Anak Autis

Memiliki anak yg menderita autis memang berat. Anak penderita autis seperti seorang yg kerasukan setan. Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan2 aneh yg selalu diulang2. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya pada saat2 atau kondisi tertentu.

Penelitian yg intensive di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dimulai dari hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Dan setelah banyak membaca & mengamati, saya sebagai orang awam yg sederhana ini dapat menarik kesimpulan sementara, yaitu:

  1. Autis bukan karena keluarga (terutama ibu yg paling sering dituduh) yg tdk dapat mendidik penderita. Anak autis tidak memiliki minat bersosialisasi, dia seolah hidup didunianya sendiri. Dia tidak peduli dgn orang lain. Orang lain (biasanya ibunya) yg dekat dengannya hanya dianggap sebagai penyedia kebutuhan hidupnya. (Baca: Teory of Mind, yg ditulis oleh seorang autis).
  2. Jarang sekali anak autis yg benar2 diakibatkan oleh faktor genetis. Alergi memang bisa saja diturunkan, tapi alergi turunan tidak berkembang menjadi autoimun seperti pada penderita autis.
  3. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak yg diakibatkan oleh keracunan logam berat seperti mercury yg banyak terdapat dalam vaksin imunisasi atau pada makanan yg dikonsumsi ibu yg sedang hamil, misalnya ikan dengan kandungan logam berat yg tinggi.
  4. Terjadi kegagalan pertumbuhan otak karena nutrisi yg diperlukan dalam pertumbuhan otak tidak dapat diserap oleh tubuh, ini terjadi karena adanya jamur dalam lambungnya.
  5. Terjadi autoimun pada tubuh penderita yg merugikan perkembangan tubuhnya sendiri karena zat2 yg bermanfaat justru dihancurkan oleh tubuhnya sendiri. Imun adalah kekebalan tubuh terhadap virus/bakteri pembawa penyakit. Sedangkan autoimun adalah kekebalan yg dikembangkan oleh tubuh penderita sendiri yg justru kebal terhadap zat2 penting dalam tubuh & menghancurkannya.
  6. Akhirnya tubuh penderita menjadi alergi terhadap banyak zat yg sebenarnya sangat diperlukan dalam perkembangan tubuhnya. Dan penderita harus diet ekstra ketat dengan pola makan yg dirotasi setiap minggu. Soalnya jika terlalu sering & lama makan sesuatu bisa menjadikan penderita alergi terhadap sesuatu itu.
  7. Autis memiliki spektrum yg lebar. Dari yg autis ringan sampai yg terberat. Termasuk di dalamnya adalah hyper-active, attention disorder, dll.
  8. Kebanyakan anak autis adalah laki-laki karena tidak adanya hormon estrogen yg dapat menetralisir autismenya. Sedang hormon testoteronnya justru memperparah keadaannya. Sedikit sekali penderitanya perempuan karena memiliki hormon estrogen yg dapat memperbaikinya.

Memang berat & sangat sulit menangani anak penderita autis yg seperti kerasukan setan ini. Perlu beberapa hal yg perlu diketahui, dipahami & dilakukan, yaitu:

  1. Anak autis tidak gila & tidak kerasukan setan. Penanganan harus dilakukan secara medis & teratur.
  2. Penderita autis sebagian dapat sembuh dengan beberapa kondisi, yaitu: ditangani & terapi sejak dini; masih dalam spektrum ringan; mengeluarkan racun atau logam berat dalam tubuh penderita (detoxinasi).
  3. Perlu pemahaman & pengetahuan tentang autis & ditunjang oleh kesabaran & rasa kasih sayang dalam keluarga penderita. Terutama bagi suami-istri karena banyak kasus anak autis menjadi penyebab hancurnya rumah tangga.
  4. Dewasa ini penelitian yg berkesinambungan telah mencapai perkembangan yg luar biasa. Semakin besar harapan sembuh bagi penderita.
  5. Terapi harus dilakukan terus menerus tidak terputus walau pun tingkat perkembangan perbaikan kondisi penderita dirasa tidak ada.
  6. Diet harus terus dilakukan secara ketat, terus-menerus & sangat disiplin. Perbaikan kondisi penderita karena diet berlangsung sangat lambat, tetapi pelanggaran diet dapat menghancurkan semuanya dalam waktu yg sangat cepat.

Siapa yg tidak ingin anak autisnya dapat hidup mandiri, dapat berkarya & berprestasi baik serta dapat diterima di masyarakat? Kunci terpenting adalah dengan terus berdoa kepada Tuhan agar anak dapat diberi kesembuhan & keluarga diberi kemampuan, kekuatan, kesabaran serta ketabahan dalam membesarkan & mendampingi si anak penderita autis. Juga agar diberi jalan terbaik dalam kehidupan ini agar dapat membantu & mendukung proses perbaikan perkembangan penderita.

Mohon turut mendoaka. Semoga Axel dapat segera membaik & sembuh. Amin.

About these ads

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Tulisan ini dipublikasikan di Autis, Keluarga, Kesehatan. Tandai permalink.

149 Balasan ke Anak Autis

  1. dew berkata:

    info autis

  2. haris berkata:

    salam kenal. saya mempunyai keponakan yang menderita autis. orang tuanya kesulitan atau tidak tau cara mendidik anak autis. sehingga saya mohon jika ada teman atau saudara2 yang punya info atau tips menghadapi anak autis, tolong di kirim ke alamat saya. terima kasih!

  3. Hallo Pak Haris, lebih baik menghubungi dokter Tumbuh Kembang Anak atau dokter Spesialisasi Anak dan meminta diagnosa dan rekomendasi yang tepat. Biasanya mereka akan merekomendasikan tempat terapi yg baik.

    Tetapi tetap harus ada opini kedua dari dokter yang lain. Semoga dapat sedikit membantu.

    Salam.

  4. M SYAIFUL S DIKKI berkata:

    OLAHRAGA DENGAN PROGRAM MULTILATERAL TRAINING AKAN MENGENGBANGKAN KEMAMPUAN SARAF MOTORIK KASAR DAN HALUS KEPADA PENDERITA AUTISME SEHINGGA AKAN BANYAK MEMBATU UNTUK PPENYEMBUHANNYA. MENGAPA OLAHRAGA TIDAK MENJADIKAN SATU SOLUSI UNTUK ITU?. MENGAPA PAKAR OLAHRAGA TIDAK DILIBATKAN DALAM HAL PENANGANAN AUTISME.

  5. M SYAIFUL S DIKKI berkata:

    KAMI ADALAH SEBUAH PERUSAAN BERGERAK DI BIDANG KONSULTAN DAN MANAJEMEN OLAHRAGA DAN KAMI TERDIRI DARI PARA SARJANA KEPELATIHAN OLAHRAGA SIAP MEMBATU PENANGANAN AUTIS DIBIDANG PENINGKATAN SENSORY INTEEGRATION

  6. M SYAIFUL S DIKKI berkata:

    ALAMAT KAMI KOMP GOR PAJAJARAN BANDUNG NO 37 C TELP 4266317

  7. Ping balik: Anonymous

  8. eko supri haryadi berkata:

    saya mempunyai anak pertama autis yg sudah diterpi sejak umur 2thn.sekarang sdh mau msk SD namun tdk ada SD di kota Malang yg mau menerima anak saya..bagaimana nasip anak negara spt anak saya? HP.085249654454

  9. dewo berkata:

    Saya turut prihatin dengan Pak Eko dan juga kepada semua keluarga yang memiliki anak autis. Penanganan anak autis memang sulit dan tidak seragam antara 1 anak dengan anak yang lain.

    Satu-satunya jalan bagi Pak Eko mungkin terus mencari SD yang dapat menerima anak autis. Saya sedang mencoba mengumpulkan daftar sekolah dan tempat terapi anak autis di Indonesia. Saya akan mencoba membantu mencari informasi untuk wilayah Jawa Timur.

    Salam.

  10. EKO berkata:

    Terima kasih pak Dewo,saya terharu sekali.anda org lain yg mau peduli ttg anak saya.pagi td anak saya sdh diterima di SD meskipun itu dipiggiran kota dan sangat jauh dr tempat tinggal kami.Sungguh mmg sangat berat,utk ukuran keluarga spt saya..tp bukankah putra kita adalah titipanNya yg hrs kita jaga

  11. dewo berkata:

    Terima kasih kembali Pak Eko. Saat ini saya sudah mendapatkan foto copy daftar sekolah di bebeberapa kota di Jawa. Saya akan coba compile sehingga dapat di-upload ke website.

    Puji Tuhan putera Bapak sudah mendapat tempat belajar. Semoga dapat menjadi bekal bagi dia kelak.

    Salam.

  12. Amarilys berkata:

    Saya adalah orang tua anak autis berumur 7th.karna saya singgle parent,saya sangat berharap ada kelompok2 yang mau memperjuangkan kan anak2 autis ini,karna waktu saya habis mencari uang untuk kebutuhan terapi anak saya.Untung ada neneknya yang mengasihi anak saya”ARIS” dengan iklas.Terutama penyekat vaksin berbahan dasar merkuri yang banyak terdapat di indonesia.pd hal banyak negara yang sudah melarang penggunaan vaksin itu..Halo MENTERI KESEHATAN tolong dipikirkan caranya…saya tau penyekat vaksin berbahan dasar merkuri bukan satu2nya penyebab autis,tp setidaknya dpt menekan penderita autis berikutnya kan???mungkin lebih mahal,tp setidaknya sebelum anak diimunisasi,orang tua berhak tau apakah ada bahan berbahaya seperti MERKURI didalam vaksin yang akan disuntikkan kedalam tubuh buah hatinya…karna kami sebagai ortu yang menanggung semua.negara kok bisa seteledor itu..pd hal semenjak memekai penyekat /katalisator MERKURI dalam Vaksin pada awal tahun 90an..sudah banyak sekali korban2 berjatuhan…apa kurang banyak bukti / korban bejatuhan lagi ??untuk MENTERI KESEHATAN RI yang sekarang kan wanita juga…Tolong dong Bu diatur permasalan ini..

  13. johan wahyudi berkata:

    begini saya mau tanya jumlah autiasme di indonesia ada berapa / angka kejadian autisme ?

    terus sikap dan tindakkan orang tua terhadap autisme ?

  14. Arif W. Brago berkata:

    salam kenal,

    saya mempunyai teman yang adiknya mengidap Austis sejak kecil (saat ini usia adik teman saya 20th).

    saya ingin mengetahui apakah ada sekolah Khusus bagi anak autis yang sudah menginjak dewasa tersebut..?

    Kondisi adik teman saya saat ini sudah tidak sekolah.. (karena ia sudah enggan untuk sekolah) dan kemampuan orang tuanya yang terbatas maka adik teman saya tersebut tidak dapat menyekolahkan di Sekolah khusus..

    apakah sudah sangat telat untuk memberikan pendidikan khusus agar ia tidak tertinggal oleh teman-teman sebayanya..??

    saya khawatir akan masa depannya.. terlebih jika ayahnya sudah tiada nanti..

    bagi yang mempunyai info seputar autis, tolong beritahu saya via emai
    piggyhostess@yahoo.es

    terima kasih atas perhatiannya..

    Salam,

    Arif W. Brago

  15. Salam kenal juga Pak Arif W. Brago,

    Sayangnya sudah agak terlambat mengingat usianya sudah 20 tahun. Tetapi walau pun demikian mungkin ada institusi yang khusus menangani penderita autis yang sudah dewasa. Semoga ada pembaca yang mengetahui institusi tersebut dan berkenan berbagi di forum ini.

    Salam.

  16. hary berkata:

    Saya sangat tersentuh dengan tulisan Bapak, saya doakan semoga Axel dapat segera membaik & sembuh. Amin.

  17. Terima kasih Pak Hary.

    Salam.

  18. hinie berkata:

    pak coba lihat ini :

    http://www.autismdiva.blogspot.com/

    http://www.rumahautis.com

    diluar autism — istilah uda berkembang diamerika dan eropa – spektrum dan arahnya banyak… pernah dengar “Gifted Child”
    gejala mengarah gifted.. anak berbakat.. belum begitu terkenal di Indonesia…ikut diskusi milis dng pakar di belanda, seabrek abrek telaah ilmiah ttg autism dkk…

    coba lihat :

    http://www.si-entong.blogspot.com/

    http://gifted-disinkroni.blogspot.com/

    salam,

    mama victoria yang anak late talker , 3th
    mempelajari gifted

  19. Julia berkata:

    Anak saya sangat cerdas sekali & cerewet.

    Nov 2001, kami pindah ke Indonesia, krn bapaknya bangkrut & stress. Langsung saya ambil alih kemudi keluarga, jika tidak bisa mati bertiga. Urusan rumah saya tinggalkan ke suami dibantu pembantu + baby sitter.

    Waktu saya benar-benar habis krn urusan bisnis Jawa-Bali-Sumatra-Kalimantan-Flores-Perancis. Belom lagi urusan imigrasi & Polisi (suami + anak=WN Perancis).

    Pokoknya waktu itu jadi superwoman, cari uang terus. Habisnya harus bayar Imigrasi+Polisi rata-rata Rp. 500 rb/orang/bulan & setiap 6 bulan harus keluar dr indonesia untuk mencari visa baru.

    Sayang sekali saya sangat lengah, tdk jeli. Suatu hari (8 dec 2003) suami berantem dgn Ida (pembantu) di depan saya & berakhir dgn pukul-pukulan pakai botol coca-cola (si pembantu duluan yg memulai) (perkaranya apa, sampai sekarang, saya tidak jelas). Lalu Ida keluar dari rumah & berteriak-teriak hingga ratusan (mungkin ribuan)masyarakat berdatangan dan merusak toko+rumah kami.

    Alhasil, kami semua dibawa ke kantor polisi. Kami diinterogasi semalam suntuk, termasuk anak saya umur 4 th. Bref, suami masuk penjara, setelah 6 hr negosiasi dgn Ida + polisi, akhirnya sayapun bisa mengluarkan dr tahanan Polda Metro Jaya, dgn biaya tidak murah.

    Jan 2004, saya usulkan untuk kembali ke Perancis, tapi dia tak setuju. Menurutnya usaha export -import sebaiknya dijalankan di Indonesia saja, khususnya di Bali. Menurut saya kliennya harus dicari di Eropa. Tapi dia ngeyel. Jadi saya balik ke Perancis sendiri & balik ke Indonesia 2 bulan kemudian dgn membawa 2 client saja (itu aja udah diomelin).

    Apa yg saya dapati dgn anak saya? Dr cari perhatian dgn banyak bicara sampai ngamuk hingga banyak barang-barang teman saya rusak (waktu itu kami nginap dirumah teman kuliah). Aneh!!!!

    Mei 2004, saya + anak balik ke perancis. Saya bawa anak saya karena dia hrs masuk sekolah & saya tak kuat bayar uang masuk sekolah di Jakarta, karena menurut saya sangat mahal, rata-rata Rp. 20jt untuk anak bule masuk TK kecil. He..he… bukannya pelit, ya. Uang segitu banyak, lebih baik saya gunakan untuk balik ke negri orang, yg di sana sekolah gratis.

    Sesampai di Perancis, saya sering dapati anak saya menangis/berbicara/berteriak-teriak sendiri. Kalau dia nakal & saya tegor, malah ngamuk, semua dilempar-lempar & dia kaya kesurupan.

