Modul Praktikum Arduino di Sekolah

Saat menerima paket Arduino Leonardo kemarin, daku merasa happy banget. Soalnya jaman daku sekolah dan kuliah, barang seperti ini termasuk kategori sangat mewah. Saat daku dulu KP (Kerja Praktek), kebetulan daku bekerja di sebuah perusahaan PLC (programmable logic controller). Di sana belajar banyak hal mengenai merangkai PLC untuk penginderaan dan mengendalikan banyak hal dan tentu juga pemrogramannya. Di sana belajar banyak hal dari sensor-sensor, motor-motor, dan membuat antar muka dengan touch screen.

Sebagai gambaran, dulu saat daku KP, daku menggunakan sebuah PLC yang harganya paling murah Rp 4 juta. Jaman dulu nilai segitu mahal banget. (*Ehm, sekarang masih termasuk mahal ya?*) Jadi saat KP benar-benar excited. Namun saat pulang jadi sedih karena sebenarnya banyak ide berkeliaran di otak untuk experimen. Memang sih dulu PLC-nya memiliki grade tinggi untuk dunia industri. Jadi wajar saja mahal.

Namun rupanya sekarang harga tidak lagi jadi masalah. Kita bisa menggunakan microcontroller Arduino untuk sekedar eksperimen. Jika eksperimen berhasil dan bisa memiliki nilai komersial, maka rangkaian bisa dibuat permanen.

Tapi sejatinya Arduino ini bisa jadi modul praktikum di sekolah-sekolah. Sudah saatnya modul praktikum itu meloncat, tidak hanya teoritis memusingkan siswa-siswa, tetapi bisa dibuat lebih menyenangkan. Dari pada hanya mempelajari bagaimana arus/tegangan dalam sirkuit elektronik, lebih baik siswa diajak langsung membuat detektor kebocoran gas LPG, membuat kunci kamar elektronik, robotik bahkan aeromodeling. Banyak banget deh aplikasinya. Dan semuanya menarik. Apalagi kalau sudah mainan LED atau POV. Artistik banget deh.

Menariknya lagi, Arduino ini open source, dan tersedia banyak sekali contoh penggunaannya di internet. Mau bikin yang sederhana sampai yang kompleks ada tutorialnya. Bahkan dalam format video di Youtube. Bebas untuk dipelajari & ditiru.

Kalau modul praktikum dengan Arduino ini mulai dikenalkan sejak dini di sekolah-sekolah menengah pertama, selain meningkatkan pengetahuan elektronika, juga meningkatkan kemampuan logika. Jika anak-anak terpancing, bukannya tidak mungkin mereka akan menjadi inventor besar kelak. Maklum, sekarang peminat dunia elektronika di Indonesia sudah mulai meredup. Coba saja lihat berapa banyak mahasiswa jurusan elektronika sekarang ini. Hiks…

Oh iya, kalau beli Arduino di www.famosastudio.com, kita akan menerima sebuah CD berisi software dan video tutorial. Padahal sebelumnya daku sudah berjuang download dari youtube, ternyata ada di CD bonus dari Famosa Studio. Hehehe… Terima kasih ya Famosa.

Iklan

Tentang Emanuel Setio Dewo

Tumbuh, Berkembang, Berbuah...
Pos ini dipublikasikan di Dewo, Elektronika, Gadget, Opini, Personal, Teknologi dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s