinta datang dengan selamat. Sudah masuk ke printer dengan baik. Hasil cetakan baik. Saya puas.

Hari ini saya iseng, saya coba hubungi CS toko “B” tersebut via chat messenger yang disediakan. Saya utarakan kalau akun saya di-ban dan minta dibebaskan. CS-nya bingung, mungkin tidak tahu arti banned, wakaka… Dan dia berkata menuliskan keluhan saya untuk ditindaklanjuti 2×24 jam di hari kerja. Oke, ini hari Sabtu, jadi mungkin efektif akan ditindak lanjuti 4 hari ke depan.

Kejadian sederhana sebenarnya, tapi membuat saya berkernyit. Menurut saya, mekanisme pertahanan (bukan keamanan) ini justru merugikan toko “B” sendiri. Dengan tidak didukungnya fitur yang mempermudah pelanggan di samping lambatnya respon sistem dan CS membuat pelanggan (mau pun calon pelanggan) mengalami kesulitan dan tentu saja dengan mudah membuat mereka beralih ke toko lain. Seperti saya yang pada akhirnya membeli dari kompetitornya.

Kalau begini, yang rugi siapa? Yang jelas pelanggan tidak rugi.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Internet, Opini, Personal dan tag . Tandai permalink.

11 Balasan ke Batal Belanja Karena di-Ban

  1. Imelda berkata:

    saya juga sukanya belanja online. apalagi amazon.jp sampai tusuk gigi aja bisa beli hehehhe. Ongkir tentu gratis krn premium. Tapi yang aku prihatinkan hanya soal pengepakan. Karena mereka pakai kardus yang cukup besar dan biasanya satu-satu barang dipak (menurut jenisnya). Sampahnya jadi banyak gitu hehhee

  2. coekma berkata:

    pelanggan rugi donk, rugi waktu, hehehehe

  3. kaosreadystock berkata:

    waduh, kok bisa cs sampe gak tau banned ki lho piye 😆

  4. Idah Ceris berkata:

    Pengiriman resetter telat ya, Om. Sementata, pelanggan gak bisa sabar krn butuh segera. Ahahaha

  5. jarwadi berkata:

    tapi sebal juga sih jadi pelanggan kalau digituin 😦

  6. lazione budy berkata:

    pelanggan rugi dong, buang waktu dan tak puas.
    itu salah satu kelemahan beli online. mungkin suatu saat kamu bisa memberbaiki sistemnya…
    😀

  7. Lidya berkata:

    belanja online hemat tenaga ya mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s