    Nov 2004, saya dipanggil pihak sekolah, kalo anak saya bermasalah, dia tidak mau bicara, belajar, bermain (kalo pun mau bermainpun menyendiri di bawah pohon) & berpartisipasi, ciri-cirinya persis dgn anak autis. Padahal di rumah masih mau membaca, menulis & berhitung.

    Solusi yg sekolah berikan : dia diberi guru khusus & diawasi oleh phsycolog.

    Maret 2005, ketika saya kembali dari Itali & Indonesia (selagi saya masih shock krn saya temui suami kencan dgn cewek bar dr jl jaksa di kamar kami di hotel Ibis), saya dipanggil lagi oleh sekolah, kali ini dia sudah mulai bicara & bercerita (spt yg dia gambar) kalo dia sangat sedih krn bapaknya mati & ibunya naik pesawat terbang terus & dia sendiri dititipkan di rumah orang lain. Saya diancam kalo anak ini terus-terusan terlantar akan diambil oleh DASS (semacam organisasi perlindungan anak).

    Sejak itu saya putuskan untuk tdk kerja & hidup dgn santunan pemerintah. Saya mulai mengadakan pendekatan kembali dgn anak. Awalnya sih susah banget. Stress. … Coba banyangkan hidup pas-pasan, masih diminta sama suami untuk kirim 500Euros/bulan untuk hidup di Bali, padahal saya hanya dapat +/- 800Euro/bulan (sudah termasuk dgn sewa apartement). Akhirnya suami saya cuekin, karena dia pria dewasa & saya anggap dia mampu cari uang untuk mempertahankan hidupnya, sedangkan anak masih kecil dan perlu perlindungan & perhatian.

    Kami berdua banyak berdiskusi, sering saya jadi pendengar saja. Dia bercerita pernah tenggelam di kolam renang hotel (sama bapaknya), dimarah/dicubit/dikunci sama pembantu/baby sitter, dipukul sama bapaknya, takut kalo saya tdk kembali lagi, dll. Entah itu benar/tidak, saya tidak tahu. Saya jelaskan kalo semua itu sudah berakhir & dia tak perlu takut lagi. Saya hanya berjanji selalu ada jika di sisinya setiap saat dia membutuhkan saya.

    Syukur kepada Tuhan, semua ini ada hasilnya. Sekarang dia kelas 2 SD, dia sudah berangkat/pulang sekolah sendiri, mulai makan banyak dan nilainya sangat memuaskan walaupun masih sering melamun di kelas. Di rumah, setiap hari libur, dia yg menyiapkan sarapan pagi untuk saya.

    Semoga usaha Dewo & istri, akan mendapat hasil secepatnya. Saya doakan untuk selalu tabah.

    Salam.

  20. Dear Julia,
    Sungguh perjuangan hidup yang luar biasa. Puji Tuhan semuanya sudah menjadi baik. Semoga Tuhan memberkati ibu Julia dan keluarga.

    Terima kasih atas doanya.

    Salam.

  21. pungky agus s berkata:

    salam kenal
    saya punya kerabat yang mempunyai anak pertama dan mengidap autis, sudah usia 5th blm bisa berbicara dengan jelas. sudah dilakukan terapi, tp tdk mengalami perkembangan yang segnifikan. apakah ada pengaruh lain terhadap perkembangan anak tersebut (contoh ; keturunan IQ atau lainya)

  22. agustina berkata:

    Saya mempunyai seorang keponakan yang autis. Saat ini ia sudah berusia 3,5 tahun tetapi masih belum bisa bicara dengan lancar. Orangtuanya sibuk bekerja sehingga harus meninggalkannya setiap hari bersama baby sitter. Sementara baby sitternya kurang mengerti kondisinya sehingga tidak dapat membantu merangsang perkembangan anak, khususnya dalam berinteraksi.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah ada yayasan baby sitter yang menyediakan baby sitter khusus untuk anak autis? Saya sangat berterima kasih apabila ada yang bisa memberikan informasi mengenai hal ini.

    Salam,
    Agustina

  23. dewo berkata:

    Dear Pungky,
    Kebanyakan anak autis bukan karena keturunan genetis walau pun ada pula faktor genetis yg diturunkan yg dapat menjadikan anak autis, misalnya: alergi, organ pencernaan, dll. Sedangkan IQ orang tua tidak mempengaruhi anak autis.

    Dear Agustina,
    Sayang saya kurang tahu dimana penyedia baby sitter khusus autis. Mungkin bisa hubungi tempat2 terapi autis. Biasanya mereka punya channel untuk baby sitter autis.

    Kalau boleh sumbang saran, sebaiknya anak autis ditangani langsung oleh orang tuanya.

    Salam.

  24. agustina berkata:

    Terima kasih atas sarannya Pak Dewo. Saya setuju apa yang dikatakan Bapak bahwa sebaiknya anak autis ditangani oleh orang tuanya sendiri. Hal ini akan saya sampaikan kepada orang tuanya.

    Salam

  25. Owen berkata:

    Saya mempunyai anak laki2 yg umurnya 6tahun,lahir 15 desember 2001 kelas TKB, yang saya bingung anak saya masih belum mengenal angka dan huruf paling yang dia tahu angka 1 s/d 10 huruf masih belum tapi kalau warna2 dia tahu mengenai angka juga masih sering salah kalau di tanya . jadi saya sebagai orang tua harus bagaimana? tolong berikan sarannya ?
    orang tua ,
    Walter

  26. dewo berkata:

    Dear Owen,

    Rasanya Anda harus mencoba berkonsultasi dengan dokter tumbuh kembang. Jika Anda di Jakarta, mungkin bisa berkunjung ke Dr Melly yg prakteknya di MMC. Di sana sang putra akan ditest & diobservasi untuk diketahui penyebabnya. Jika penyebabnya sudah diketahui, maka untuk treatmentnya akan lebih baik.

    Demikian sedikit balasan dari saya. GBU.

  27. Rini berkata:

    Bapak yang penuh kasih……,

    Saya sebagai orang tua dengan anak autis berusia 11 tahun sangat gembira ternyata banyak orang tua yang dapat bangkit dari kesedihan dan menjadi semangat untuk membimbing serta membantu anak2 khusus yang dititipkan Tuhan pada orang2 pilihan-Nya agar dapat mandiri dan berkembang sesuai dengan talenta yang dimilikinya.

    Putra kami saat ini sudah sekolah di kelas 3 SD umum (terima kasih pada sekolah Athalia yang mau menerima putra kami dengan segala keterbatasannya).

    Namun untuk mencapai hari ini tentunya tidak kami lakukan dengan mudah. Putra kami mulai diterapi pada usia 2,5 tahun dan berpindah-pindah tempet terapi. Namun kami selalu berusaha untuk mencari yang terbaik bagi putra kami. Terakhir kami terapi di SMART KID dan di dampingi dengan pemeriksaan berkala pada Dokter Dwijo, hasilnya cukup memuaskan.

    Pada usia 4 tahun kami masukkan putra kami ke play group kecil, dia harus mengikutinya selama 2 tahun. Jadi putra kami secara akademik terlambat 2 tahun.

    Memang pada test pertama pun diketahui putra kami dalam perkembangannya terlambat rata-rata 2,8 tahun. Angka tersebut tentunya kami jadikan motivasi agar rentang keterlambatan tidak bertambah lagi.

    Sulit memang, tetapi saya yakin dengan usaha yang keras dari para orang tua serta didukung dengan lingkungan maupun guru2 di sekolah ataupun di tempat terapi, anak2 dengan kebutuhan khusus ini dapat mencapai masa depan yang baik.

    Saya berdoa semoga semua keluarga yang dititipkan Tuhan anak2 yang istimewa ini menyadari bahwa betapa sayangnya Tuhan pada kita sehingga Dia mempercayakan anak2 ini pada kita.

    GBU

  28. Mulyata berkata:

    Saya hanya dapat menginformasikan kepada masyarakat yang mempunyai masalah terhadap putra/putrinya yang mengalami autis,bahwa ada sebuah produk sains hasil kajian selama 50 tahun dan melibatkan 60 negara yang berfungsi untuk meningkatkan imun sekaligus mendidik agar cerdas,kenal kepada virus,bakteri,jamur,parasit dsb yang masuk kedalam tubuh manusia. Ia bernama Transfer Factor (TF),berasal dari ekstrak kolostrum sapi.Autis kemungkinan besar diakibatkan oleh virus yang bersembunyi didalam syaraf otak.Dengan mengkonsumsi TF,imun seseorang akan bekerja maksimal untuk mencari virus virus yang bersembunyi untuk segera ia bunuh.Untuk jelasnya tentang produk ini,silahkan buka http://www.transferfactorinstitute.com atau http://www.transferfactorresearch.com.Selamat membuka homepagenya.

  29. dewo berkata:

    @Dear Rini,

    Maaf karena terlambat membalas. Puji Tuhan karena putera Anda telah mendapatkan tempat terapi dan sekolah yang baik. Kita harus yakin bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, malahan kita ditopang-Nya.

    Semoga Putera Anda dapat segera mengejar ketinggalan. Amin.

    @Dear Mulyata,

    Saya sudah membacanya. Terima kasih atas informasinya. Akan saya pertimbangkan.

    GBU.

  30. Yodida H.C berkata:

    Salam kenal,

    Saya Yodida, mahasiswa semester akhir sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. kebetulan saya sedang menyelesaikan skripsi, dan mengambil topik anak autis dan penyesuaian perkawinan orang tua. Saya ingin meminta bantuan, di mana saya bisa mengambil data berkaitan masalah ini? Sangat sulit bagi saya mengingat topik ini cukup sensitif, tetapi hasil penelitian ini nantinya saya harapkan dapat berguna sebagai sumber informatif para orang tua anak penderita autis, karena penyembuhan autis tentunya tidak lepas dari lingkungan keluarga yang kondusif dari orang tuanya. Mohon kerjasamanya.Jika ada yang memiliki informasi, tolong hubungi saya lewat email: goshleey_dee@yahoo.com

    Terima kasih.

  31. Yodida H.C berkata:

    Salam kenal,

    Saya Yodida, mahasiswa semester akhir sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. kebetulan saya sedang menyelesaikan skripsi, dan mengambil topik anak autis dan penyesuaian perkawinan orang tua. Saya ingin meminta bantuan, di mana saya bisa mengambil data berkaitan masalah ini? Sangat sulit bagi saya mengingat topik ini cukup sensitif, tetapi hasil penelitian ini nantinya saya harapkan dapat berguna sebagai sumber informatif para orang tua anak penderita autis, karena penyembuhan autis tentunya tidak lepas dari lingkungan keluarga yang kondusif dari orang tuanya. Mohon kerjasamanya.

    Terima kasih.

  32. dewo berkata:

    @Dear Yodida H.C,

    Mungkin Anda dapat menghubungi lembaga-lembaga yang menangani anak-anak autis, misalnya YAI (Yayasan Autisma Indonesia), dll. Mungkin juga ada pembaca yang akan memberikan informasi lebih lanjut Anda.

    Semoga berhasil. Salam.

  33. gema berkata:

    saya mahasiswa psikologi yang sedang mempelajari terapi ABA untuk anak autis…saya juga punya saudara yang menderita autis…saya doakan banyak perubahan baik yang terjadi ya buat semua anak autis….jika bapak punya info yang bisa dibagi saya sangat senang… terima kasih….

  34. andri holly wardana berkata:

    saya ingin menanyakan beberapa hal
    1. bagaimana mengenali gejala autis pada yg baru lahir?
    2. Bisakah penyakit ini disembuhkan?
    3. bisakah orang tua mengusahakan pengobatan sendiri smpai sembuh?soalnya pengobatan autis rata2 mahal

  35. yudi berkata:

    hallo pak mulyata,
    saya di jakarta, bolehkan saya ingin mengetahui produk transfer faktor yang bpk perkenalkan itu.

    saya di jakarta
    hp. 021-30107739

    bolehkan saya tahu no tlp bpk ?

  36. dewo berkata:

    @Dear Andri Holly Wardana,

    Saya bukan dokter mau pun ahli autisme, tetapi saya akan mencoba sedikit menjawab pertanyaan Anda.

    1. Mengenali autisme pada anak baru lahir memang sulit. Tetapi ada beberapa tanda yang bisa diamati walau pun belum tentu bayi dengan tanda-tanda tersebut adalah positif autisme. Tanda-tanda tersebut adalah: bayi yang pasif dan terlalu pendiam, tidak meresponse orang tuanya, tidak ada kontak mata pada orang tuanya, dll.

    2. Autisme bukan penyakit tetapi kelainan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan autisme, tetapi dengan obat dan perlakuan yang tepat dapat membuat anak autisme diterima di masyarakat.

    3. Kombinasi obat, diet dan treatment (terapi, sekolah dan perlakuan) yang baik dapat memperbaiki dan membantu anak autis. Memang semuanya mahal, tetapi tidak semahal anak kita. Bukankah anak kita itu tidak ternilai harganya?

    Salam.

  37. susana berkata:

    tetangga saya mempunyai anak berusia 7 tahun, anak tersebut selain autis tapi juga menderita tuna netra sejak lahir,yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mendidik anak tersebut di rumah, karena anak ini suka merusak barang yang ada di sekitarnya.

  38. FENI berkata:

    Saya Feni…saya mahasiswa jurusan Teknologi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Saya tertarik untuk mempelajari autisme, terutama dalam hal perancangan media pembelajaran untuk penderita autis. Mungkin bapak/ibu dapat memberian masukan tentang metode yang sesuai dengan karakteristik penderita autis.Terima Kasih

  39. riswanto berkata:

    saya ingin berbagi pak..saya juga punya anak autis-hiperaktif.Saat ini sudah duduk di kelas 3 sd umum. Setahun lalu masih tergolong autis hiperaktif berat.(Dokter pun tidak mampu menanganinya).Ketahuilah pak..ternyata, tidakperlu kedokter untuk membuat anak autis mandiri.Mungkin bapak biala ada waktu bisa telpon saya di 0274-6520969 (yogya).Mudah-mudahan bisa membantu.salam peduli autis

  40. Dear Riswanto (#39),

    Mungkin Bapak bisa sharing di forum ini sehingga semua pembaca dapat memperoleh sharing Bapak. Silakan sharing pengalaman Bapak.

    Terima kasih.

  41. cahyadi berkata:

    apa saja yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi anak autis?pola apa yang sebaiknya diterapkan dlm menangani anak autis?

  42. dewo berkata:

    Dear Cahyadi,

    Diet untuk anak autis harus mempertimbangkan faktor alergi mau pun faktor racun dalam tubuhnya. Biasanya anak2 autis karena autoimune memiliki alergi pada casein dll. Sedangkan jika karena logam berat, maka harus menghindari makanan yg dapat memperparah racun. Jika mungkin anak autis juga bisa detox (mengeluarkan zat racun).

    Jadi setiap anak autis bisa memiliki dietnya sendiri-sendiri dan mungkin tidak sama antara satu dengan yang lain. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter anak setelah test laboratorium.

    Salam.

