Posted by: Emanuel Setio Dewo on: Januari 17, 2006
Memiliki anak yg menderita autis memang berat. Anak penderita autis seperti seorang yg kerasukan setan. Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan2 aneh yg selalu diulang2. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya pada saat2 atau kondisi tertentu.
Penelitian yg intensive di dunia medis pun dilakukan oleh para ahli. Dimulai dari hipotesis sederhana sampai ke penelitian klinis lanjutan. Dan setelah banyak membaca & mengamati, saya sebagai orang awam yg sederhana ini dapat menarik kesimpulan sementara, yaitu:
Memang berat & sangat sulit menangani anak penderita autis yg seperti kerasukan setan ini. Perlu beberapa hal yg perlu diketahui, dipahami & dilakukan, yaitu:
Siapa yg tidak ingin anak autisnya dapat hidup mandiri, dapat berkarya & berprestasi baik serta dapat diterima di masyarakat? Kunci terpenting adalah dengan terus berdoa kepada Tuhan agar anak dapat diberi kesembuhan & keluarga diberi kemampuan, kekuatan, kesabaran serta ketabahan dalam membesarkan & mendampingi si anak penderita autis. Juga agar diberi jalan terbaik dalam kehidupan ini agar dapat membantu & mendukung proses perbaikan perkembangan penderita.
Mohon turut mendoaka. Semoga Axel dapat segera membaik & sembuh. Amin.
dear Ibu Rina salam kenal….
Ciri-ciri dan perilaku anak saya sehingga dia digolongan MSDD
adalah dia belum bisa bicara sampai memasuki usia 2 tahun (Sampai sekarang pun belum) bahkan kata-kata yang sangat sederhana seperti “mama dan papa” pun belum bisa.
tidak ada kontak mata.
tidak ada respon ketika dipanggil namanya. walaupun kita sudah berulang2 kali dan bahkan berteriak ketika memanggil namanya
suka memperhatikan benda-benda yang berputar spt ban mobil atau memutar2kan gelas.
selalu mengunjungi tempat-tempat yang sudah pernah dikunjungi misalnya jalan menuju tujuan lurus tetapi apabila sekali diajak untuk belok ke kanan maka keesokan hariinya dia akan melalui jalan yang belok ke kanan walaupun sebelum diajak berbelok ke kanan dia akan mengambil jalan yang lurus.
Jikalau dia sedang menyukai sesuatu benda dia akan memainkan benda itu. misalkan dia lagi menyukai handphone maka dia akan terus memainkan handphone itu ketika dia menemukannya. tetapi dia tidak marah ketika barang itu diambil.
tidak dapat duduk diam di dalam kelas maupun dirumah.
jika menginginkan sesuatu benda dia tidak pernah menunjuk. tetapi dia akan menarik-narik tanggan kita untuk dimintai bantuannya. atau dia akan memberikan sesuatu ke tangan kita ketika dia menginginkan benda tersebut untuk di buka.
merasa tidak nyaman ketika berada di tempat yang asing bagi dia.
ketergantungan terhadap seseorang sangat tinggi (dalam hal anak saya terhadap susternya) dia akan merasa nyaman apabila melihat susternya. walaupun susternya tersebut hanya duduk saja. asalkan dia melihat susternya dia akan merasa nyaman.
anak MSDD masih memiliki rasa takut
Mungkin ini hanya sebagian dari ciri-ciri anak MSDD dan semoga apa yang saja jelakan disini dapat menjadi inspirasi bagi ibu-ibu yang lain….
Salam…….
Wah bu Yuliana, kebetulan saya bula blok Mas Dewo, malam ini. Tapi hari ini saya sign in Email cb_edu@yahoo.com, ibu bisa lsg dan saya dak perlu gannggu blok Mas Dewo, maaf ya mas saya baru terpikir hari ini,…maklum saya gaptek.
Ibu harus bersyukur…:-) Anak Ibu memiliki bakat Jenius (memori sangat kuat dan kemampuan visual spasial menonjol). Karakter Anak Ibu tergolong Melankolis-Koleris, ciri khasnya : suka pada pola teratur (roda/gelas berputar, start-finish sesuai urutan pola yang sudah diketajuinya), setia pada zona kenyamanan(bukan ketergantungan pd seseorang), imajinasi kuat (mudah timbul rasa takut), mengamati, rasa ingin tahu tinggi, selalu ingin sibuk (tidak bisa duduk diam).
Anak dengan gabungan karakter seperti tsb diatas cenderung lambat bicara karena memerlukan waktu lebih panjang bagi otaknya untuk merekam semua informasi (saya sebut input data), tapi sudah jelas Anak ibu bukan Autis karena semua anak normal sebelum mampu bicara pasti akan menggunakan bahasa tubuh (menarik-narik orang lain) untuk berkomunikasi.
[...] ‘Autis’ itu LUCU dan GAUL katamu?! Posted on June 15, 2009 by Tyka Ndutyke Selain tidak mampu bersosialisasi, penderita tidak dapat mengendalikan emosinya. Kadang tertawa terbahak, kadang marah tak terkendali. Dia sendiri tdk mampu mengendalikan dirinya sendiri & memiliki gerakan2 aneh yg selalu diulang2. Selain itu dia punya ritual sendiri yg harus dilakukannya pada saat2 atau kondisi tertentu. [sumber : Emanuel Setio Dewo] [...]
Komentar telah ditutup
Juni 29, 2008 pada 7:41 am
Salam Kenal Bu Yuliana #139
Hampir semua Anak tipe karakter Koleris masuk dalam kategori MSDD dan bukan Autis. Supaya teman-teman lainnya tahu, tolong ibu ceritakan perilaku2 seperti apa yang ditampilkan Anak Ibu sehingga Anak Ibu digolongkan MSDD. Nanti saya juga akan berbagi saran untuk menanggulangi hambatan perilaku tersebut.
Semoga kita bisa menginspisarikan orangtua lainnya ya bu…:-)