Perokok Pasif

Kemarin daku mengantar anak-anak main di arena bermain. Karena liburan, arena bermain sangat padat. Daku kebagian menjaga Kirana, sedangkan kakaknya sama mamanya. Sayangnya arena bermain di dalam mall ini ternoda ketika terhirup bau asap rokok. Daku mencoba mencari dimana sumber bau rokoknya. Daku melihat di sebelah sana seorang bapak sedang merokok sambil main game.

Sungguh menyebalkan melihatnya. Sayangnya daku harus menjaga Kirana yang sangat aktif sehingga tidak sempat mendatanginya dan menegur bapak itu. Namun seruangan arena bermain jadi bau asap rokok. Kasihan anak-anak yang sedang bermain yang terpaksa harus turut menghirup bau rokok sialan itu. Terlebih lagi daku sangat sayang pada Kirana mungil yang tanpa sadar turut tercemar asap rokok.

Seorang yang menghirup asap rokok padahal dia bukan perokok disebut sebagai perokok pasif. Entah bagaimana, ternyata perokok pasif ini seringkali mendapatkan efek terburuk dari rokok.

Beberapa bulan lalu kami dikejutkan oleh kabar kalau tantenya Sisi terkena kanker paru-paru sudah stadium berat. Tidak lama kemudian tante meninggal. Kami semua tahu kalau suaminya dan anak-anaknya perokok. Tante adalah korban dari keluarga perokok.

Lebaran hari pertama kami menjenguk sahabat SMP di RS dr. Sardjito, Yogyakarta. Sahabatku ini terkena kanker paru-paru stadium 3b. Sangat mengejutkan karena sahabatku ini bukan perokok. Rupanya dia terpapar oleh asap rokok di usahanya, yaitu rental Play Station. Sangat mengharukan ketika daku menjumpainya dalam keadaan lemah dan kurus.

Daku mengenalnya sebagai pribadi yang bijak dan penuh semangat. Dalam keadaan sakitnya pun dia tetap tegar dan bersemangat. Daku hanya bisa membantunya dalam semangat dan doa.

Daku tidak tahu apa yang ada di benak para perokok ini sehingga sangat abai terhadap orang-orang di sekitarnya, bahkan mungkin terhadap anaknya sendiri. Beberapa waktu lalu daku membaca status seorang teman facebook yang menceritakan kalau dia melihat seorang bapak sedang menggendong bayi sambil merokok. Tiba-tiba sang bayi menangis karena ternyata ada percikan api dari rokok yang mengenai wajah bayi. Daku sendiri pernah melihat hal serupa, syukurlah sang bayi tidak terkena percikan api rokok.

Ironisnya orang-orang di sekitarnya yang perokok pasif yang seringkali menjadi penderita paling berat, bahkan sampai mati.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Curhat, Dewo, Jalan-jalan dan tag , . Tandai permalink.

7 Balasan ke Perokok Pasif

  1. chocoVanilla berkata:

    Memang menyebalkan melihat orang merokok sementara banyak anak2 di sekitarnya 😦
    Seriiiiiing banget aku ngeliat bapak2 merokok sambil gendong anaknya yg mukanya jadi penuh asap. Mungkin otak si bapak sdh terbakar sebagian jadi gak mudeng 😦

  2. rusydi hikmawan berkata:

    saya penikmat kopi, tapi bukan perokok. sampe2 temen2 sy heran, gimana rasanya ngopi tanpa rokok, gak pas banget buat mereka. tapi itulah prinsip. semua bisa dinikmati dg beragam cara. saya paling benci bisnis rokok, petani tembakau, perusahaan rokok. sy memang anti rokok. pernah diskusi panjang lebar dg aktivis buruh, yg juga dia perokok. tetep aja dia bersikap bahwa rokok itu lambang kejantanan buat laki, dan urusan sakit dan segala akibat dari rokok, dia bilang, itu tugas pemerintah untuk menanganinya. halah mau enaknya saja, gumam sy.

  3. Lidya berkata:

    arena bermain dimana mas? waktu di semarang aku juga kebagian jenguk saudara sakit di 2 rumah sakit

  4. gold price berkata:

    Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr Paolo Vineis disejumlah negara Eropa diketahui bahwa anak-anak mengalami dampak paling tinggi. Yaitu sekitar tiga kali lipat terkena kanker paru-paru dan masalah yang berhubungan dengan pernafasan lainnya dari orangtua yang perokok. Dr Paolo menyebut hasil penelitiannya kali ini sangat berbeda dengan penelitian dampak rokok pada kesehatan manusia.

  5. Ping balik: RIP Sahabatku Farrel Benny | Emanuel Setio Dewo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s