  43. dyah puspita berkata:

    Bagi pembaca blog ini yang memerlukan informasi mendalam menyeluruh mengenai autisme, silakan berkunjung ke website Yayasan Autisma Indonesia: http://www.autisme.or.id dan juga website http://www.puterakembara.org
    Kalau bisa, bergabunglah di mailing-list puterakembara, karena banyak sekali orangtua atau terapis yang bergabung disitu, sehingga setiap ada pertanyaan segera dijawab oleh teman2 yang hampir semuanya memiliki anak autistik.

    Saya sendiri punya anak autis sudah menjelang 17 tahun. Tidak bisa bicara, tapi sudah selesai sekolah yang khusus menerima anak-anak autis (saya bekerja disitu sebagai Psikolog) yaitu MANDIGA. Sekarang anak saya sudah (alhamdulillah) tertib bisa diajak kemana2 tanpa merepotkan, bisa baca-tulis-hitung seperti anak 1-2SMP dan masih terus ingin belajar. Anaknya kebetulan senang belajar. Kesenangannya yang lain adalah melukis, dan lukisannya bisa dilihat sebagian di dyahpuspita.wordpress.com

    Oh ya, kalau ada yang sedih anaknya belum bisa bicara, don’t worry. Anak saya berkomunikasi dengan tulisan, organizer (dia ketik maunya apa), dan juga sms. Hal yang paling menyenangkan buat saya adalah, kalau saya sedang di luar kota, tiba2 ada sms dari dia “ibu dimana?”, “ibu sedang apa?”, “kapan pulang”, dan satu kalimat yang langsung bsia bikin saya tersedak haru “Ikhsan kangen”… Subhanallah… Tuhan itu serba Maha!!

    Insya Allah saya akan launch buku ke-dua saya, yang adalah tentang bagaimana saya menjalani hidup bersama anak saya sejak usia 14-16 tahun. Buku yang pertama (Untaian duka taburan mutiara) sudah beredar Januari 2005 lalu (masih terus beredar sampai sekarang melalui yay.autis dimana saya jadi sekretaris) adalah tentang anak saya sejak ia bayi sampai remaja.

    Bagi siapa saja yang memiliki anak/kerabat autistik, don’t give up.
    Mereka ini tidak pernah minta dilahirkan. Apalagi dalam keadaan autistik. Mereka ciptaan Tuhan. Jadi, Tuhan, sebagai Sang Pencipta, akan melindungi mereka…selama kita terus berusaha.

    May God be with us always!

    –dyahpuspita—

  44. dewo berkata:

    @ Dear Dyah Puspita,

    Terima kasih telah berkunjung di blog saya. Saya senang Anda menyempatkan diri membaca tulisan saya tentang autisme. Oh ya, link tentang autisme telah lama saya cantumkan di blog ini.

    Saya sendiri belum punya buku pertama Anda karena kesulitan mencari buku tersebut. Tetapi saya akan terus mencarinya dan juga saya akan menunggu buku kedua Anda.

    Semoga kontribusi Anda di dunia autisme dapat menjadi terang bagi masyarakat Indonesia.

    Tuhan memberkati.

  45. barzakiyah berkata:

    saya ingin menanyakan bagaimana cara membantu kesulitan belajar autisme di TK,mengatasinya..
    balas email saya.terimakasih

  46. @ Dear Barzakiyah,

    Mungkin harus dikonsultasikan ke dokter tumbuh kembang. Selain itu sekolahnya harus khusus yang menangani anak autis. Atau di sekolah umum yang bisa menerima dan berpengalaman menangani anak autis.

    Soalnya jika ditangani oleh orang/institusi yang salah, maka perkembangannya akan tidak baik.

    Salam.

  47. risma berkata:

    saya mempunyai seorang adik yang autis
    saat ini adik saya berumur 13 tahun dan belum berskolah

    saat ini saya bingung karna minimnya informasi tentang autis yang membuat keluarga kami terlambat untuk mengatasinya

    adik saya tidak bisa berbicara sehingga komunikasi verbal pun tidk ada.saya sangat sedih,karena adik saya seperti bukan manusia saja.dia sering berkelakuan hiperaktif,tidak tidur ketika larut malam,dan perutnya kembung seperti ada gas dalam perutnya

    saya sangat khawatir,setidaknya jika adik saya tidak bisa disembuhkan secara total saya ingin adik saya bisa berkomunikasi

    dan sat ini adik saya tidak menjalani terapi autis karena keterbatasan dana

    mengingat adik saya adalah laki-laki
    saya sangat khawatir akan masadepannya

  48. Munirah berkata:

    Ass.
    saya mo menanyakan apakah autis itu merupakan suatu penyakit? dan apabila si penderitanya sudah berkeluarga dan mempunyai keturunan apakah keturunannya itu akan menderita autis pula? terimakasih

  49. @ Dear Risma (#47),

    Saya turut prihatin dengan keadaan adik Anda. Mungkin lebih baik jika adik Mbak Risma dibawa ke dokter. Mungkin ada jamur di lambung adik Anda dan itu perlu diberantas.

    Semoga dapat sedikit membantu.
    ~~~

    @ Dear Munirah (#48),

    Autis adalah kelainan pada otak yang dapat disebabkan oleh banyak hal, misalnya karena keracunan logam berat, infeksi jamur pada lambung, autoimun, dan lain-lain. Saat ini jarang sekali dijumpai autis karena faktor keturunan/genetis.

    Penyebab paling banyak adalah karena keracunan logam berat karena vaksinasi. Ada beberapa vaksin kombinasi yang mengandung logam berat. Logam-logam berat itu bisa mercuri, aluminium (beberapa obat mengandung aluminium), dll.

    Untuk itu, jika anak/adik Anda akan diimunisasi/vaksinasi lebih baik minta keyakinan dokter bahwa tidak ada logam berat dalam vaksinasinya.

    Salam.

  50. dyah puspita berkata:

    Teman2 sekalian,

    Bagi yang punya permasalahan dengan putra/kerabatnya yang autistik, silakan hubungi Yayasan Autisma Indonesia di 7971945 untuk mendapatkan nama-nama profesional yang biasa menangani masalah2 autisme. Jadi segera dapat dicarikan alternatif solusi yang sesuai untuk masing2 masalah.

    Kalau sekiranya ada yang berminat mendapatkan buku saya yang pertama(Untaian Duka Taburan Mutiara) juga sebaiknya menghubungi YAI dengan telpon di atas, karena sudah tidak beredar melalui jaringan toko buku…
    Rencananya juga saya akan mengedarkan buku ke dua saya (yang diterbitkan secara Indie) juga melalui YAI.

    Semoga bermanfaat…

    wassalam,
    –dp–

  51. Riris berkata:

    Saya seorang guru TK. Anak saya ada yg autis. Terkadang tertawa sendiri, dan kalau sudah ‘kumat’ wah..bagai di neraka. Dari ibunya, kami mengetahui dia menonton film yang berbau kekerasan. Dia suka berteriak, menendang, menggigit, mencakar bahkan memukul. Dia juga bisa mengangkat bangku kayu. Dia tidak mau bersosialisasi dengan teman-temannya, bahkan tidak terima pada saat kami akan memberinya teman sebangku. Dia suka sendiri. Dia tidak dapat mengatur emosi dalam dirinya. Terkadang saya bisa mendapatkan hatinya, tapi terkadang tidak. Saya menyanyanginya hingga akhirnya dia memukul saya dan kesabaran saya hilang. Tapi jujur…saya masih tetap sayang. Saya hanya ingin membantunya. Tolong bantu saya. Segera…Terima kasih…

  52. @ Dear Ibu Riris (#51),

    Memiliki anak autis memang sangat sulit. Sebaiknya ibu berkonsultasi dengan terapis khusus anak autis. Atau berikan pendidikan khusus untuk anak autis.

    Jika ibu ingin menangani sendiri anak autis, sebaiknya ibu banyak belajar dan memahami anak autis. Belajar bisa dari buku-buku tentang autis dan mengikuti seminar-seminar autis.

    Cobalah membeli buku tentang autis untuk mulai belajar tentang anak ibu. Semoga anak ibu dapat menjadi lebih baik.

    Salam.

  53. eva berkata:

    Banyak tau dr tulisan d atas sblmnya gak bgtu faham tntang autis.Tp pgn nanya jga nih..Aq gak tau pasti apa dy bnr2 autis, skrg udh berusia 24th n udh kerja.Klo d lihat dr ciri2 yg dsebutin d atas kaya’nya iya…Klo udh dewasa apa mgkn msh bsa d sembuhkan?Gimana menghadapinya?Dalam hal ini penderita adalah seorang laki2 dan bekerja di front liner(lsg berhubungan dgn customer)..Tolong saya…Thx

  54. sore.mas..dewo..saya.sangat tertarik bgt degan frofil ttg autis ini..saya jd ingin tau banyak tetang penyembab dan penangganan autis ini..karna selama ini yg saya tau autis itu adalah.. sejenis penyakit yg sama..seperti anak yg keterbelakangan mental,,setelah sy banyak membaca dr beberapa artikel dan blogs mas dewo..sy jd lebih tau persis apa itu autis!!.. seperti yg saya baca..sebelumnya ternyata autis itu mmg bener2 virus yg sangat menakutkan ..tp saya yakin mas dewo dan istri adalah pasangan yg bener2 superr..yah..dalam proses pemyembuhan axsel ,,semoga tuhan ttp memberkati kalian berdua..AMINN..sukses..@@

  55. dewo berkata:

    Dear Dada Suhaida, S.Pd,

    Terima kasih atas dukungan dan doanya. Semoga sukses juga.

    GBU.

  56. Helmi Tanthawi berkata:

    dear hope,

    dear dada suhaida,

    nama saya helmi tanthawi siswa salah satu sma negeri kelas satu,

    saya sangat berminat mencari tahu seluk beluk autis,
    tidak tahu kenapa,

    mungkin karena,
    pada suatu hari saya menaiki angkutan umum ,
    dan saya duduk berhadapan dengan seorang ibu dan anaknya,
    pertama-tama,saya tidak mengetahui anak sang ibu tersebut mengidap autis,
    tiba-tiba,
    wanita yang duduk di samping anak itu menumpahkan minuman soda yang sedang ia pegang,
    baju wanita tersebut basah,
    tetapi tidak tahu kenapa,
    ia malah menyalahkan anak tersebut,
    spontan saya kaget,
    karena saya yakin itu bukan ulahnya,
    dengan kata-kata kasar wanita itu berucap “heh bu,jagain dong itu anaknya,
    udah tahu IDIOT begitu!”
    lalu,ibu itu pun meminta maaf dan menyubiti anaknya,
    saya rasa cubitan itu bukan cubitan biasa,
    saya yakin,
    ibu itu dengan terpaksa mencubitnya,
    spontan anak itu menangis,
    yang saya heran,
    ibunya pun menangis,

    pada saat itu hati saya terasa perih,pedih dan kelu.
    seperti saya juga merasakan penderitaannya,

    mulai pd saat itu saya sangat berminat dengan autis,
    saya ingin tidak ada diskriminasi lagi,
    karna saya rasa,
    penderitaan mereka,
    sudah sangat banyak,

    maka dari itu juga,
    saya ingin menemukan obat autis,

    terimakasih pak dada,
    atas infonya yang akurat,

    i think god bless u,
    i hope that.

  57. Bambang HR berkata:

    Saya adalah seorang ayah yg memiliki putri pertama menyandang autis, atau bahkan mungkin juga RETT yang sangat langka, bahkan di dunia.

    Saya berasal dari keluarga yg sederhana, namun saya selalu berusaha agar tetap bisa membiayai “terapi” anak saya yang mungkin 10kali lipat dari anak2 sehat biasa.

    Saya telah melakukan beberapa usaha, sampai saat ini ada 32 usaha dalam waktu 5 tahun untuk kesembuhan anak saya tersebut, dari yg tradisional sampai dengan yg terbaru dengan menyuntikkan semacam vitamin selama 15 kali setian 3 hari. Suntik tsb dibeli dari USA.

    Dalm pergaulan dgn ortu yg mempunyai anak2 autis, ternyata saya sadar bahwa masih banyaa…k sekali anak2 autis serta anak berkebutuhan khusus lainnya yg dilahirkan dari ortu berekonomi lemah.

    Bersama dengan ortu2 dan beberapa orang yg mau terlibat, kami membuat sekolah terapi untuk anak2 autis di kota kami tinggal, di Bogor. Alamat lengkapnya di:
    Sekolah Mentari Kita
    Jl. Janaka III No.25, Perumahan Bumi Indraprasta II – Bogor
    HP. 08128245626

    Meski masih berjalan kurang dari 1 tahun, saat ini anak yg terdaftar 48 orang, yang sebagian adalah anak2 dari ortu berekonomi lemah sehingga dibiayai dengan pola anak asuh.

    Rencananya, kami akan mendaftarakan sekolah kami agar diakui oleh Diknas propinsi Jabar dalam waktu dekat ini. Memang kondisi sekolah kami belumlah seideal sekolah biasa karena Non-Profit oriented.

    Ke depan, kami berencana akan membeli lahan yang cukup luas agar sekolah ini dapat menampung lebih banyak anak2 autis dan anak2 berkebutuhan khusus lainnya. Memang saat ini kami masih memutar otak mencari solusi bagaimana caranya agar punya dana untuk membeli lahan tersebut.

    Wish me luck…. God Bless for your all attention, especially for Autism Children.

  58. @ Dear Bambang HR,

    Terima kasih atas informasinya. Semoga informasi Bapak dapat bermanfaat bagi banyak orang.

    Dan semoga usaha & upaya Bapak dapat berhasil.
    Tuhan memberkati.

  59. Setoadi berkata:

    Saya seorang pensiunan swasta, tapi harus bekerja lagi karena tanggungjawab & kewajiban saya pada keluarga masih ada.

    Anak bungsu saya perempuan, umur 18 tahun adalah penderita autis sekaligus dyslexia. Ketahuannya agak terlambat karena waktu dia kecil belum ada isu mengenai autis maupun dyslexia. Sudah banyak cara saya tempuh, psikolog, psikiater, terapis maupun sekolah khusus sudah saya datangi.
    Entah dari yang mana, saat ini efek autisnya sudah banyak berkurang, sudah bisa ngobrol, saling meledek dll, hanya kadang-kadang emosinya naik tetapi sudah terkendali. Sudah tahu aturan umum dirumah. Sekolah hanya sampai kelas 1 SD saja.

    Oh ya, secara fisik, anak saya sangat normal seperti gadis-gadis pada umumnya, tidak terlihat sama sekali adanya kelainan.

    Yang menjadi masalah sekarang, dia juga penderita dyslexia, sehingga baca tulis sangat terlambat / sulit dan sering terbalik, salah huruf. demikian juga dengan menghitung.

    Saat ini saya sangat membutuhkan guru / terapist untuk anak saya, untuk membantu mengajarkan pengetahuan dasar (baca, tulis, hitung) padanya. Apabila ada diantara Bapak / Ibu sekalian ada yang mengetahui, mohon bantuan infonya.
    Saya tinggal didaerah Sawangan, Depok – tidak jauh dari Parung.

    Kadang saya berpikir apakah titipan dari Allah ini bisa saya “entas”-kan, sedangkan saya dan ibunya sudah beranjak tua. Dia bagaikan burung cantik yang tidak mempunyai daya / tenaga untuk terbang dalam menghadapi kejamnya dunia ini.

  60. Dear Dewo
    saya jadi tertarik dengan, tulisan dan komentar anda mengenai penyebab autis, yang menurut anda “Jarang sekali anak autis yg benar2 diakibatkan oleh faktor genetis.”
    Apakah anda mempunyai referensi yang bisa di link kan di sini mengenai hal tersebut, untuk menambah wawasan saya.
    setahu saya, meskipun penyebab autism multifaktor, namun banyak referensi yang menulis bahwa faktor genetik memegang peranan penting pada munculnya kondisi autism. faktor2 lain seperti yang anda tulis di atas, lebih sebagai Trigger (pemicu) kemunculannya saja. Intinya, tanpa mempunyai gen autism, vaksin dg pengawet mercury dll, tidak akan menyebabkan munculnya gejala autism.
    Namun demikian, para ahlipun masih menyebut autism sbg misteri. banyak teori mengenai hal ini dan tidak sedikit pula yang kontradiktif.
    Semakin banyak referensi, tentu akan memperkaya kasanah per-autis-an, isn’t it?

    thank 4 share
    drg.retno (pemerhati & praktisi autism)

  61. @ Dear Setoadi (#59),

    Saya juga mengalami seperti keluarga Anda yang memiliki anak autis. Anak saya (Axel) berumur 7 tahun. Dan saya juga berpikir seperi Anda bahwa saya dan istri memiliki kekhawatiran akan masa depan anak. Tetapi kami sekarang sudah pasrah kepada Tuhan akan masa depan anak kami. Kami terus berusaha untuk memberikan terapi dan pengobatan yang baik bagi Axel dengan harapan dapat menjadi lebih baik dan bisa mandiri kelak.

    Semoga forum ini menjadi ajang diskusi bagi para orang tua dari anak penderita autis sekaligus bagi dokter/terapis autis. Semoga putri Bapak dapat menjadi lebih baik dan mandiri.
    ~~~

    @ Dear Retno (#60),

    Iya, saya menyebutkan bahwa faktor genetis jarang menjadi penyebab autisme. Mungkin ada, tetapi tidak sebanyak dari faktor lain, baik internal mau pun external. Sumber dari tulisan di sini memang dari banyak sumber bacaan, terutama dari majalah, tabloid dan buku-buku tentang autis. Tidak lupa tentu sumber-sumber lain seperti dari dokter, terapis, dosen, saudara, dll.

    Kebanyakan (seperti yang diungkap oleh banyak bacaan dan berita) penyebab autis ditengarai dari keracunan logam berat. Logam berat ini bisa karena vaksinasi yang mengandung pengawet dan penyatu (beberapa vaksin kombinasi memerlukan zat penyatu) yang terbuat dari logam berat. Pada beberapa anak yang tidak tahan terhadap zat ini, maka anak tersebut berpotensi menjadi autis. Terutama jika penyuntikan vaksinasinya dilakukan pada bayi yang belum cukup umur.

    Sedangkan faktor genetis yang saya sebutkan bisa jadi pendukung terjadinya autisme pada anak. Misalnya karena faktor alergi yang diturunkan oleh orang tuanya. Dahulu alergi yang diturunkan pada anak ini jarang sekali menjadi autisme. Tetapi sekarang banyak juga kasus keturunan alergi yang dapat menjadikan anak autis karena terbentuknya sistem autoimun pada anak. Mungkin sekarang lebih banyak kasus autisme karena kombinasi dari keracunan logam berat, alergi dan juga karena jamur yang tumbuh di sistem pencernaan anak.

    Itulah mengapa autisme itu disebut misteri, karena sampai sekarang penyebab pastinya belum bisa dipastikan. Terlalu banyak penyebab yang bisa mengakibatkan autisme. Dan biasanya pencetus-pencetus itu ada bersamaan dalam anak sehingga anak dapat menjadi autis. Demikian pula dengan penanganannya yang spesifik yang harus diteliti dahulu penyebab autisme-nya baru kemudian bisa ditentukan treatment dan terapinya.

    Mungkin Drg Retno bisa menambahkan wacana ini?

    Terima kasih atas perhatian dan keterlibatan dalam diskusi ini.

  62. Gunawan berkata:

    Salam Kenal…. saya punya anak autis, umur 4th, belum bisa berbicara / berkomunikasi. Selama ini saya belum pernah melihat anak autis yang sudah dewasa. Yang saya ingin tahu apakah setelah dewasa mereka masih terlihat berbeda dengan anak normal, apakah mereka juga bisa tertarik dengan lawan jenisnya. Mohon informasinya… soalnya terus terang dengan kondisi ekonomi saya, saya merasa sangat berat dengan kondisi anak saya. Terimakasih.

  63. nurul berkata:

    saya seorang helper anak autis di playgroup global creative school bandung,sebenarnya saya tidak punya pengetahuan sama sekali tentang autis. tapi alhamdulillah baru 2bulan saya bekerja disana orang tua lainnya banyak melihat kemajuan didalam diri anak tersebut.sekalian saya mau bertanya sbenarnya memberi perintah yang baik untuk anak autis itu dengan cara yang keras dan tegas atau dengan cara yang lembut seperti kita mendidik anak normal biasa.saya takutnya salah mendidik dan akhirnya menambah buruk keadaan anak autis tsb

  64. nurul berkata:

    untuk pak eko supri!setahu saya pemerintah sekarang sudah membolehkan anak autis untuk sekolah dikelas normal,kalau mereka menolak anak bapa kenapa bapak tidak coba adukan saja ke dinas pendidikan setempat,,karena yang saya rasakan sebagai helper anak autis bahwa anak autis akan semakin cepat perkembangannya jika ia berada dilingkungan sosial yang normal sehingga ia dapat memperhatikan segala kegiatan dan aktifitasnya dan merangsang kemampuan emosi sosialnya!tetapi bapa juga harus siap menyediakan biaya tambahan untuk menyewa helper demi membantu anak bapa mengikuti pelajaran

  65. christina berkata:

    saya mungkin tidak memiliki anggota keluarga yang memiliki penyakit autis. namun saya tahu bagaimana rasa sulitnya dalam hal mengasuh anak autis…
    saya tidak tahu banyak mengenai penyembuhan penyakit ini, namun, apabila anda tidak keberatan,dan belum membaca, dan memilikki waktu luang, tolong bacalah buku karangan Karyn. S, dengan judul Untukmu Segalanya. mungkin dengan buku ini, anda mendapatkan banyak informasi.
    terima kasih, dan semoga Tuhan dapat membantu proses penyembuhan anak anda. tanpa bantuan-Nya, kita tak dapat berbuat apa-apa. selalu tabah dan tetaplah percaya pada-Nya. Amin

  66. orang gila berkata:

    gw sbnrY bkn anak autis…tp akhir2 nie gw ngerasa klo gw nie autis… gw sll ada dDunia gw sndiri…g peduliin org laen n g prnh dPeduliin org laen…skrg gw lg frustasi berat…rasaY pengen bunuh diri…gw udh g pny tempat utk berteduh n beristirahat dr segala lelah gw…gw muak sm smua orang…gw benci sm semua orang…please…gw butuh pertolongan buta nyelametin hidup gw…gw lelah dg segala yg gw jalanin…gw pengn bunuh diri…
    ANJING!!!!

  67. orang SINTING berkata:

    gw bukan orang sinting ato orang autis,., tapi kebanyakan orang menilai kalo gw adalah orang yang sangat autis ,. hingga mendarah daging dari faktor keturunan ,.,
    gw liat kalo babeh gw adalah orang yang kelainan ,. atau mingkin bsa di sebut autis ,.
    termasuk mamy gw ,.
    and sekarang gw and adik gw ,. gw ngarasa kalo gw sekeluarga sanbgat aneh dan sangat autis ,.
    dilihat dari diri gw sendiri .orang banyak bilang kalo gw adalah anak autis ,. dilihat dari si8kap gw yang over acting tampa gw sadari coz dalam diri and anggapan gw yang gw lakukan adalah hal yang wajar ,.,
    gw suka banget buat nyakitin diri sendiri ,. dari apa yang gw alamin ,. setiap rasa sakit yang hati gw terimma ato setiap garis kekecewaan gw ,. gw alihkan dengan sedikit goresan di salah satu anggota tubuh ato gw coba tuk rasakan sedikit rasa sakit ketikatulang bertemu dengan sesuatu yang keras,,..
    gw ngerasa kalo gw adalah beda dari orang kebanyakan ,. gw sekalu nerasa sendiri,., dingin,., walopun di sekeliling banyak kesenangan ,.,
    mungkin dalm istilah keren skarang ini anak anak yang seperti gw ini di sebut anak emo ,., atau emocion,.,
    bunuh diri adalah hal terbodoh mungkin ,. tapi walopun demikian gw pernah coba tuk demikian ,.
    gw butuhi seseorang yang bsa nyelametin gw ,. oh sHIT,.,!! gw pengen mokat,.,!

  68. orang gila berkata:

    huff…
    boleh kn gw gabung lagi??
    cuma mo numpang share doang…
    napa y gw nie selalu dBuang…
    g pernah ada yg mw nerima gw…
    apa salah gw??
    apa karna gw beda??
    mereka selalu anggap gw g normal…
    anggap gw cewe aneh yg dingin n g pny perasaan…
    g pernah peduli sm org laen…
    tp gw udh berusaha untuk bs jadi seseorang kaya apa yg mereka minta…
    tp mereka g pernah bisa nerima gw…
    gw butuh pertolongan…
    ato g bunuh diri aja…
    byr g ada beban lagi dHidup gw…

    gw benci sama diri gw sendiri…
    gw muak sm diri gw…
    gw lelah ngejalanin hidup yg selalu terasing kaya gini…

    just because i’m smile it doesn’t mean that i’m happy…
    i’m happy on the outside but if u felt me on the inside, u’ll know that i’m unhappy…

    i’m gonna suicide!!!!!

    otak gw udah terlalu penuh dengan segala kebencian gw sama diri gw sendiri…

    gw g tw lg musti gmn…

    may be the only one way is suicide…

    that’s the best for me n for all the people who’s never want me…

  69. Luciana berkata:

    happpy new year….
    saya Luciana seorang terapis untuk anak autis saya pernah bekerja di center selama 2,5tahun kemudian saya menjadi terapis lepas selama 1thn. saya sangat enjoy dengan pekerjaan ini karena bukan sekedar sebuah job tapi juga menambah rasa syukur saya sewaktu berada didekat ank autis, saya dilatih untuk sabar dan mengasihi dengan tulus. saat ini saya punya kerinduan untuk memberikan terapi lagi,barangkali ada diantara bapak/ibu yang memiliki info tentang orangtua yang sedang membutuhkan terapis untuk anak mereka, saya bersedia untuk datang kerumah. Terimakasih untuk perhatian dan kerjasamanya.
    Lusiana 08176335739.

  70. shanty berkata:

    Saya punya anak autis usia 5,5 thn..
    Laki-laki, ganteng, tapi tukang bikin rusuh..
    Kami sekolahkan dia di TK kecil Islam terpadu yang mana di dalam pelajarannya ada pelajaran berdoa, membaca syahadat, dan pelajaran umum lainnya.
    Niat kami, walau kami dapati anak kami autis tapi kami tetap ingin dia tau Tuhannya dan agamanya..
    well..it’s not that easy..
    Setiap berdoa di kelas matanya selalu melengos kesana kemari..tapi begitu pelajaran bidang lainnya menonjol di banding teman2 lainnya
    Ketika pembagian raport anak saya untuk bidang kecakapan verbal nyaris semuanya dalam grade terendah..saya mikir apa dia benar2 ga bisa…apa saya sia2 menyekolahkannya di sekolah yg ideal menurut saya dengan biaya yang juga tidak murah..
    Saya tes di rumah…Fawwaz coba baca syahadat kalo ga bisa ga usah sekolah aja ya besok..saya coba ngetes..
    Ternyata dia ngamuk2 minta sekolah aja…pelan2 dia bacakan syahadat untuk saya…
    nyess…buat saya yang muslim itu segalanya…alhamdulillah..satu persatu dia bacakan semua doa2 yg di ajarkan gurunya plus artinya..
    bahagia sekali saya..
    walau gayanya kalo di tes sama gurunya belagak ga mau tau..tp ternyata dia bisa..
    tp gurunya minta anak saya di terapi konsentrasi…saya cuma mikir darimana lagi saya dapat uang..ini aja udah mati2an saya cari uang untuk sekolahnya..
    dengan segala tenaga tersisa saya akan coba usahakan…tuhan tidak akan meninggalkan umatnya yang berusaha dan berdoa..
    saya yakin itu..dan keyakinan saya pula yang mengantarkan anak saya pada kondisi yang jauh lebih baik saat ini..tanpa terapi apapun..
    cerdas dan emosional…itu ciri khas anak saya..
    kalo mengeluh ngga boleh dan berbangga hati ga bisa..yah..saya cuma bisa pasrah dan melakukan hal2 yang positif saja menurut saya
    saya ga peduli lagi omongan orang, bullying, dsb…
    emangnya mereka aja yang mau hidup di dunia ini…anak saya juga punya haknya yg harus di hormati juga oleh org lain.

    Bravo dan tetap semangat.

  71. Ping balik: AUTIS CHILD «

  72. Adhi berkata:

    Salam Kenal Pak,
    KABAR GEMBIRA……………

    Saya dulu punya anak TOURETTE SYNDROME sangat BERAT.
    Sekarang sembuh TOTAL setelah PIJAT SYARAF KHUSUS (pengembangan lanjut dari “PIJAT GETAR SYARAF & MUKJIZAT GERAKAN SHALAT”, karya Madyo Wratsongko, nara sumebr AM ISRAN MBA. Ph.D)

    Pijiat ini juga BISA untuk AUTIS. Ada yang sembuih……

    Silahkan kunjungi weblog saya untuk detailnya…..
    http://www.hipnoparenting.blogspot.com

    Saya akan bantu anda…
    Adhi
    ===========

  73. Erma Inayati berkata:

    Dengan millis ini orang tua anak penyandang autisme bisa berbesar hati dalam mendidik buah hatinya untuk menjadi anak yang mandiri dan bisa bermanfaat dalam kehidupan di masa mendatang

  74. STEPHEN B S berkata:

    Perkenalkan nama saya Stephen. Dengan semakin banyaknya teman2 kita yang harus mendidik buah hatinya dengan effort yg lebih, krn menyandang autisma, tentu di butuhkan biaya dan energi yg lebih besar. Apa lagi dalam situasi ekonomi yg semakin tidak menentu. Banyak orang tua yg mengalami kegalauan (kawatir), karena tidak tahu / belum tahu bagaimana jika suatu saat nanti buah hati nya sudah dewasa, tanpa orang tua yg mengasihi di sisinya. Bagaimana dengan kebutuhan financial yg terus berjalan, yg di butuhkan oleh buah hatinya, tanpa ada dukungan dari orang tua. Saya percaya banyak orang tua yg berpikir ke arah sana, masa depan sang buah hati secara financial. Melalui blog ini, saya ingin share kpd para pembaca sekalian. Mungkin saya ada solusi untuk dapat membantu kekawatiran para orang tua. Jika ada diantara Teman2 yg ingin tahu lebih lanjut solusi yg saya tawarkan, silahkan e mail ke afoeq@yahoo.com.sg mudah2an saya dapat memberi saran yang dapat mengatasi kekawatiran tersebut secara personal. Thks

  75. estupitarto berkata:

    Salam Kenal Pak.
    senang rasanya ada blog yang peduli terhadap anak autis. Jujur saya gregeten atas guru-guru yang tidak mau menerima anak autis masuk sekolah umum. Oleh karena itu saya mencoba menuliskannya dalam blog. Saya harap kita bisa sharing tentang anak autis.
    Buat teman-teman semua, saya membuka diri untuk sharing tentang anak autis karena saat ini murid saya juga autis.Ternyata dia bisa juga lho sekolah di sekolah umum.
    salam

    http://autistik.wordpress.com

  76. Dear Estupitarto (#75),

    Salam kenal juga, Pak. Saya sudah berkunjung juga ke website Bapak. Terima kasih karena peduli dengan anak-anak autis. Semoga segala upaya Bapak dapat berhasil.

    Tuhan memberkati.

  77. Hedwig™ berkata:

    Kebetulan saya memiliki keponakan yang menyandang autisme, saat ini dia duduk di bangku SMP umum di kota Solo.

    Saya pecinta kereta api, ada yang bilang (walau belum ada bukti yang saya temukan), anak-anak autisme terobsesi dengan angka dan kereta api (atau benda yang tersusun rapi).
    Beberapa rekan railfans, memang memiliki perilaku seperti itu.

    Kembali ke keponakan saya. Sejak bayi, dia memang sudah terlihat memiliki gejala autisme. Terlalu pendiam dan jika diajak berkomunikasi, tidak dapat memandang mata lawannya, selain itu juga alergi dengan beberapa makanan, seperti coklat dan susu.
    Tetapi dibalik itu ternyata dia terobsesi dengan angka. Sejak kelas 1 SD (tidak pernah bersekolah di sekolah khusus), dia sangat superior dengan pelajaran matematika. Terkadang dia mengamuk jika guru SD nya mengajarkan matematika yang pernah dia ketahui sebelumnya.
    Untung dia bukan type yang suka memukul, karena di rumah, kedua orang tuanya sangat menyanyanginya dengan selalu mengajak berkomunikasi.

    Saat ini, dia mulai dapat berkomunikasi walau kadang cara berbicaranya dapat menyakiti perasaan orang lain. Sudah mulai aktif bermain walau belum sanggup berbagi dengan teman mainnya.

  78. @ Dear Hedwig (#77),

    Syukurlan keponakan sudah banyak kemajuannya. Menangani anak autis memang sangat sulit. Sangat dibutuhkan kesabaran dan kasih-sayang selain terapi dan sekolah.

    Semoga keponakan dapat semakin maju. Salam.

  79. maya berkata:

    saya bekerja sebagai shadow teacher untuk anak autis
    dan saya merasa sedikit kewalahan dalam menghadapinya
    saya masih perlu belajar
    dan menerima informasi lebih banyak mengenai anak autis
    saya harap ada yamg mau memberikan saya masukan
    kirim ke email saya
    maya_22jkt@yahoo.com

  80. Virgiawan berkata:

    Halo…
    Saya salah satu pencinta anak2,. saya sangat prihatin dngan adanya pnyakit autis ini, terlebih lg yg diserang kebanyakan’a anak laki2. mohon diteliti lbh lanjut tentang penanggulangan’a!
    Trim’s…

  81. II berkata:

    Ass. Wr. Wb.

    saya orang biasa yang ingin sekali ikut menyumbangkan tenaga dan fikiran saya dengan keterbatasan waktu yang saya punya untuk membantu anak-anak autis. kira-kira saya bisa bergabung dimana ya?
    kepada semua orang tua yang dititipkan anak autis, kalian semua orang tua yang luar biasa dan saya yakin allah SWT memiliki rahasia yang indah dibalik ini semua. Amin.

  82. Hairinsyah berkata:

    Putra saya yang pertama lahir tahun 2000. Sejak kami menyadari adanya kelainan pada saat berumur 2 thn, kami bawa ke Dokter dan psikolog untuk dan dinyatakan mengidap Autis. Sejak saat itu kami mencari tempat terapi dan berupaya memulihkannya. Sudah banyak usaha yang kami lakukan mulai terapi ABA, check darah, pengoba tan Alternatif, Shin she, obat tradisionil sampai ke yayasan penyembuhan Autis hiperaktif dengan pengabungan metoda akupuntur dan prilaku di Klaten. Saat sekarang ini putra kami masih menjalani terapi 1 jam per hari dan sudah sekolah kelas 1 SD di Pekanbaru. Sudah dapat mengikuti pelajaran di sekolah walaupun tidak optimal,hanya hipernya yang sulit hilang. Sering menghancurkan barang-barang sekolah seperti dispenser, mainan teman, buku, tempat makan dan minum, remote AC, sehingga kita harus mengganti segala kerugian yang timbul. Jika marah adiknya yang menjadi sasaran. Sungguhlah berat menjadi orang tua yang memilki anak Autis, selain kita harus sabar , lingkungan yang belum menerima kadang dikatakan anak kita “Gila” juga masalah keuangan untuk penyembuhannya. Semoga yang kuasa memberikan kekuatan dan ketabahan bagi para orang tua yang memiliki anak Autis. Amin.

  83. adi berkata:

    terakhir ini telah di temukan sel pintar di amerika yang di ekstrak dari kolostrum ( susu awal ) yang membuat sel itu cerdas. satu tablet aja ( seperti permen rasa susu ) mampu mengenali 100.000 lebih jenis macam penyakit. sehingga dia dapat merangsang sel imun dalam tubuh kita untk membunuh segala penyakit yang ada dalam tubuh kita dengan cepat. Orang yang membawa obat ini ke indonesia anaknya penderita outis. Dia sudah menghabiskan ratusan juta untk mengobati anaknya, tetapi tidak ada perubahan. setelah ia mencoba obat ini dan terapi selama dua bulan bicaranya sudah mulai teratur dan tidak butuh lagi guru pendamping, bahkan dia sekarang di sekolahnya menjuarai sains. Mudah-mudahan ini bisa membantu siapa saja yang anaknya menderita outis. saya siap membantu. untuk lebih lengkap saya bersedia mempresentasikan kerumah anda atau hubungi saya ( adi 0858 8087 1026 )

  84. adi berkata:

    terakhir ini telah di temukan sel pintar di amerika yang di ekstrak dari kolostrum ( susu awal ) yang membuat sel itu cerdas. satu tablet aja ( seperti permen rasa susu ) mampu mengenali 100.000 lebih jenis macam penyakit. sehingga dia dapat merangsang sel imun dalam tubuh kita untk membunuh segala penyakit yang ada dalam tubuh kita dengan cepat. Orang yang membawa obat ini ke indonesia anaknya penderita autis. Dia sudah menghabiskan ratusan juta untk mengobati anaknya, tetapi tidak ada perubahan. setelah ia mencoba obat ini dan terapi selama dua bulan bicaranya sudah mulai teratur dan tidak butuh lagi guru pendamping, bahkan dia sekarang di sekolahnya menjuarai sains. Mudah-mudahan ini bisa membantu siapa saja yang anaknya menderita autis. saya siap membantu. untuk lebih lengkap saya bersedia mempresentasikan kerumah anda atau hubungi saya ( adi 0858 8087 1026 )

  85. adi berkata:

    Transfer Factor Untuk Anak autis
    Fakta:
    Anak-anak memiliki system imun yang masih lemah dan mudah terserang infeksi yang di dapat dari kehidupan sehari-hari dan juga dari sekolah.
    Fakta:
    Anak-anak bayak sekali mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar gula yang tinggi,dan memiliki asupan yang rendah terhadap nutrisi yang penting untuk meningkatkan system kekebalan tubuh.
    Fakta:
    Anak-anak mendapatkan infeksi dari lingkungan rumah dan sekolah.
    Fakta:
    Infeksi telinga yang meningkat membuat penggunaan antibiotic dosis tinggi meningkat pada anak-anak.
    Fakta:
    Penggunaan antibiotic yang berlebihan pada anak-anak menyebabkan system imun tidak bekerja optimal,dan membuat tingkat resistensi bakteri terhadap antibiotic meningkat.
    Transfer Factor adalah alami, aman , tidak menimbulkan efek samping, dan mudah dikonsumsi oleh anak-anak.
    Anak-anak mendapatkan manfaat yang luar biasa dari transfer factor di dalam kehidupan mereka.
    Dr.David Markowitz, seorang dokter spesialis anak melakukan penelitian selama 12 bulan terhadap transfer factor menemukan dari 88 anak yang mengkonsumsi transfer factor 2 cap per hari selama 8 bulan, didapatkan 74% penurunan jumlah penderita penyakit,dan 84% penurunan dalam penggunaan antibiotic pada anak-anak yang sakit.yang terpenting bahwa tidak ditemukan adanya efek samping pada anak-anak, Dr. David mengindikasikan terjadi penghematan lebih US$25.000 oleh group yang mengkonsumsi transfer factor dalam hal perawatan rumah-sakit, kunjungan dokter dan biaya pengobatan.
    Mengapa Anak-Anak Menbutuhkan Transfer Factor
    • Transfer Factor menghemat jutaan rupiah dalam biaya pengobatanTransfer Factor membantu mencegah infeksi berulang seperti flu,amandel dan infeksi telinga.
    • Transfer Factor mencegah penggunaan antibiotik yang berlebihan dan tidak perlu dengan cara meningkatkan kekebalan dan sistem pertahanan tubuh anak-anak.
    • Transfer Factor terbukti aman diberikan untuk anak-anak mulai berumur 1 hari.
    • Transfer Factor dapat meningkatkan IQ pada anak-anak .
    • Transfer Factor sudah dibuktikan secara sains selama lebih 50 tahun,dan menghasilkan lebih dari 3500 laporan uji klinis oleh para ilmuwan lebih dari 60 negara.
    • Transfer Factor sangat dibutuhkan oleh anak-anak mengingat begitu tingginya tingkat stress yang didapatkan anak disekolah,sehingga dapat melemahkan system kekebalan tubuh,yang berakibat mudahnya anak2 terkena penyakit.
    Bahkan obat ini telah di coba pada penderita outis dan dua bulan terapi bicaranya sudah mulai teratur, dia sudah tidak perlu guru pendamping dan belum lama dia menjuarai sains di sekolahnya. Info ( adi 0858 8087 1026 )

  86. renny berkata:

    a

  87. renny berkata:

    anak autis bisa kita sembuhkan. kita beri dia suatu terapi

  88. jablay berkata:

    tlp aq aja. ne no na 08569969983 atau tlp 0856944467879

  89. godam64 berkata:

    autis kayaknya mirip-mirip kayak zombie. serem juga yah. tapi kalo kita bisa melihara kucing, anjing, ikan, ayam, dan binatang aneh lainnya kenapa tidak dengan anak autis. nikmatin aja :D

  90. cahya Sumirat berkata:

    anak saya laki-laki usia 7 tahun autis juga sudah MRI dan CT Scan tetapi dari hasil itu semuanya normal dan disarankan untuk terapi saja,dan dijalani sudah beberapa tahun dan hasilnya masih jaud dari yang diharapkan.

    brosing di internet ke month elizabeth singapura ada cara tertentu dengan ikut pelatihan unconditional teraphy selama 2 hari dengan membawa vidio anak selama 5 menit dengan aktivitas yang berulang ulang,tetapi kemudian Dr.marcell menawarkan sebuah panduan 3 paket seharga sgd$250.

    dan ketika ditanya ttg keberhasilannya masih belum ada jawaban.

    kalau ada yang tahu tempat teraphy yang bagus di bandung tolong diinformasikan.

  91. riswanto berkata:

    Pak dewo yang baik, Anaka kami terdiagnosa autis hiperaktif pada saat usia 2 tahun. Pada usia tersebut ia belum juga bisa bicara, dan menarik tangan kami bila menginginkan sesuatu, tidak ada rasa takut, bila jatuh benjolpun ia tidak menangis, tidak mau tatap muka bila diajak bicara, asik dengan diri sendiri, dipanggil tidak menoleh, siklus tidur yang tidak teratur, gerakannya sangat luar biasa tanpa arah tujuan. (belakangan kami sadari bahwa pada waktu ia lahir , ia sedikit sekali menangis, bentuk kepala bagian belakang terlihat trepes, bentuk perut yang tidak proposrisonal).
    Setelah melewati serangkain tes di RS, termasuk EEG( karena ia pernah step), tampak gelombang di otaknya bertabrakan. Dari sana terdiags ia terkena virus sejenis tokso.
    Begitu kami tahu ia autis, kami lalu mencari informasi dari berbagai seumber termasuk internet. Hasilnya, hingga kini belum ada obatnya. Pernah kami ke dokter , diberi ritalin, namun dosisnya terlalu tinggi hingga 2 kali. Akhirnya, karena kami tidak menginginkan anak kami jadi percobaan, kami lalu mencari pengobatan alternatif.
    Kami dapatkan metode jamu, berlangsung hingga 4 tahun. Efeknya sangat lambat, namun ia sudah sedikit banyak bisa bicara. Hipernya masih sangat kuat, silus tidur juga tidak teratur.
    Sekolah di Tk dan SD kelas 2 harus ditunggu didalam kelas. Anak kami pernah mau dikeluarkan dari sekolah, karena dianggap nakal.
    Perkembangan selanjutnya, kami memindahkannya ke sekolah Taruna Imani di Yogya, sekolah umum namun sering menerima murid berkebutuhan khusus. Pada tahun 2006 itu juga pada saat ia usia 8 tahun, kami mencoba terapi dengan metode sangat sederhana, namun dalam 4 bulan, hipernya sangat berubah, bisa diatur, bisa belajar dalam kelas. Pada tahun 2007, ia ikut nari di pentas perpisahan di sekolahnya. Saat ini ia sudah kelas 3, semester lalu ia rangking 3 dikelasnya (dikel
    as ada 8 murid termasuk murid normal).
    Ia sudah bisa bersosialisasi, rajin sholat waktu 5 kali sehari (mungkin kita orang dewasa saja sering bolong-bolong kalo sholat), mengerjakan Pr sendiri.
    TERNYATA UNTUK AUTIS KITA TIDAK PERLU KE DOKTER ( selain tidak ada obatnya juga menimbulkan ketergantungan serta keracunan bagi organ tubuh), ALTERNATIF PUN ADA .
    Silahkan bila ingin berbagi di 0274-6520969, 081 5780 54182.
    Kami juga menyebar luaskan buletin sederhana kami, silahkan kirim lamat anda mungkin bila berminat akan kami kirimkan. tidak ada biaya, hanya untuk bisa bertukar informasi.Salam peduli autis

  92. @ Dear Pak Riswanto (#91),

    Mungkin Bapak bisa memaparkan lebih lanjut terapi dengan metode sangat sederhana seperti Bapak utarakan? Mungkin akan banyak anak autis yang terbantu dengan penjelasan Bapak.

    Terima kasih.

  93. riswanto berkata:

    Terapi ini dengan metode dengan media sinar, dan skill dari terapis (yang saya yakin tidak dimiliki oleh terapis lain), juga larutan neurotranmitter. Tanpa obat , tusuk jarum dan pijat. Sedangkan vitamin atau suplemen sebagai penambah cepatnya proses kesembuhan. Juga perlu kerjasama antara terapis dan orangtua dalam proses terapi ini. Selain itu perlu dicarikan tempat, atau sekolah bila ia sudah waktyunya sekolah yang kondusif , yang mendukung aktivitasnya dan proses sosialisasinya. Mereka harus dibuat sibuk. Saya yakin anak-anak yang mengalami masalah yang sama dengan anak saya akan dapat kemajuan yang luar biasa, bisa dibandingkan dengan medis. saran saya dalam memilih terapi, kita harus selektif, efektif (tidak dalam jangka panjang, apalagi tidak membawa efek positif yang optimal), efisein (biaya otomatis tidak mahal).

  94. dian berkata:

    Saya sangat tertarik dengan anak berkebutuhan khusus seperti penderita Autis. Kenapa? ketika semua orang menganggap autis sebagai sebuah kutukan, saya menganggap anak autis sebagai sebuah fenomena, bagian lain dari keberadaan kita di dunia ini. Seorang anak autis bukanlah anak yang dikutuk, mereka baik dan selalu berusaha untuk menjadi baik. Meskipun pada tidak bisa.

    mereka selalu punya cara untuk mengerti dunia mereka…

    Saya ingin tanya, apakah seorang anak autis juga mengalami kendala dalam berbahasa, kalau iya, adakah pendekatan yang dilakukan untuk mengajarkan bahasa pada anak autis?

    terima kasih,,,

  95. max berkata:

    MAS DEWO,

    gw kebetulan bekerja di salah satu sekolah swatsa bertaraf nasiona plus di kawasan menteng.

    di tempat gw juga menerima anak2 autis (gw bukan guru) tapi yg gw liat mereka bisa membaur ama anak2 yg lain cuman teman2 nya diberi arahan ama guru masing2 agar jgn mengangap mereka lain. jadi its okay tuh, tergantung sekloah dan kebijaksan masing2 sich.

    setau gw ada beberap sekloha yg ga menerima anak2 penderita autis… agak disayangkan tuh. anak2 autis rata2 IQ diatas rata-rata. cuman mereka perlu diarahkan dgn benar seperti kata om-om di atas…..

    peace ah bro dewo, balik lagi bahas motor yeeee

  96. @ Dear Max (#95),

    Terima kasih informasinya.
    Iya benar, tergantung kebijakan sekolahnya. Sayang tidak semua sekolah bisa menerima anak2 autis.

    Salam.

  97. riswanto berkata:

    Mungkin ada ingin membaca detail tentang anak kami yang dulunya autis hiperaktif…silahkan klik di :
    http://www.autisfamily.blogspot.com

    semoga bermanfaat

    salam
    riswanto

  98. yanti berkata:

    Mas… numpang kenal…
    sama sekalian minta ijin ya… saya cantumkan.. alamat blog ini di blogroll saya… tentang pendidikan anak
    Makasi ya….

    kalausempat mampir dan klik di http://maaini.wordpress.com/category/tentang-aini/

  99. riswanto berkata:

    silahkan bu..salam kenal juga . trims sudah menempatkan blog kami di blog ibu. salam peduli autis

  100. innaka berkata:

    saya sangat tertarik dengan autis. tapi buku2 tentang autis sulit ditemukan yah..saya sampai harus mencari ke tmpat penjual buku bekas di daerah pondok cabe. Saya salut dengan pak Dewo. Senang rasanya ada forum seperti ini, jadi lebih mudah mendapatkan info. mengenai autis. Saya juga ingin tahu apa ada forum mengenai dyslexia di Indonesia?

  101. @ Dear Innaka (#100),

    Buku-buku mengenai autis memang masih jarang, terutama yang penulisnya Indonesia. Tetapi sudah ada beberapa kok. Salah satunya adalah Ibu Dyah Puspita. Info lebih lanjut mengenai beliau dapat diperoleh di: http://dyahpuspita.wordpress.com.

    Sayangnya saya tidak mengetahui forum disleksia di Indonesia. Maaf tidak bisa membantu.

    Salam.

  102. riswanto berkata:

    Melalui blog pak Dewo ini, saya ingin berterimakasih atas respon yang baik dari para orangtua anak autis diantaranya Bpk.Sam di Ambon, Ibu Yanti di Dumai, Bapk.ikhsan di serang, Bpk.Joko di Jakarta , Bpk.Joni di Batam dan lainnya yang telah menghubungi saya untuk berbagi pengalaman sesama orangtua anak autis di 081578054182 atau di http://www.autisfamily.blogspot.com. Salam peduli autis

  103. Ibu Rina berkata:

    Saya asli Jakarta dan 2 tahun sudah di Surabaya. Saya pengamat dan praktisi pendidikan anak usia balita (bawah lima tahun). Sejak memasuki Surabaya saya terkejut dengan begitu maraknya perbincangan tentang Autis. Menurut saya ada kekeliruan paradigma tentang Autis pada Anak usia balita. Dari pengalaman saya 20 tahun sebagai praktisi, sangatlah keliru mendiagnosa seorang Anak menyandang Autis sebelum Anak tersebut melewati HUTnya yang ke 4, karena proses tumbuh kembang setiap Anak menjadi berbeda bergantung dari stimulasi yang diterima dari orang terdekat (keluarga yang tinggal serumah dengannya) dan pola belajar sesuai dengan temperamen dasar yang dimilikinya sejak lahir. Sehingga ada Anak usia 1 tahun sudah lancar bicara tapi ada 3,5 tahun 1 katapun belum keluar. Demikian juga dengan aspek perkembangan lainnya (motorik, kemampuan konsentrasi, pola hidup, pola pikir dll).
    Sejak tahun 2006 saya masuk Surabaya dan langsung aktif sebagai praktisi pendidikan sudah lebih dari 130 siswa yang saya tangani rata-rata usia 1-3 tahun, 25% diantaranya pernah mengikuti terapi Autis di beberapa lembaga Autis di Surabaya. Tapi setelah mau melepaskan terapi tersebut dan mengambil program kami, hanya dalam waktu 3 bulan (2x 1 minggu) sudah dapat meyakinkan orangtua bahwa anaknya bukan Autis.
    Harus dipahami Autis tidak bisa disembuhkan (seumur hidup tergantung dengan orang lain) hanya bisa diterapi untuk sedikit lebih mandiri. Jadi kalau ada pendapat Anak Autis usia Balita akan bisa “sembuh” apabila sedini mungkin diterapi, saya berani katakan “sesungguhnya” sejak awal Anak tersebut tidak Autis. Pada Juni-Juli 2008
    ini saya akan mengadakan Seminar berseri tentang semua hal yang berkaitan dengan masa tumbuh-kembang Anak usia balita. Saya sedang jadwalkan, minggu depan saya akan informasikan judul, tempat dan waktu seminar, semoga bermanfaat. Terima kasih

  104. Ibu Rina berkata:

    Dear orang sinting/orang gila (Is it your real name ?)
    Tuhan menciptakan manusia tidak sembarangan tapi sangat spesial sehingga gak ada yang sama persis, saat ini kamu hanya belum menemukan “spesial”nya kamu dibandingkan manusia lain (I just know 1 : Your English quite enough). Saya ada 3 saran yang dulu saya lakukan dan hasilnya wow luar biasa semoga bermanfaat buat kamu :
    1. Kumpulkan semua komentar dan pendapat positif baik menurut dirimu sendiri maupun dari orang lain, dari hal terkecil sampai yang luar biasa (contoh : mata kamu bagus, yuo are smile girl, dll. menurut saya kamu punya talenta bahasa asing yang alami/natural dak perlu pake repot2 kursus kayak saya)
    2. Isi waktu dengan kegiatan positif yang menghasilkan uang. bukan lihat “nilai” uangnya tapi lihat “nilai” kepuasan batinnya. Contoh : terima proyek translate Indonesia-Inggris or sebaliknya. Main tuh ke rental2 komputer join sama mereka pasti banyak orderan tuh sekalian lihat2 COGAN kampus hehe….
    3. Belajar pura-pura sebagai psikolog maksudnya mulai sekarang lebih banyak “mendengar” curhat orang daripada “ngomong” curhat ke orang lain. Trus bilang pada mereka “Aku doakan ya semoga Tuhan cepat beri jawaban atas masalahmu”
    Dengan mencoba 3 hal ini, efek yang akan terjadi pada dirimu adalah kamu punya data tentang “how special, God create you”, lebih menyadari bahwa semua orang hidup punya masalah bukan cuma kamu dan lumayan dah punya “penghasilan financial tambahan” dari sekedar kerja ringan yang menyenangkan. INI NAMANYA TERAPI BANGUN TIDUR hehe….. :-) Good luck

  105. CB SCHOOL Homeschooling (Ibu Rina) berkata:

    Saya akan bicara tuntas tentang semua aspek kehidupan Anak usia bawah lima tahun dalam Seminar dan workshop, semoga dapat menjadi solusi dari semua pertanyaan dan masalah seputar ADD/ADHD, Autis, Gift & Talent (GT), Speech Delay, sensorik motorik dll. Berikut ini jadwalnya :
    HOMESCHOOLING FOR BALITA
    7 Juni 2008 Graha Pena Lt. III, Surabaya
    BEDAH TUNTAS KARAKTER BALITA
    28 Juni 2008 Graha Pena Lt. III, Surabaya
    PERSAMAAN ADD/ADHD, AUTIS, GT dan ANAK NORMAL (pada usia bawah lima tahun)
    12 Juli 2008 Graha Pena Lt. III, Surabaya
    Undangan dapat diperoleh diseluruh GRAMEDIA Surabaya
    Informasi : CB SCHOOL 031-72602043, 081332927907

  106. @ Dear Ibu Rina (#105),

    Terima kasih atas informasinya. BTW, berapa biayanya?
    Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi masyarakat.

    Salam.

  107. Ibu Rina (CB SCHOOL Homeschooling) berkata:

    Met mlm Mas Dewo, saya baru baca pesan Anda.
    Saat ini tiket yang sudah tersedia untuk Seminar I
    “Homeschooling for Balita” hanya Rp 20.000,-/org
    dan untuk tiket berikutnya tersedia awal Juni’08
    karena saya berharap peserta dapat mengikuti mulai
    Seminar I s/d III (terakhir), topiknya berkesinambungan
    Terima kasih untuk atensinya.
    Mas Dewo dan istri bisa hadir ? :-)

  108. jane berkata:

    saya baru beberapa hari menemani teman saya penelitian di SLB dan saya sangat tertarik dan sangat salut dengan hal-hal yang dilakukan oleh pihak Yayasan dan sekolah dalam menanggapi anak yang autis. dengan kesabaran dan perhatian yang intensif serta penerimaan yang sangat dari orang tua dan pengasuh dapat membuat anak-anak yang autis mampu di arahkan menuju suatu kehidupan yang lebih layak.

  109. sisil berkata:

    Saya adalah seorang karyawan dan saya sangat tertarik dengan masalah Autis karena saya perpikir bahwa anak autis akan menyerang sapa saja seorang wanita yang akan menjadi ibu pada nantinya dan saya sangat berharap semoga penderita autis dapat bermain tidak henya pada kelompoknya tapi juga dapat bersosialisasi dengan yang lainnya sehingga dapat berkembang dan Pertanyaan saya apakah penderita Autis bisa di sembuhkan? Dan selain dengan diet apakah juga ada obat yang mempengaruhinya lalu Apakah orang tua dapat menjadi panutan

  110. max berkata:

    to: 109. sisil | Mei 16, 2008 at 1:40 am

    mau tanya aja, ini sisil = sicilia stacy bukan?

  111. sasya berkata:

    saya guru di sebuah tk
    awalnya saya takut menghadapi anak autis,tapi dibalik keadannya yang menakutkan sebenarnya mereka adalah malaikat kecil penghuni surga yang memberi kita cobaan agar kita bisa masuk surga.
    ingat masa depan kita di akhirat kelak

  112. saya berkata:

    halo..
    Sepupu kecil saya yg masi berusia 4th dikatakan menderita autis ringan. Baru2 ini saya sering bermain dgn dia seharian..Dari pengalaman saya bermain dan tes2 kecil yg saya lakukan pada akhirnya saya berkesimpulan anak ini tidak autis, tetapi lebih kepada pendengarannya yg kurang.. saya sudah berusaha memberitahu tante saya..tp dia selalu mengelak dengan mengatakan bahwa pendengaran anak itu sudah di tes dan hasilnya normal… :( Apakah anak autis memang memiliki pendengaran yg kurang? atau bagaimana .. karena saya perhatikan anak ini cukup pintar, Misal.. ketika ibu nya mengoleskan obat luka ke kaki nya ..terasa perih. kemudian dia pergi mengguyur kaki nya dengan air.. Mungkinkah anak autis melakukan hal itu ?
    Mohon pengetahuannya.
    Terima Kasih

  113. saya berkata:

    oya.. si anak tidak dpt berbicara.. menurut saya karena dia tidak bisa mendengar sehingga tidak dpt menirukan (bicara).. sedangkan untuk bermain2 dgn benda tertentu..dia cenderung bisa menirukan namun cpt bosan dgn 1 permainan

  114. @ Dear Saya (#112 & #113),

    Untuk menetapkan bahwa seorang anak menderita autis, diperlukan diagnosa sesuai standar internasional yg dipakai, yaitu DSM. Standar ini memang masih terus berkembang, tetapi paling tidak sudah dapat menjadi pedoman untuk saat ini. Lebih baik diagnosa dilakukan oleh ahlinya.

    Setelah dilakukan diagnosa yang tepat, kemudian harus dilakukan treatment yang sesuai. Treatment untuk masing-masih anak sangat bervariasi sifatnya tergantung dari spektrumnya.

    Salam.

  115. Adi berkata:

    terakhir ini telah di temukan sel pintar di amerika yang di ekstrak dari kolostrum ( susu awal ) yang membuat sel itu cerdas. satu tablet aja ( seperti permen rasa susu ) mampu mengenali 100.000 lebih jenis macam penyakit. sehingga dia dapat merangsang sel imun dalam tubuh kita untk membunuh segala penyakit yang ada dalam tubuh kita dengan cepat. Orang yang membawa obat ini ke indonesia anaknya penderita outis. Dia sudah menghabiskan ratusan juta untk mengobati anaknya, tetapi tidak ada perubahan. setelah ia mencoba obat ini dan terapi selama dua bulan bicaranya sudah mulai teratur dan tidak butuh lagi guru pendamping, bahkan dia sekarang di sekolahnya menjuarai sains. Mudah-mudahan ini bisa membantu siapa saja yang anaknya menderita outis. saya siap membantu. untuk lebih lengkap saya bersedia mempresentasikan kerumah anda atau hubungi saya ( adi 021 919 542 08 )

  116. darmaputra berkata:

    salam kenal ……..
    saya mempunyai anak usia 3 tahun, dia belum bisa berbicara………..tekadang hanya bisa bilang lam lai kum……tapi tidak beraturan. kalau kita ngomong sepertinya dia mengerti.
    dia pandai mengetok2 pintu kamar…kalau dia mau masuk……
    apa kah dia autis?

  117. @ Dear Darmaputra #116,

    Untuk menentukan apakah seorang anak menderita autis atau tidak sebaiknya mengikuti standar diagnosa, yaitu DSM. Bisa saja anak Bapak hanya memiliki gangguan di wicaranya saja. Untuk itu diagnosa lebih baik dilakukan oleh ahli (dokter) yang berkompeten di bidangnya. Bapak dapat menghubungi dokter spesialis anak untuk keterangan lebih lanjut.

    Salam.

  118. Ibu Rina berkata:

    Salam kenal Darmaputra #116 & Saya #112
    Sudah 20 th Saya sebagai praktisi pendidikan anak usia balita, jangan dulu kuatir anak menderita Autis sebelum usianya 4 tahun dan apabila ketika usia 4 th belum lancar bicara coba periksakan alat pendengaran dan alat bicaranya pada ahlinya (dokter THT ?). Banyak siswa kami yang ambil program kami (sekitar 50 anak selama 2 tahun ini) ketika usia 2,5 – 3,5 tahun belum bisa bicara kemudian bisa lancar bicara (hanya speech delay).

  119. riswanto berkata:

    Pak Dewo mohon ijinnya , blog bapak kami link kan dari http://www.autisfamily.blogspot.com

    Untuk para orangtua yang membutuhkan buletin , saling bertkar info mapun pengalaman menangani anak autis hiperaktif..silahkan hubungi kami di 0274-6520969/ 081578054182..secara gratis.

    Tulisan pengalama anda akan kami muat di http://www.autisfamily.blogspot.com. Sedikit info dari anda, mungkin berarti banyak untuk yang lain.
    salam peduli autis

  120. Dear Pak Riswanto,

    Boleh, Pak.
    Oh iya, kami membuat forum baru untuk keluarga autis, yaitu Forum Autisme Indonesia (http://forumautisme.net). Mohon kesediaan Bapak untuk bergabung di sana.

    Semoga bermanfaat.

    Salam.

  121. riswanto berkata:

    Terimkasih pak Dewo..tentu saya akan bergabung disana

  122. darmaputra berkata:

    terimakasih yang sebesarnya atas tanggapan, Emanuel Setio Dewo & Ibu Rina, untuk memberikan saran kepada saya. karena saya sering mencari informasi2 tentang anak saya. sepanjang yang saya tanyakan mereka mengatakan anak saya tidak autis seperti dokter2 yang pernah saya jumpai, namun dokter2 tsb bukan spesialis autis. ada salah seorang dokter anak mengatakan untuk membawa anak saya cek di Jakarta pada dokter Harjono. katanya dokter tsb dapat melakukan diagnosis. maklum saya tinggal dikota kecil di Kabupaten Rokan Hilir di Prop. Riau. jadi untuk kejakarta memerlukan waktu dan perjalanan yang panjang, maklum kami suami/istri bekerja.
    anak saya berhitung sampai 10 udah bisa, di nggak mau makan nasi, hanya makan coklat dan kue2 kecil serta minum susu yang sangat banyak rata-rata 1250 Mg. berat badannya skrg 20 kg dg tinngi 85 cm.
    Dia sangat senang menonto tv sejak kecil, apalagi lagu-lagu yang riang apa lagi acara dancer di global tv dia melompat2 dan menari2 kalo dengar musik2 tsb.
    Mudah-mudahan dengan tambahan info ini dapat menjadi pedoman guna diagnosi anak saya……terimakasih sekali lagi atas tanggapannya.

  123. aRieF do0n9™ berkata:

    iih…serem yah…
    sekarang baru tau, penyakit kayak gitu, namanya autis yah…
    klo gitu, temen sekelasku waktu kuliah semester1 bisa jadi penderita autis…karena dia emang selalu sendiri…klo di tegur, juga gak mau nyapa…kasian deh, jadinya..

  124. riswanto berkata:

    Salam Kenal untuk Bapak Darmaputra di Riau. Kalau boleh ikut nimbrung, Setahu saya belum ada dokter spesialis autis di dunia , namun biasanya rumah sakit umum pusat di daerah biasanya telah memiliki klinik Tumbuh Kembang Anak terdiri dari para psikolog. Orangtua diminta untuk mengisi daftar isian pertanyaan tentang si anak (perilaku, kebiasaan , dll) , setelah itu anak diamati oleh psikolog (lebih dari satu orang), lalu mereka akan membuatkan laporan hasil nya kepada Bapak. Mungkin bila sempat ke gramedia atau toko buku , Bapak bisa mencari buku AUTISMA by Dr Handojo atau searching di internet juga bisa. Semakin cepat diakukan intervensi dini terhadap anak, semakin cepat kita bisa mengambil langkah-langkah perbaikan untuk anak.

    Anak kami , Ajeng (10 tahun) dulunya juga sulit makan, hanya mau minum susu, sehari bisa 8 botol namun ketika harus diet, kami harus memaksanya dan memberi pengertian bahwa ada makanan2 yang tidak boleh untuknya. Kami sempat kesulitan mencari makanan yang boleh untuknya, tapi sebenarnya Indonesia masih kaya dengan makanan diet tersebut. Setelah terapi , diet dan lingkungan yang kondusif untuknya dijalaninya (lihat di http://www.autisfamily.blogspot.com) , ia pun tumbuh dengan pesat.
    Dulunya ia juga seperti anak bapak, ada respon yang sangat berlebihan bila mendengar, melihat sesuatu yang disukainya, berjingkrakan, tantrum, gerakannya banyak tapi tanpa tujuan .

    Mengajak rekan-rekan sesame orangtua anak autis, praktisi maupun semuanya yang peduli pada autis untuk ikut meramaikan forum autis http://www.forumautisme.net

    Bila ada waktu, silahkan mampir ke http://www.autisfamily.blogspot.com.

    Salam peduli autis

  125. teguh sunaryo berkata:

    mari kita support anak-anak kita yang kebetulan auitis. beri pelayanan dan perhatian yang lebih memadai. bila proses terapi dan pendampingan telah dilakukan ada baiknya sembari memulihkannya kita perlu mengenali bakat mereka secara dini. anak tidak autis saja sulit dikenali bakatnya, apalagi anak kita autis. untuk itu bila dibutuhkan tidak ada salahnya membuka website: http://www.dmiprimagama.com terimakasih semoga berkenan

  126. adnir berkata:

    apa seorang penderita autis yang telah dewasa akan dapat bersosialisasi dengan teman sekitarnya meskipun sewaktu kecil orang tuanya tidak pernah menyadari penyakitnya? mohon jawabannya …. thX!

  127. darmaputra berkata:

    Ass.wr.wb
    terimakasih atas saran dan tanggapan dari bapak riswanto, semoga dengan saran ini dapat memberikan motofasi kepada kami guna penyembuhan anak kami (M.Dzaky Darma). dimana kami selaku orang tua sangat cemas dan persaaan yang tidak menentu menunngu apakah anak kami bisa sembuh?……
    Rencana kami akan membawa anak kami ke Malaka Ke Rumah Sakit Ayer Keruh……karena di Rokan Hilir dengan Malaka sangat dekat. mengingat penghematan biaya. dimana sebelumnya dokter spesialis anak dikota saya menyarankan dibawa kejakarta ke Rs. AnakKu” …..mohon sarannya….terimaksih…..wasalam

  128. Ibu Rina berkata:

    Met malam Bp Darmaputra #127
    Anda tidak perlu ke Jakarta atau kemanapun untuk cari tahu tentang Autis, semua blog Autis di Google sudah cukup menjadi acuan, karena yang terpenting adalah pola asuh dan pola didik yang diterapkan sebelum usianya 4 tahun “HARUS” perlakukan si kecil sebagai anak normal. Menurut saya dari cerita Anda (4 Juni 2008) sudah jelas Anak Anda tidak Autis, hanya pola makan yang tidak benar sebagai salah satu penyebab keterlambatan bicaranya.
    Proses tumbuh kembang yang benar adalah usia 1,5 tahun anak sudah harus dapat makan nasi dengan menu orang dewasa, hanya lebih lunak (mis : nasi tim) karena semua bagian organ mulut sudah lengkap (gigi, rahang yang kuat, dan kemampuan menelan). Untuk usia 3 th sudah harus makan sesuai menu orang dewasa. Fungsi rahang adalah untuk menguyah dan bicara. Anak yang tidak/jarang mengunyah makanan efeknya, artikulasi (alat bicaranya) kaku dan tidak akan mampu mengeluarkan bunyi kata dengan jelas.
    Berikut ini saran saya untuk pola makan dan terapi bicara anak bapak :
    – Kurangi porsi susu berangsur sampai hanya 600 Mg saja, agar saat muncul rasa lapar dapat digantikan dengan pola makan nasi. Mulai dengan jatah susu pagi-siang hari. (usahakan dengan gelas/sendok jangan botol).
    Saya pernah terapi dgn kasus sama seperti anak Bapak dan minum susu dengan botol. Proses terapinya sbb :
    2 minggu awal, setiap hari minum susu pagi-sore dikurangi 50 ml setiap botolnya dan anak mau makan 3-5 sendok teh bubur encer pakai abon (pagi dan sore). total sudah berkurang susu 150ml/hari
    2 minggu kedua, setiap hari jatah susu siang hanya 100 ml (dari 200 ml) dan diganti air putih sebagai pengganti sekalian belajar minum pakai gelas. dan Anak sudah mau makan nasi lembek dengan kecap dan abon atau kuah sayur sop 3-5 sendok makan. Total sudah berkurang 250 ml
    1 bulan kemudian, jatah susu sore dihilangkan ganti dengan puding buah, kacang hijau rebus lunak(hanya dengan air dan gula putih) sesekali dituruti jatah susu kalau sudah tidak bisa dibujuk. dengan pola makan masih tetap sama dengan menu diatas. Total sudah berkurang 450 ml
    3 bulan kemudian siswa terapi tersebut sudah makan nasi lunak dengan menu yang lebih beragam : tahu gorang, tempe goreng, kuah sop, bening bayam, ikan tuna goreng, telur kampung rebus, kecap dan abon. porsinyapun sudah 5-10 sendok makan. Minum susu botol hanya kalau tidur dan jatah susu pagi (pakai gelas dot) setelah mandi 100 ml dan bangun tidur siang 100 ml. jadi total berkurang 650 ml.
    – Dengan perubahan pola seperti diatas selama 4 bulan, berangsur-angsur kosa katapun bermunculan. pengucapanpun semakin jelas.
    – Sejak awal terapi kami juga lebih banyak mengajak anak berkomunikasi/berdialog (ceriwis selama 1 jam) tentang apa saja yang saat itu sedang menjadi perhatian anak.
    Bapak bisa hubungi GSM saya 081 332 927 907, saya bisa buatkan program terapi jarak jauh untuk anak bapak, gratis kok :-)
    selamat mencoba

  129. Ibu Rina berkata:

    Tambahan Utk Bp Darmaputra #127
    Saya butuh data :
    – Berapa kali nonton tivi sehari dan lamanya waktu setiap kali nonton ?
    – Mainan apa yang ada dirumah ? (buku cerita, lego atau…?)
    – Jenis mainan apa yang disukainya
    – Jadwal rutin yang dilaluinya mulai bangun s/d tidur ? berikut jam2nya.
    – Berapa lama waktu dalam 1 hari orangtua ada dirumah.
    – Anggota keluarga dalam rumah (suster, pembantu, kakek nenek dll) ?
    – Lingkungan teman seusia disekitar rumah ?
    – berapa sering dalam sehari dengan makanan coklat dan kue tersebut ?
    – MOHON SEGERA PELAJARI JENIS KARAKTER ANAK ANDA DARI BUKU “PERSONALITY PLUS FOR PARENTS” FLORENCE LITTEUR TERBITAN GRAMEDIA, Menurut saya karakter si kecil masuk kategori Sanguinis+Koleris atau Sanguinis+Melankolis, pelajari dari buku tersebut pola perilaku dan pola belajar karakter tersebut sehingga dapat memahami hambatan tumbuh kembang yang dialaminya saat ini dan bahkan dari buku itu bapak bisa temukan metode tepat untuk pola asuh dan pola didik yang “harus” diterapkan. Jangan terburu-buru ambil keputusan membawa anak anda ke tempat yang tidak bisa menjamin hasilnya.

  130. Ade Koswara berkata:

    Pak Emanuel,
    Disini saya tidak mempunyai komentar atau apapun mengenai autis, karena saya sendiri sedang bingung menghadapi anak saya yang ternyata autis, anak pertamaku bernama Dimas Andrawara Putra usia 8 Th sekarang kelas II SD mau naik kelas III dan aku tinggal diwilayah Depok.
    Aku dan isteriku bingung menghadapi Dimas yang kelakuannya susah diatur, semaunya sendiri dan disekolahpun nilainya hancur.
    Beberapakali terapi ke doktor spikologis dan ternyata IQnya dibawah standart, untuk itu aku mohon bantuan dari Bapak dan Ibu semua bagaimana menangani anak autis dan kadang aku bersifat kasar dalam menghadapi anakku, karena aku tidak bisa menahan emosi yang aku pikir semua permintaannya aku turuti dan mungkin adakah di Depok sekolah khusus untuk anak autis dan bagaimana untuk kelanjutannya.
    Sekiranya Bapak dan Ibu semua dapat membantu saya dan isteri, saya ucapkan banyak – banyak terimakasih.

    Wassallam,
    Ade Koswara

  131. @ Dear Pak Ade Koswara #130,

    Benarkah Dimas telah didiagnosa autis oleh dokter spesialis? Jika ya, maka ada beberapa langkah yang harus diambil, yaitu terapi, pengobatan dan diet. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau tumbuh kembang. Mungkin Dimas harus di-test laboratorium untuk mengetahui faktor dominan penyebab autisnya, apakah karena keracunan logam berat, atau karena jamur pada sistem pencernaannya, atau karena hal2 lain.

    Semoga membantu. Salam.

  132. riswanto berkata:

    Sumbang saran untuk pak Ade, mudah-mudahan berkenan. Silahkan bapak kunjungi web saya di http://www.autisfamily.blogspot.com.
    Kami pernah mengalami , anak saya juga dulunya super heboh ( autis hiperaktif) , sampai akhirnya kami menerapkan diet ketat ( susu, terigu , kacang-kacangan dan produk turunannya) , pengobatan bio medis dan sekolah yang tepat untuknya..saat ini ia pun bisa jauh lebih baik dan mandiri.
    semoga tetap sabar dan semangat ya pak
    salam peduli autis…

  133. darmaputra berkata:

    Terimakasih Ibu RIna #128
    udah mau menawrkan terapi dengan gratis dan mau peduli terhadap kebimbangan dan serta permasalahan yang anak saya hadapi, dimana sejak 6 bulan yang lalu anak saya udah masuk Play group. anak saya tiap hari nonton televisi tanpa ada batasan waktu……dimana saya suami/istri sama2 bekerja jadi dirumah hanya sedikit sekali waktu dirumah, pada hari sabtu dan minngu saya dan istri tdk dirumah, karena kuliah.
    anak saya (M.Dzaky Darma) ditinggal di rumah dengan seorang pembantu dan adik Ipar Prempuan.
    anak saya senang bermain sepeda, nyusun balok2 dan gambar2 serta main boneka, kaos kakinya dikumpul2in, paling senag mlompat-lompat dan berjoget2 serta kalau ada mainan yang baru dibawa-bawa sampai kekamar tidur.
    dia senang bermain dg anak yang lebih tua ata yg besar, kalau anak yang kecil dari dia nggak suka main, kadang2 rambut anak tsb ditarik.
    waktu tidurnya masih normal, siang tidur kira2 satu jam dan kalau malam tidur rata2 jam 22.30
    pada saat tidur dia mendengkur dan dia sering pilek dan batuk.
    sekian yang dapat saya gambar kan tentang prilaku anak saya. semoga ibuk Rina dapat membantu anak saya. dan terimakasih.

  134. ian berkata:

    saya seorang kakak yang mempunyai adik autis, saat ini adik saya sekolah di sekolah dasar umum dan prestasinya luar biasa, namun dalam hal menjaga emosi adik saya mengalami kesulitan. terapi apa yang bisa diberikan.?

  135. dian berkata:

    Saya sangat salut dan bangga kepada bapak ibu yg mempunyai putra putri yg menderita autis. Bapak ibu begitu sabar dan penuh kasih sayang dalam merawat mereka.Tidak pernah ada kata menyerah, selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kesembuhan mereka.
    Semoga perjuangan bapak ibu selalu diberikan hasil yg terbaik,amin.

    Saya ada informasi untuk anak-anak autis mungkin bisa membantu.untuk informasi lebih lengkap klik :

    http://noni.web.id/2008/03/11/autis-dan-tnj/

  136. HANSIN berkata:

    Dear Rekan rekan , dan B Rina saya mau tanya dan sharing

    Saya punya putra umur 20 bulan , belum bisa berbicara hanya ngoceh yang gak jelas kadang dan kalo mau sesuatu dia menarik tangan orang didekatnya untuk mengambilkan, Anak saya suka sekali nonton TV karena rumah kami kecil maka dia dengan gampang berlari ke arah TV dan senang mendekatkan kepalanya ke layar TV dan tidak perduli kalo dipanggil kalo lagi nonton TV ini tapi kalo bermain sesuatu dia masih mau noleh kalo dipanggil,, .sejak 2 hari lalu saya matikan televisi total ,,dan dia mulai menoleh seskali dan menghampiri kalo dipanggil.. Secara keseluruhan dia masih senang kalo dipeluk oleh oma , baby sitter dan ibunya apalagi kalo menjelang tidur dan dia juga tidak mengamuk luar biasa kalo keinginannya tidak dipenuhi hanya menagis kemudian dialihkan.. dia sempat minum asi selama 2 bulan , tapi krn sy dan ibunya bekerja maka dari usia 3 bulan dia sudah minum susu Formula, kami memberinya NAN dr Nestle,,ciri lain adalah suka megepak ngepakkan tangan ke badan agak sering akhir akhir ini,, menurut rekan rekan yang sudah bergabung apakah ini merupakan gejala autisme atau hanya keterlambatan bicara saja…Sy agak khawatir karena dia juga agak susah bergaul dengan rekan sebayanya di dekat rumah.

    Terima kasih sebelumnya atas tanggapan
    dari rekan rekan , sy mohon masukan karena saya memikirkan kondisi anak saya tersebut

    Thanks

    riswanto wrote:Setelah anak kami besar dan dari banyak info yang kami peroleh baik melalui sharing dengan orangtua yang lain, kami baru bisa menyimpulkan ternyata ada beberapa perilaku anak kami yang tidak biasa mungkin bisa berguna untuk orangtua lainnya , seperti :

    1. Tangis anak lahir kedunia sangat sedikit, tangisan berikutnya sangat jarang terdengar bahkan bila terjatuh sampai benjol dan berdarahpun pun ia tidak menangis.
    2. Kesulitan dalam minum ASI bayi, mempengaruhi daya tahan tubuhnya, perkembangannya seperti perkembangan dalam berbicara.
    3. Gerakan nya sangat banyak, tanpa arah.
    4. Anak tidak bisa diajak main cilukba, tidak mau main boneka , tidak punya imajinasi.
    5. Ketika waktunya bermain sepeda roda 3, ia tidak mampu mengarahkan setir sepeda dengan baik.
    6. Jalan berjinjit (menggunakan tumit kami, ini salah satu efek dari konsumsi susu , seakan-akan tubuhnya melayang)
    7. Tidak mampu melangkah dengan baik saat menggunakan sandal jepit.
    8. Tidak ada rasa takut (gelap maupun orang asing)
    9. Siklus tidur yang tidak teratur
    10. Mengamuk , berteriak teriak bila tidak diberi sesuatu yang d

  137. HANSIN berkata:

    ear Rekan rekan , dan B Rina saya mau tanya dan sharing

    Saya punya putra umur 20 bulan , belum bisa berbicara hanya ngoceh yang gak jelas kadang dan kalo mau sesuatu dia menarik tangan orang didekatnya untuk mengambilkan, Anak saya suka sekali nonton TV karena rumah kami kecil maka dia dengan gampang berlari ke arah TV dan senang mendekatkan kepalanya ke layar TV dan tidak perduli kalo dipanggil kalo lagi nonton TV ini tapi kalo bermain sesuatu dia masih mau noleh kalo dipanggil,, .sejak 2 hari lalu saya matikan televisi total ,,dan dia mulai menoleh sesekali dan menghampiri kalo dipanggil.. Secara keseluruhan dia masih senang kalo dipeluk oleh oma , baby sitter dan ibunya apalagi kalo menjelang tidur dan dia juga tidak mengamuk luar biasa kalo keinginannya tidak dipenuhi hanya menangis kemudian dialihkan.. dia sempat minum asi selama 2 bulan , tapi krn sy dan ibunya bekerja maka dari usia 3 bulan dia sudah minum susu Formula, kami memberinya NAN dr Nestle,,ciri lain adalah suka mengepak ngepakkan tangan ke badan agak sering akhir akhir ini,, menurut rekan rekan yang sudah bergabung apakah ini merupakan gejala autisme atau hanya keterlambatan bicara saja…Sy agak khawatir karena dia juga agak susah bergaul dengan rekan sebayanya di dekat rumah.

    Terima kasih sebelumnya atas tanggapan
    dari rekan rekan , sy mohon masukan karena saya memikirkan kondisi anak saya tersebut

    Thanks

  138. sakinah berkata:

    maaf saya sangat tertarik dengan anas penderita autis.
    pak klo leh tau penyakit autis bisa dicegah g?
    trus apakah anak penderita autis tu bisa sembuh total?
    apa anak penderita autis tu akan hidup seperti tanpa rasa?
    terima kasih

  139. Yuliana berkata:

    dear p dewo

    Saya mempunyai anak berusia 2 thn 8 bulan saat ini dia dinyatakan MSDD. Saya mau tanya apakah MSDD sama dengan autis. Apakah anak saya setelah dewasa akan ada perbedaan dengan anak2 pada umumnya. atau dia akan normal sama dengan orang awam.

    Trims and GBU

  140. Rina Maluegha berkata:

    Met Pagi pak Darmaputra #133, Pak Hansin #136 dan Mas Dewo khususnya
    Lama saya off air, rasanya blog Mas Dewo ini sudah merasuk dalam hati saya, semoga kita sama-sama bisa jadi berkat buat banyak orang ya Mas… GBU
    Pak Hansin…sekarang saya baru mengerti bagaimana bapak bisa menghubungi saya sebelum ini (saya lupa GSM saya sudah ada di blog ini hehe…).
    Pak Darma…kapan bapak ada waktu hub GSM saya karena ada beberapa saran yang akan keliru maknanya bila saya sampaikan tertulis. Untuk sementara dari cerita Bapak diatas dapat disimpulkan :
    1. Dzaky tidak Autis danTipe Karakter Dzaky adalah Sanguinis-Melankolis ciri khasnya suka musik, ceriwis, suka menata/
    menyusun/mengumpulkan(koleksi), emosi mudah berubah (ekspresif), Playful (hidup adalah bermain)
    2. Ada 2 hal penyebab utama dari problem Dzaky yaitu Pola hidup yang kurang teratur dan kualitas hubungan orangtua dengan anak juga kurang, saya mengerti dengan keterbatasan waktu Bapak/Ibu tapi jangan kuatir sudah banyak kok saya temui kasus seperti ini. Berikut ini solusinya…..
    1. Orangtua (terutama ibu) punya wewenang terhadap pengasuh Dzaky untuk menerapkan aturan-aturan yang orangtua sudah tetapkan, kontrol harus dijalankan meskipun jarak jauh (via telp). Tipe karakter Melankolis sangat mudah untuk ditumbuhkan sifat disiplin dan teratur.
    2. Bapak Ibu mulai ciptakan acara “main + ngobrol bareng” khusus ber-3 saja dengan Dzaky cukup 1 jam/hari. waktu yang bagus 30 menit sebelum tidur dan 30 menit sebelum berangkat kerja. Jangan terlalu kaku, ikuti saja minat dan topik yang sedang diinginkan Anak, intinya tercipta suasana mesra dan menyenangkan ber-3. Weekend bisa tambah jam.
    3. Pola disiplin waktu yang tetap untuk anak usia 3 tahun :
    bangun sebelum Pk 6.00, mandi pagi Pk 6.30, nonton TV 3x/hari 30 mnt, tidur siang 1-2 jam, mandi sore Pk 16.00, main diluar halaman rumah 2 x 30 mnt (pagi dan sore), tidur malam paling telat Pk 21.00 wib.
    Masih banyak sebenarnya saran saya lainnya…tapi 3 saran diatas adalah pondasi untuk keberhasilan saran2 saya lainnya.
    Saya single parent, dari 3 hal yang penting dalam hidup saya kerja (nafkah), pribadi (cita-cita), Anak (titipan Tuhan), saya menempatkan posisi terutama pada Anak karena saya sadari kalau saya fokus, perhatian, mendidik, memelihara langsung Anak (titipanNya) maka 2 hal penting lainnya (kerja dan pribadi) pasti juga berjalan dengan baik karena Tuhan yang akan memampukan saya mencapai ke-3nya. Begitu lho Pak…:-)
    Bapak bisa hub GSM saya karena ada beberapa saran akan keliru maknanya bila melalui bahasa tulisan …sampai ketemu lagi…doa saya untuk Bapak sekeluarga :-)

  141. Rina Maluegha berkata:

    Salam Kenal Bu Yuliana #139
    Hampir semua Anak tipe karakter Koleris masuk dalam kategori MSDD dan bukan Autis. Supaya teman-teman lainnya tahu, tolong ibu ceritakan perilaku2 seperti apa yang ditampilkan Anak Ibu sehingga Anak Ibu digolongkan MSDD. Nanti saya juga akan berbagi saran untuk menanggulangi hambatan perilaku tersebut.
    Semoga kita bisa menginspisarikan orangtua lainnya ya bu…:-)

  142. Yuliana berkata:

    dear Ibu Rina salam kenal….

    Ciri-ciri dan perilaku anak saya sehingga dia digolongan MSDD
    adalah dia belum bisa bicara sampai memasuki usia 2 tahun (Sampai sekarang pun belum) bahkan kata-kata yang sangat sederhana seperti “mama dan papa” pun belum bisa.

    tidak ada kontak mata.

    tidak ada respon ketika dipanggil namanya. walaupun kita sudah berulang2 kali dan bahkan berteriak ketika memanggil namanya

    suka memperhatikan benda-benda yang berputar spt ban mobil atau memutar2kan gelas.

    selalu mengunjungi tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi misalnya jalan menuju tujuan lurus tetapi apabila sekali diajak untuk belok ke kanan maka keesokan hariinya dia akan melalui jalan yang belok ke kanan walaupun sebelum diajak berbelok ke kanan dia akan mengambil jalan yang lurus.

    Jikalau dia sedang menyukai sesuatu benda dia akan memainkan benda itu. misalkan dia lagi menyukai handphone maka dia akan terus memainkan handphone itu ketika dia menemukannya. tetapi dia tidak marah ketika barang itu diambil.

    tidak dapat duduk diam di dalam kelas maupun dirumah.

    jika menginginkan sesuatu benda dia tidak pernah menunjuk. tetapi dia akan menarik-narik tanggan kita untuk dimintai bantuannya. atau dia akan memberikan sesuatu ke tangan kita ketika dia menginginkan benda tersebut untuk di buka.

    merasa tidak nyaman ketika berada di tempat yang asing bagi dia.

    ketergantungan terhadap seseorang sangat tinggi (dalam hal anak saya terhadap susternya) dia akan merasa nyaman apabila melihat susternya. walaupun susternya tersebut hanya duduk saja. asalkan dia melihat susternya dia akan merasa nyaman.

    anak MSDD masih memiliki rasa takut

    Mungkin ini hanya sebagian dari ciri-ciri anak MSDD dan semoga apa yang saja jelakan disini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu yang lain….

    Salam…….

  143. Bu. Rina berkata:

    Wah bu Yuliana, kebetulan saya bula blok Mas Dewo, malam ini. Tapi hari ini saya sign in Email cb_edu@yahoo.com, ibu bisa lsg dan saya dak perlu gannggu blok Mas Dewo, maaf ya mas saya baru terpikir hari ini,…maklum saya gaptek.
    Ibu harus bersyukur…:-) Anak Ibu memiliki bakat Jenius (memori sangat kuat dan kemampuan visual spasial menonjol). Karakter Anak Ibu tergolong Melankolis-Koleris, ciri khasnya : suka pada pola teratur (roda/gelas berputar, start-finish sesuai urutan pola yang sudah diketajuinya), setia pada zona kenyamanan(bukan ketergantungan pd seseorang), imajinasi kuat (mudah timbul rasa takut), mengamati, rasa ingin tahu tinggi, selalu ingin sibuk (tidak bisa duduk diam).
    Anak dengan gabungan karakter seperti tsb diatas cenderung lambat bicara karena memerlukan waktu lebih panjang bagi otaknya untuk merekam semua informasi (saya sebut input data), tapi sudah jelas Anak ibu bukan Autis karena semua anak normal sebelum mampu bicara pasti akan menggunakan bahasa tubuh (menarik-narik orang lain) untuk berkomunikasi.

  144. @ Dear All,

    Untuk mengetahui apakah putera-puteri menderita autisme atau tidak diperlukan diagnosa oleh ahlinya, dalam hal ini adalah dokter tumbuh kembang atau spesialis anak atau psikolog/psikiater anak. Karena para ahli ini memiliki panduan berstandar internasional mengenai hal tersebut.

    Berhati-hatilah terhadap diagnosa dari orang awam yang menyatakan bahwa putera-puteri Anda tidak menderita autis padahal gejala-gejalanya menunjukkan autisme. Sekali lagi, lebih baik periksakan putera-puteri ke ahlinya.

    Soalnya jika saja penanganan anak2 autis itu terlambat, maka itu akan mengganggu pertumbuhannya kelak di masyarakat. Semakin dini ditangani, semakin baik hasilnya.

    Dengan ini pula saya menutup forum diskusi ini karena telah ada forum yang lebih spesifik membahas autisme, yaitu di:

    http://forumautisme.net

    Kita dapat berdiskusi di sana sekaligus belajar lebih lanjut mengenai autisme, termasuk bagaimana penanganannya.

    Salam.

  145. Ping balik: ‘Autis’ itu LUCU dan GAUL katamu?! « ~NDUTYKE

  146. Ping balik: Anak Autis « tha21′s weblog

  147. Ping balik: 2010 in review | ♫ Dewo ♪

  148. Ping balik: ‘Autis’ itu LUCU dan GAUL katamu?! « ms.tyka's blog

  149. Ping balik: Anak Autis | rumputrumahseni.com

Komentar ditutup.